<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854</id><updated>2012-01-27T19:54:10.773+08:00</updated><category term='information technology'/><title type='text'>SISIPUSH</title><subtitle type='html'>Hidup Hanya Menunda Kekalahan Tapi Itu Lebih Baik Meski Tidak Berarti Sama Sekali</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-8402431572671595059</id><published>2011-08-14T13:27:00.004+08:00</published><updated>2011-08-15T00:29:15.846+08:00</updated><title type='text'>MATAMALAM</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tak begitu suka dengan matahari !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matahari itu penipu dan sok sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dengan semena-mena menyingkirkan malam dan menawarkan kesejukan pagi yg semu, nanti pada siang hari baru dia menampakkan dirinya yg sebenarnya. Sangat terang dan panasnya menyengat. Membuat orang-orang yg terlena dengan kesemuan pagi, tersadar karena sengatannya, mereka lari menghindar dan bersembunyi. Bersembunyi di bawah pohon-pohon rindang atau di bawah naungan atap, hanya orang-orang bodoh yg tak lari bersembunyi. Orang-orang tolol itu seperti kodok yg mati terebus karena terlena dan tak sempat meloncat keluar. Setelah berbuat semena-mena, matahari kembali menggelar kesejukan sore hari untuk membuat orang-orang lupa dengan apa yg telah dia lakukan di siang hari. Kesemuan itu terus digelar hingga malam datang dan membuat orang-orang tak pernah menyadari kedatangan malam, matahari telah tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun datang bersama hadirnya benda-benda bercahaya indah di langit malam, namun matahari tak juga berhenti bertingkah. Diklaimnya cahaya benda-benda di langit malam adalah bagian dari cahayanya. Lalu disebarlah kebohongan bahwa cahaya itu tidak lebih dari pantulan cahayanya. Meski berjuta-juta para pemuja matahari mengeluarkan teori seilmiah mungkin untuk menopang klaim cahaya itu, aku tak bisa menerima serta mempercayainya serasional dan seilmiah apapun. Bagiku cahaya itu milik benda-benda langit itu sendiri, mungkin terdengar tolol bagi para pemuja matahari yg berpegang pada teori ilmiahnya tapi begitulah yg bisa aku terima mungkin karena aku tak suka matahari.&lt;br /&gt;Aku tak suka matahari, aku lebih suka benda-benda bercahaya dilangit malam. Lihatlah benda yg paling besar, jika benda bercahaya di saat terang menamai dirinya matahari maka benda bercahaya di langit malam yg paling besar itu aku beri nama matamalam. Para pemuja matahari mungkin menerima hal ini, mungkin mereka akan berkata "benar, itu adalah matamalam dan matamalam itu hanyalah sisi minor matahari". Jika benar para pemuja matahari berkata demikian, aku bisa menerima pernyataan itu. Matamalam memang sisi minor dari matahari. Lihatlah, matamalam hadir bersama benda-benda bercahaya lainnya dilangit malam. Memberi ruang di panggung gelap pada yg lain untuk untuk menjadi bagian indah dari kegelapan malam. Tak seperti matahari, kehadirannya yg bercahaya sangat terang membuat yg lain terdominasi dan hilang. Matamalam juga sangat dinamis dan bersahabat. Lihatlah kala pertama dia muncul, seperti tersenyum tipis dan agak malu-malu. Hari-hari berikutnya, semakin lebar hingga akhirnya menjadi bulat terang seperti mata seorang anak kecil yg terbuka lebar dan berbinar. Saat akan pergi dia pun tersenyum. Dari senyuman lebar kemudian pada hari-hari berikutnya menjadi tipis dan semakin tipis hingga menjadi senyum tipis yg sangat manis dan seolah berkata "aku pergi tapi tenanglah, tak usah takut pada panggung yg gelap karena aku dan yg lain pasti akan kembali untuk membuat panggung itu kembali menjadi indah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika orang-orang mulai damai dalam malam yg gelap, tiba-tiba matahari merampas kedamaian itu. Dia membongkar panggung gelap dan menggantinya dengan panggung miliknya yg terang benderang. Dicampakkannya langit malam, lalu semua tak diberi hak untuk menampakkan cahayanya. Hanya dirinyalah yg boleh nampak bercahaya, matahari membuat dirinya bercahaya dari terang menjadi seterang-terangnya hingga menyengat orang-orang yg berada dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh matahari, aku tak suka dirimu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matamalam kembalilah bersama teman-temanmu, indahkan kembali panggung gelap malam hingga kami kembali tak takut pada kegelapan yg menjadi panggungmu.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-8402431572671595059?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/8402431572671595059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=8402431572671595059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8402431572671595059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8402431572671595059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/08/matamalam.html' title='MATAMALAM'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-7975920121854690782</id><published>2011-07-23T13:46:00.003+08:00</published><updated>2011-07-23T14:14:51.548+08:00</updated><title type='text'>Hidup Itu Seperti ...</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Dulu saya sering memainkan file-file lagu dengan audio-player berdasarkan album atau berdasarkan artis atau per-playlist yg sudah saya buat susunannya rapi sesuai selera tapi belakangan ini saya lebih sering mengaktifkan mode acak dalam memainkan file-file lagu yg tersimpan di audio-playerku. Saat memainkan file-file lagu berdasarkan album atau artis atau playlist ada kebosanan yg kerap muncul, mungkin karena file-file yg akan dimainkan sudah diketahui dan susunannya begitu-begitu terus tak pernah berubah, monoton. Berbeda ketika saya mengaktifkan mode acak, ada kejutan-kejutan yg sangat menyenangkan walau tak jarang pula membuat jengkel. Kejutan-kejutan muncul karena saya tak pernah tahu file yg mana yg akan dimainkan selanjutnya. Memainkan file-file lagu  dalam mode acak memang tetap memiliki sebuah kepastian dan sama jika kita memainkannya dalam susunan pasti sebuah playlist atau album atau artis, kepastian itu adalah ada awal dan pasti suatu saat akan berakhir. Namun dalam mode acak, saat pertama kali memainkan file-file lagu saya tak pernah tahu akan mulai dari file apa dan begitupun akhirnya saya tak pernah tahu akan diakhiri dengan file apa. Ketidak jelasan ini membuat saya selalu bisa menikmati awal dan akhirnya, seperti apapun awal dan akhir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode acak sungguh menyenangkan, kejutan-kejutannya membuat saya bisa tiba-tiba ikut bernyanyi tapi bisa juga tiba-tiba membuat saya ingin segera lagu itu berakhir sembari berharap semoga lagu selanjutnya sesuai dengan harapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin seperti itu pula hidup ini &lt;/span&gt;^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-7975920121854690782?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/7975920121854690782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=7975920121854690782' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7975920121854690782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7975920121854690782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/07/hidup-itu-seperti.html' title='Hidup Itu Seperti ...'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-8475157818946063313</id><published>2011-07-01T13:36:00.003+08:00</published><updated>2011-07-01T14:20:13.980+08:00</updated><title type='text'>Basa Basi Revolusioner</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-u62yM9nCf5A/Tg1m9AmbbZI/AAAAAAAAAIM/PhExK1rZ5og/s1600/basbasrev.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-u62yM9nCf5A/Tg1m9AmbbZI/AAAAAAAAAIM/PhExK1rZ5og/s200/basbasrev.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624264707974851986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok ... mari kita coba hitung-hitungan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam berapa kau bangun tadi pagi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ehm ... cukup siang juga kau bangun, memangnya semalam jam berapa kau tidur ?&lt;br /&gt;wauw ... pantas saja kau bangun kesiangan, aku tak tahu pasti kenapa kau sangat terlambat tidur yang jelas pastilah karena sesuatu yg sangat penting. Menurutmu apa yang penting yg sampai mengharuskanmu menyisihkan kesenanganmu termasuk meninggalkan kesempatan istirahatmu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah ... seperti biasa, ini memang termasuk pertanyaan yang susah untuk dijawab dan dalam pandangan pribadiku ini salah satu pertanyaan yang menyebalkan yg sering ditanyakan orang dan terkadang tak dapat ku jawab kalau pun ku jawab paling dengan jawaban klise. apa ? kau ingin tahu apa yg ku maksud dengan klise ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duh ... pasti kau lagi mengujiku, dan seperti biasa setiap pertanyaan dalam sebuah ujian tentu harus dijawab untuk menentukan sangsi apa yg layak didapatkan. Apa, kau tidak demikian adanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahahaha ... kau betul-betul aneh, setiap orang yang bertanya pastilah mengharapkan jawaban dari pertanyaannya.&lt;br /&gt;Tunggu dulu ... kau seperti temanku yg seorang politikus, yg pertanyaannya adalah pernyataan dan pernyataannya adalah pertanyaan  ala diplomasi pedagang yang lagi berspekulasi.&lt;br /&gt;hey ... jangan tertawa ini bukan sesuatu yang pantas ditertawai, ini bukan lawakan murahan stasiun tv yang miskin ide kreatif. Brengsek, kenapa kau mengatai diriku lebih lucu dari seorang pelawak profesional ?&lt;br /&gt;Terus terang aku katakan padamu, aku tak pernah tertawa melihat lelucon-lelucon para pelawak yg kau kenal. Bagiku kehidupan ini terlalu sarat dengan kepedihan dan kesedihan jadi tak pantas untuk tertawa. Tawa bahkan senyum setipis apapun di tengah-tengah kepedihan dan kesedihan adalah pelecahan yang sangat kasar dan tak termaafkan.&lt;br /&gt;ups ... aku tadi tertawa, hahahaha ... paradoks.&lt;br /&gt;eh ... itu paradoks atau kontradiksi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahahahahahaha ... susah memang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah ... sudahlah, karena sudah mulai membosankan, aku sudah malas untuk melanjutkan ini semua ... kita akhiri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Cukupkan sampai disini saja !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-8475157818946063313?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/8475157818946063313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=8475157818946063313' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8475157818946063313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8475157818946063313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/07/basa-basi-revolusioner.html' title='Basa Basi Revolusioner'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-u62yM9nCf5A/Tg1m9AmbbZI/AAAAAAAAAIM/PhExK1rZ5og/s72-c/basbasrev.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-4005112372990287449</id><published>2011-06-05T18:31:00.003+08:00</published><updated>2011-06-05T18:57:32.549+08:00</updated><title type='text'>Sebuah Dongeng*</title><content type='html'>Ada dongeng dari timur pada zaman dulu tentang seorang pengembara yg didekati seekor hewan yg marah di sebuah dataran. Ia berhasil lolos, tapi jatuh ke dalam perigi kering. Celakanya ia melihat di dasar perigi seekor naga yg membuka mulutnya lebar-lebar untuk menelannya. Pengembara yg malang itu tak berani memanjat keluar sumur agar tak dimangsa hewan di dataran. Ia juga tak berani meloncat ke dasar perigi agar tak ditelan naga. Maka ia merenggut ranting di sebuah celah perigi dan bergantung padanya. Lama-lama kedua tangannya makin lemah dan ia merasa akan segera menyerah terhadap kehancuran yg menunggunya di bawah ataupun di atas. Tapi ia tetap bergantung pada ranting itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Lalu ia melihat dua ekor tikus, putih dan hitam, berputar-putar di pangkal ranting itu dan menggerogotinya. Ranting itu akan segera putus dan ia akan jatuh ke dalam mulut naga. Si pengembara melihat ini dan tahu ia akhirnya akan tewas, tapi sementara tetap bergantung, ia melihat ke sekitar. Ia melihat tetesan-tetesan madu di dedaunan di ranting itu lalu menggapainya dengan lidah dan meenjilatinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka aku juga bergantung pada ranting kehidupan karena tahu naga kematian tak bisa dielakkan menungguku, siap mencabik-cabikku. Aku tak bisa mengerti mengapa aku telah jatuh ke dalam siksaan demikian. Kucoba menjilati madu yg sebelumnya menghiburku, tapi madu itu tak lagi memberiku kesenangan. Tikus putih dan hitam yg melambangkan siang dan malam itu menggerogoti ranting tempatku bergantung. Kulit naga itu dengan jelas dan madu itu tak lagi terasa manis. Aku hanya melihat tak bisa dihindari dan kedua tikus itu, dan aku tak bisa melepaskan tatapan dari mereka. Ini bukan dongeng, tapi kebenaran nyata yg tak dapat disangkal tapi bisa dimengerti semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;* dikutip dari buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A Confession&lt;/span&gt; kumpulan pengakuan/ungkapan Leo Tolstoy sebelum meninggal, direkam/dituliskan oleh Aylmer Maude [teman dekat Tolstoy] &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-4005112372990287449?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/4005112372990287449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=4005112372990287449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4005112372990287449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4005112372990287449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/06/sebuah-dongeng.html' title='Sebuah Dongeng*'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-5904789298649581350</id><published>2011-05-14T15:09:00.002+08:00</published><updated>2011-05-14T15:27:10.070+08:00</updated><title type='text'>Malam &amp; Kegelapan</title><content type='html'>Sendiri menatap sang mentari di langit senja yg memerah, sang mentari yg sebentar lagi menghilang di kaki langit. Ku kenakan kembali jubah hitamku tuk menyambut sang malam yg siap melebarkan sayapnya menyelimuti tempatku. Di depan, kegelapan itu sebuah kepastian dan rembulan serta bintang-bintang adalah sesuatu yg tak pasti, mereka hanya harapan-harapan yg dipermainkan oleh rencana-rencana yang serba tak pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kaki langit tinggal ujung-ujung berkas cahaya matahari berwarna merah bata, ku tatap sekali lagi dan kunikmati untuk terakhir kalinya sebelum membalikkan badan dan berjalan menyusuri gelap malam hingga mentari terbit lagi di ufuk timur menyapu malam beserta kegelapan lalu menyeret manusia-manusia dalam kehidupan menyedihkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalik, aku telah berbalik dan itu artinya tak mungkin lagi aku lari dari sang malam. Aku menjadi bagian dari malam yg dilupakan begitu saja oleh manusia-manusia yg terlelap kelelahan dan bermain-main di alam mimpi. Ku rapatkan jubah hitamku dan ku cabut sebilah pedang. Kan kususuri gelap sang malam, dan akan ku buat manusia-manusia yg menemuiku tak kan pernah lagi menganggap sepeleh dan melupakan begitu saja sang malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sang malam, akulah anakmu, akulah kegelapan.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-5904789298649581350?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/5904789298649581350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=5904789298649581350' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5904789298649581350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5904789298649581350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/05/malam-kegelapan.html' title='Malam &amp; Kegelapan'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-4760876135683651421</id><published>2011-04-26T13:35:00.001+08:00</published><updated>2011-04-26T13:35:20.227+08:00</updated><title type='text'>Titik Tiga</title><content type='html'>. . .&lt;div style='clear: both; text-align: center; font-size: xx-small;'&gt;Published with Blogger-droid v1.6.8&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-4760876135683651421?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/4760876135683651421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=4760876135683651421' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4760876135683651421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4760876135683651421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/04/titik-tiga.html' title='Titik Tiga'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-408306124377962067</id><published>2011-01-29T20:43:00.003+08:00</published><updated>2011-01-29T20:53:48.954+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='information technology'/><title type='text'>you-have-0-friends</title><content type='html'>&lt;img src="http://rowi.standardleitweg.de/uploads/SouthPark-YouHave0Friends.jpg"/&gt;&lt;br /&gt;+ so, are you gonna add me as a friend ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- I really don't want to get more into it&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Oh okay, So i'm not your friend, then ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- you are my friend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ But you just don't want to add me as a friend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- it's just a stupid click of a button that takes two seconds&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Right, but you don't have the two seconds or ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Fuck You !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.southparkstudios.com/full-episodes/s14e04-you-have-0-friends"&gt;&lt;i&gt;South Park - you-have-0-friends&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-408306124377962067?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/408306124377962067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=408306124377962067' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/408306124377962067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/408306124377962067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/01/you-have-0-friends.html' title='you-have-0-friends'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-5769546683253963532</id><published>2011-01-25T16:44:00.004+08:00</published><updated>2011-01-25T17:12:00.505+08:00</updated><title type='text'>tentang kurang lebih tiga tahun yg lalu dan saat ini</title><content type='html'>Secangkir kopi menemaniku menuliskan catatan ini. Entah untuk yg keberapa kalinya saya terduduk menuliskan catatan-catatan sampah ditemani segelas kopi. Catatan-catatan sampah yg berakhir di blog atau berakhir di secarik kertas yg kemudian menjadi bagian dari kertas-kertas yg bertumpuk di kamarku, bertumpuk menjadi bagian dari kebusukan kamarku. Grutuan-grutuan atau sekedar caci maki atau amarah yg meluap-luap menjadi tema utama dihampir semua catatan-catatan sampahku, ada juga satu dua yg berisi ungkapan keputus asaan melihat tampang dunia yg memelas atau mencemooh diriku.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi peduli apa aku dengan semua ini, semua ini hanya bagian dari kepalsuan yg terus berjalan membayang-bayangi diriku, atau mungkin karena itulah catatan-catatanku bermunculan di blog ini secara temporal.&lt;br /&gt;Desember 2007, kali pertama aku menitipkan tulisan-tulisanku di blog ini. Saya sudah lupa alasanku melakukan aktivitas ini, sebuah aktivitas yg banyak diistilahkan oleh orang-orang dengan "Ngeblog". Sejak Desember 2007 nuansa tempatku menitipkan catatan-catatan sampahku ini tak pernah berubah, tapi aku tak tahu harus menyebut apa nuansa dari blog ini. satu, dua, tiga, empat ... ah ... banyak betul, tak terasa sudah cukup banyak catatan-catatan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsat ... sangat banyak, sudahlah ... aku akhiri saja catatan ini biar tak bertambah banyak sampah di blog ini. Tapi aku belum akan berhenti menggunakan blog ini sebagai tempat menitipkan catatan-catatan sampahku yg terbaik menurutku, tapi aku pun tak tahu kapan akan menitipkan lagi catatan sampah mungkin besok mungkin juga lusa atau mungkin kapan saja ketika ada sampah yg baik dan layak untuk mendapat ruang di blog ini.&lt;br /&gt;ya ya ya ... aku akhiri sekarang, kopiku pun sudah mulai dingin jadi aku harus segera menghabiskannya dan berlalu dari tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bertemu lagi di lain waktu, dalam sebuah catatan, itu jika kau masih sudi untuk sekedar meluangkan waktu untuk sekedar membaca catatan sampah terbaru di blog ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-5769546683253963532?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/5769546683253963532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=5769546683253963532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5769546683253963532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5769546683253963532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2011/01/tentang-kurang-lebih-tiga-tahun-yg-lalu.html' title='tentang kurang lebih tiga tahun yg lalu dan saat ini'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-3672543087818668905</id><published>2010-12-31T18:37:00.006+08:00</published><updated>2011-01-24T17:50:20.614+08:00</updated><title type='text'>Ke-KOSONG-an itu abadi</title><content type='html'>Apa yg terjadi denganku, kenapa tiba-tiba aku seperti terjatuh dalam sebuah lubang yg gelap. Kegelapan yg hitam nan pekat, kesunyian yang hampa. Berputar mengelilingiku, mencemooh dan membuatku tak berdaya untuk sekedar menarik ujung-ujung bibir membentuk sebuah senyuman. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Ada apa ini, kabut tebal seolah menyelimutiku ... membuatku tak mampu melihat jalan di depan dan membuat sesak dada ini. Syair-syair kekosongan mengalir berirama memenuhi seluruh benakku. Hembusan angin dingin membawa butiran-butiran air terus membelai dan mengelus tapi hanya aku, yang lain tak merasakannya karena tak ada yg bergerak tanda tak adanya angin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jiwa-jiwa tampak meradang di sekelilingku, menambah kacau semuanya. Aku tak tahu, apa ini semua ... aku hanya tahu bahwa darahku tiba-tiba terpompa dengan cepat. Dadaku berdebar seolah ingin pecah menghamburkan seluruh isinya. Kepala pun tak kalah mengerikan kondisinya, berdenyut-denyut seakan ingin ikut pecah membuat seluruh isi kepalaku berhamburan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ah ... ... ... momen ini, mungkin sungguh berharga, momen ini mungkin sungguh penting ... hingga mesti diulang dan terus diulang setiap tahunnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membuatku selalu dan selalu menjadi pecundang dalam kaca mataku sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ah ... ... ... kondisi sempurna dan klimaks dari sebuah perjalanan ... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Batu telah di puncak dan tak ada apa-apa dan aku harus menggulingkannya lagi ke bawah. Semua agar aku dapat mengulangnya lagi &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;semua agar aku punya alasan untuk hidup ... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sebuah alasan naif ... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"karena masih ada tugas yg belum terselesaikan dan harus diselesaikan" ...  &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;b&gt;18:55 Jumat, 31 Desember 2010&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-3672543087818668905?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/3672543087818668905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=3672543087818668905' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3672543087818668905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3672543087818668905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/12/ke-kosong-itu-abadi.html' title='Ke-KOSONG-an itu abadi'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-6950116329595237687</id><published>2010-12-30T00:30:00.005+08:00</published><updated>2010-12-30T00:37:01.888+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;... ... ...&lt;br /&gt;... ...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.savebentengsombaopu.com/" alt="Save Benteng Somba Opu"&gt;&lt;img src="http://savebentengsombaopu.com/wp-content/uploads/2010/12/savesombaopu.png" title="Save Benteng Somba Opu" width="140" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-6950116329595237687?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/6950116329595237687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=6950116329595237687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/6950116329595237687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/6950116329595237687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/12/save-benteng-somba-opu.html' title=''/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-2496706618002353488</id><published>2010-12-22T17:50:00.006+08:00</published><updated>2010-12-23T00:12:36.467+08:00</updated><title type='text'>Untuk Ibu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Ibu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ibu ...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kata temanku hari ini hari ibu, meski saya tak tahu kebenaran hari ibu itu dan saya juga tak tahu alasan kenapa hari ini dikatakan hari ibu tapi ketahuilah karena alasan itulah aku tulis surat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ibu ...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebahagian besar teman-temanku memberikan kado yg manis pada ibu mereka. Ada yg memberi benda-benda yang kira-kira disukai oleh ibu mereka. Teman yg mementingkan persoalan harga memberi benda yang harganya mahal sementara teman yg melihat substansi sebuah hadiah tidak mempersoalkan harga banyak diantara mereka yg memberi benda yg harganya murah namun sangat berarti seperti bunga atau coklat. Ada juga teman yg membuat sebuah puisi, sajak, atau sebuah lagu yg didedikasikan khusus untuk ibu mereka. Oh iya, ada juga teman yg memberikan hadiah pada ibu mereka "kebebasan untuk tidak mengerjakan apapun pada hari ibu". Ibu-ibu mereka tentu sangat bahagia menerima persembahan-persembahan anak-anak mereka. Aku, maaf ibu ... bersama surat ini aku juga mengirimkan sebuah kado spesial untukmu. Saya yakin ibu sudah membuka kado itu dan sudah melihat isinya, kalau pun belum semoga dengan membaca surat ini ibu tidak lagi kaget melihat isi kadoku dan bisa memahami alasanku menjadikan HATI-ku sebagai kado-mu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu, aku berikan hati-ku karena di tanah tempatku tinggal sekarang hati tak pernah lagi dipakai. Aku takut kalau aku terus membawanya bisa-bisa hatiku rusak karena tak pernah dipakai karena itulah aku berpikir mungkin lebih baik jika aku menghadiahkan hati-ku untukmu. Aku mengirim kado dan surat ini menggunakan jasa penitipan kilat yg memberi jaminan kiriman dapat sampai secepat mungkin dengan harap hati-ku masih segar saat sampai pada-mu, jadi ibu masih punya kesempatan untuk mengawetkannya dengan memasukkannya dalam salah satu toples kue yg ibu punya lalu memasukkannya dalam lemari es yg aku belikan sebulan lalu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ibu ...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan hati-ku ditangan-mu, kau tidak perlu lagi khawatir tentang diriku karena hati-ku tentu akan selalu terjaga ditangan ibu. Biarlah aku di tanah tempatku tinggal tak lagi menggunakan hati, ibu tak usah khawatir karena disini semua orang tak menggunakan hati. Tanpa hati hidupku bisa menjadi lebih baik, aku menjadi sama dengan orang-orang pada umumnya. Mencari sesuap nasi tanpa menggunakan hati. Oh iya, tanpa menggunakan hati tidur dan makanku jadi lebih enak. Tak ada lagi kegelisahan saat tidur, tak ada lagi perasaan ingin muntah saat aku dimeja makan meski aku makan sambil membaca berita disebuah media lokal tentang kematian seorang anak kecil dari keluarga miskin akibat kelaparan. Rencana untuk tidak menggunakan hati sebenarnya sudah lama terbersit dalam pikiranku namun aku masih mempertimbangkan banyak hal bahkan sampai saat membukusnya untuk dijadikan kado masih terasa sangat berat. Tapi ibu tak perlu resah dengan perasaan berat yg aku rasakan, karena saat dia telah terkirim aku jadi merasa lapang dan aku yakin tentu ibu akan bersedia meminjamkan aku jika suatu saat penggunaan hati kembali menjadi tren di tanah tempatku tinggal untuk kemudian aku kembalikan lagi jika tren itu berlalu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ibu ...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku yakin disana pasti kau tersenyum bangga dan tidak menyesal karena telah melahirkan seorang anak yg menghadiahkan hati-nya pada ibunya. Oh iya ... hampir lupa, mungkin paling lambat 2 hari kedepan ibu juga akan menerima impian-impian lamaku. Aku sementara mencari media penyimpanan yg pas. Di sini impian-impian ku yang dulu juga tak berguna karena di tanah tempatku tinggal sekarang impian-impian baru yg lebih gemerlap sangat mudah diraih, cukup hanya dengan beberapa lembar uang saja kita sudah bisa memperolehnya. Di sini impian-impian banyak dijajakan di toko-toko, di butik-butik, di supermarket-supermarket, di mal-mal, dan dipusat-pusat perbelanjaan. intinya seperti itulah impian-impian di sini, karena itu aku berpikir tentu ada baiknya impian-impian lamaku saya simpan dalam media penyimpanan dan menitipkannya pada ibu. Siapa tau kapana-kapan saya membutuhkannya lagi, paling tidak sebagai referensi dalam menata impian-impian baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ibu ...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam disini sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, aku harus segera istirahat karena besok harus kerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam untuk tante, nenek, ibu penjual sayur langgananmu, ibu pemilik toko campuran disebelah rumah, dan ibu-ibu lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga kado yg aku berikan bisa membuat ibu bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Saya selalu menyayangi ibu, seperti ibu menyayangi diriku.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Salam Sayang dan Rindu &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;dari&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Anak-mu Yang Tak Ber-HATI Lagi&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;NB : &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Maaf kalau masih ada darahnya, aku tergesah-gesah mencuci dan membungkusnya. Semoga darahnya tidak mengotori pakaian ibu yg bersih &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-2496706618002353488?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/2496706618002353488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=2496706618002353488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/2496706618002353488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/2496706618002353488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/12/untuk-ibu.html' title='Untuk Ibu'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-1390248275456200735</id><published>2010-10-29T12:27:00.004+08:00</published><updated>2010-11-04T12:51:58.377+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ulu memang saya simpatik dengan kalian tapi sekarang tidak lagi. Kalian memang memuakkan, membuat dunia beserta kehidupan di dalamnya jadi kacau balau karena ulah kalian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara hidup kalian yang sangat rendah membuat kemarahan jadi sesuatu yg wajar saja muncul, begitupun dengan ketololan kalian akibat dari kerendahan pahaman serta kesadaran kalian ... sungguh bodoh ! Persoalan selera yang rendah pun juga menjadi sesuatu yang sungguh sangat menjengkelkan, selera kalian menyebabkan munculnya sampah-sampah dalam urusan estetika. Sudah semestinya kalian tidak berhak untuk hidup kalau pun mau hidup sebaiknya kalian tidak banyak tingkah, sebaiknya kalian tenang-tenang saya hidup dibawah kekuasaan mereka-mereka yg memang lebih berhak menguasai kalian. Jadi berhentilah mengulang-ulang lelucon tentang kesetaraan, jelas kalian berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemiskinan memang adalah kombinasi yg pas dengan kerendahan selera kalian, kemiskinan juga pasangan yg pantas bersanding dengan cara hidup kalian yg memuakkan, dan bau kalian yg membuat mual memang cocok untuk dihadirkan bersamaan dengan kemiskinan. Kalian adalah kelas dua dalam relasi sosial, itu tak dapat dipungkiri. Kalian memang hanya cocok ditanamkan kesadaran moral untuk selalu bersabar dan terus bersabar agar kalian tidak macam-macam. Jadi sekali lagi, kalian jangan banyak tingkah ! Terimalah dan bersabarlah dalam menjalani semua kehidupan kalian, semoga di kehidupan surgawi hidup kalian menjadi lebih baik seperti keyakinan kalian.&lt;br /&gt;Masih dalam pahaman kalian, "kemiskinan itu tidak  bisa dilenyapkan karena tidak mungkin ada orang kaya kalau tidak ada orang miskin, begitupun tidak ada rendah kalau tidak ada tinggi, juga tidak akan mungkin ada kebaikan kalau tidak ada keburukan" seperti itu kan  pahaman kalian ! jadi kita memang berbeda karena kalian miskin maka aku kaya, karena kalian rendah maka aku tinggi, karena aku adalah kebaikan maka kalian adalah keburukan. Semua itu tak bisa dibantah karena kalian mencoba mengikuti dan menjadikan diriku dan orang-orang seperti diriku sebagai kiblat, rujukan, panutan, dan teladan yang layak diikuti. Dan sebagaimana dalam keyakinan kalian, oposisi biner ini tak mungkin dihilangkan ... ini lah aturan standar pahaman kalian, aku lebih suka menyebutnya dengan hukum alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Jangan berpikir aku sekarang sangat bahagia karena itu aku ingin melestarikan kondisi yang ada, tidak ! hidupku sekarang sangat suram dan menyedihkan karena kehadiran kalian yg membuat tanah ini menjadi hitam sehitam nasib kalian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;kenapa ?  kau jangan bertanya kenapa, ulah kalian yg menuntun kesederajatan telah memaksaku untuk menyerahkan apa yg menjadi hakku dan memaksaku memakan realitas yg kalian alami, aku pun sedih melihat kalian yg selalu menutup-nutupi ketidak bergunaan hidup kalian dengan ilusi-ilusi dan harapan-harapan kosong. Kalian lebih pantas mati dan itu akan membuatku lebih bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Jangan coba-coba samakan diri kalian dengan diriku, sekali lagi aku katakan "Aku Beda". Aku sangat berguna bagi kehidupan ini, harapanku adalah harapan kelangsungan kehidupan ini jadi wajar jika aku selalu dilindungi karena kehidupan ini sangat tergantung dengan diriku dan hidupku, inilah Intelektualitas Sejati. Keinginan beberapa orang-orang seperti kalian untuk melindungiku sama sekali bukan karena uang, kalau pun ada uang yg aku berikan pada mereka itu hanyalah ucapan terima kasih atas usaha mereka, jadi tidak usah iri dan berupaya mengumpulkan uang untuk membayar orang-orang dari kalangan kalian sendiri melindungi kalian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Ah ... kenapa kalian begitu memuakkan !&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;kalian pikir dengan  mencoba belajar di tempatku belajar, kalian akan bisa menyamai diriku, Intelektual Sejati ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;jangan bermimpi !&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Lihatlah diri kalian, kalian miskin, kalian bodoh, kalian bau, kehidupan kalian menjijikkan,  Kalian itu rendah, karena itu tidak mungkin akan sama dengan diriku. Kau pikir untuk apa  aku  bersusah payah menjaga kemurnian darahku ? itu semua agar garis pemisah antara diri kalian dengan diriku bisa jelas. Hey, kau jangan membuat kesimpulan karena pasti kesimpulan kalian salah. Pasti kalian menyimpulkan ini sangat rasial, SALAH ! itu salah, tapi sebenarnya ada betulnya juga jika kalian mencoba meluruskan pahaman kalian tentang rasis. Jika kalian juga mencoba membuka mata tentang kelas-kelas sosial maka tentu kalian akan melihat dengan jelas kesalahan pahaman kalian dan kalian akan melihat dengan terang benderang kebenaran yg aku katakan. Tapi sudahlah, kalian tentu tak akan sanggup memahami apa yg aku katakan, kalaupun kalian paham tentu hanya sedikit yg kalian pahami bahkan bisa saja kalian memahami dengan cara yang salah jadi sebaiknya kalian menerima apa yg aku katakan secara tekstual dan jangan ada interpretasi lagi, ya ... aku pikir itu lebih baik untuk kalian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Apakah kalian juga tahu bahwa akibat dari ulah kalian banyak orang seperti diriku yg harus hancur segala harapan-harapannya serta masa depannya yg telah dibangun berjuta-juta tahun dengan susah payah oleh para leluhur mereka yang seorang itelektual yang seorang pemimpin yang seorang pemuka spiritual yang seorang tokoh dalam masyarakat hanya karena orang tua mereka dan orang-orang yg mereka cintai teracuni pahamannya oleh kepicikan yang coba kalian sebar dan tanamkan. Sungguh aku yakin kalian tidak tahu karena seandainya kalian tahu maka tentu kalian tidak akan berulah dan akan menerima tanpa ada keraguan didalamnya kenyataan bahwa kita berbeda dan mengakui kami sebagai penjaga tatanan kehidupan beserta budaya-budayanya demi keharmonisan hidup ini. Ah ... memikirkan ini, lagi-lagi hanya membuatku sedih melihat kerendahan pahaman kalian, tapi ini juga membuatku marah karena kenyataan berkata lain ... kalian bangsat dan kalian berulah !&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Sekali lagi dan sekali lagi, aku ingatkan !&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;KESEDERAJATAN ITU TIDAK ADA, ITU CUMA LELUCON !&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Jadi berhentilah berulah !&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: italic; text-align: justify;"&gt;Bersambung ...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-1390248275456200735?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/1390248275456200735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=1390248275456200735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/1390248275456200735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/1390248275456200735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/10/d-ulu-memang-saya-simpatik-dengan.html' title=''/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-747134429378715304</id><published>2010-10-03T15:28:00.002+08:00</published><updated>2010-10-03T15:41:43.993+08:00</updated><title type='text'>Seperti</title><content type='html'>Seperti bunga yang kekurangan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            ya ... seperti itu lah kira kira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin seperti pohon yang tumbang karena tak tertebang&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;               ya ... itu sepertinya lebih tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu ... Seperti menanti kedatangan Godot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               ah ... ini kurang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bunga yang kekurangan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                             mungkinkah ini yang tepat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya sudahlah ... anggap saja seperti itu yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               tapi ketepatan itu hanya kemungkinan, ingat itu !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-747134429378715304?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/747134429378715304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=747134429378715304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/747134429378715304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/747134429378715304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/10/seperti.html' title='Seperti'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-7026583880905608621</id><published>2010-06-07T12:36:00.000+08:00</published><updated>2010-06-07T12:42:03.173+08:00</updated><title type='text'>Di Simpang Jalan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hai pak tua !  &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Bisakah kau menunjukkan padaku jalan pulang. Menurut orang-orang aku tersesat dan sekarang aku tak tahu jalan pulang. Apakah dirimu sebagai orang tua bisa menunjukkan padaku jalan pulang ?  Tapi ingat pak tua, jangan sekali-kali bicara moralitas kosong didepanku ! Aku sudah teramat sangat muak dengan semua itu. Kalau cuma persoalan moralitas mending kau tak usah berbicara sepatah kata padaku karena aku jauh lebih pandai membicarakan moralitas dari pada kau. Jadi jika jalan pulang yang kau tunjukkan tidak lebih dari anjuran moralitas maka lebih baik kau segera berlalu dari hadapanku sebelum aku penuhi mukamu dengan muntahku. Tinggalkan saja aku sendiri dalam ketersesatan sebagaimana yang dikatakan orang-orang. Kalau jalan pulang itu adalah moralitas kosong maka aku yakin dan teramat sangat yakin bahwa aku memang tersesat, tersesat dalam kebenaran yang teramat sangat sempurna. Jangan bengong begitu pak tua, ini biasa saja, jadi pergilah !!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;… … …&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kau … ya … kau anak muda !!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;lihat diriku dan lihat jalan di sisi kiri dan di sisi kanan ku, di depan dan di belakangku. Apakah aku memang tersesat seperti yang dikatakan orang-orang ? Sebelum kau menjawab aku ingatkan padamu bahwa sebelum dirimu, aku sudah bertanya pada seorang pak tua dan aku ingatkan padanya untuk tidak berkata sepatah katapun jika yang ingin dikatakan tidak lebih dari sekedar anjuran-anjuran moralitas kosong. Jadi seperti halnya pak tua, lebih baik kau segera pergi jika kau mau berbicara moralitas padaku karena jika kau tak segera pergi, jangan salahkan aku jika aku menendang bokongmu yang sama sekali tidak menarik. Hey … hey … jangan marah … masih teramat sangat banyak yang lebih pantas untuk menjadi objek kemarahanmu. Lihat di ujung sana, ya … pak tua itu. Dia lebih pantas untuk menjadi objek kemarahanmu. “Kenapa ?” kau masih bertanya “kenapa ?” … bodoh … kau betul-betul bodoh. Lihat dirimu, di mata pak tua itu kau tidak lebih dari seorang anak kecil yang tak tahu apa-apa, yang masih teramat sangat butuh bimbingan dari orang yang lebih tua. Dalam keyakinan pak tua itu, pikiranmu masih teramat sangat dangkal karenanya kau belum sanggup memahami semuanya, kau tidak lebih dari anak kecil yang selayaknya hanya mendengarkan dongeng-dongeng bercampur mitos warisan sejarah para leluhur pak tua itu. Marah … kau masih marah padaku ? Sudahlah … pergilah segera … pergilah ke pak tua di ujung sana atau pergilah kemana saja kau mau. Terserah ke mana kau akan pergi, yang jelas enyahlah dari jalanku karena kau sudah cukup menggangguku. Pergilah sebelum aku menghajar dan menendang bokongmu !!!   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;… … …&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Adik kecil, adik kecil kemarilah !!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;adik kecil, menurut orang-orang aku tersesat. Bisakah kau menunjukkan jalan pulang untuk ku ? Atau paling tidak ajaklah aku ketempat yang kau tuju. Tentu kau sedang menuju ke sebuah tempat bermain dimana di tempat itu telah berkumpul teman-temanmu yang menunggumu dan telah siap tuk bermain dan bersenang-senang serta bergembira. Jangan katakan padaku bahwa kau sedang tidak menuju ke tempat bermain. Jangan katakan padaku bahwa kau sedang menuju ke tempat yang diberi nama sekolah, tempat yang katanya disana kita dapat belajar banyak hal termasuk belajar menjadi manusia padahal tidak lebih dari penjara yang tidak jauh berbeda dari penjara abad ke 19 dimana disana ada orang-orang liar terpenjara yang berusaha dijinakkan, ada sipir yang selalu berusaha tampil berwibawa dengan lukisan kekejaman disetiap guratan-guratan wajahnya, ada hukuman untuk setiap pelanggaran aturan-aturan yang dibuat sepihak oleh orang-orang yang merasa diri lebih baik dan lebih beretika serta lebih manusiawi ketimbang mereka yang terpenjara. Adik kecil, tolong jangan katakan kau dalam perjalanan menuju sekolah !!!   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;… … … … … …  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;Kaka, aku cama cekali ta' paham apa yang kaka katakan. &lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;Aku juga ta' tahu apakah kaka tercecat atau tidak kalna itu aku ta' bica membantu menunjukkan jalan pulang, aku ta' tahu kaka dali mana mau ke mana. Maaf ya kaka.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;Kaka, aku halus cegela pelgi, campai jumpa kaka … daaaa kaka !!!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;… … …  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;Dimana aku ?  … … … &lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;Apakah aku tersesat ?  … … … &lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;tidaaaaaaaaak … … … &lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;… … … … … …&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tertulis jelas dalam headline sebuah koran lokal hari ini : Telah ditemukan sebuah bangkai manusia dewasa disalah satu perempatan jalan ibu kota. Menurut tim forensik kepolisian setempat, dari ciri-ciri yang ada bisa dipastikan bahwa bangkai itu adalah bangkai anak kecil yang hilang 27 tahun yang lalu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;… … …  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: italic; text-align: right; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Malam di sebuah rumah makan yang terbilang mewah yang berada tepat di jantung ibu kota.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: italic; text-align: right; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Akhirnya kasus raibnya anak seorang saudagar terkaya di kota ini, kasus terbesar 27 tahun lalu, berhasil terpecahkan hari ini. Ini suatu hal yang fenomenal karena itu sudah selayaknya untuk dirayakan dengan perayaan yang fenomenal seperti ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: italic; text-align: right; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Sementara perayaan dengan segala kemewahan berlangsung, di depan rumah makan mewah itu di sebuah warung kopi yang sangat sederhana tengah berlangsung pertemuan penting dihadiri beberapa anak muda berpenampilan urakan tapi ada juga beberapa yang penampilannya cukup rapi dan parlente. Pembicaraan mereka seputar rencana mengubah dunia dan agenda mendesak sealigus agenda pertama mereka adalah membunuh  semua pembohong yang merasa diri paling berhak menjadi pemimpin di dunia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-7026583880905608621?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/7026583880905608621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=7026583880905608621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7026583880905608621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7026583880905608621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/06/di-simpang-jalan.html' title='Di Simpang Jalan'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-668148100231397476</id><published>2010-04-30T11:37:00.003+08:00</published><updated>2010-05-07T20:46:20.505+08:00</updated><title type='text'>Mayday ... Mayday ... Mayday ...</title><content type='html'>29 April, yah hari ini tanggal 29 april dan itu berarti 2 hari lagi tanggal 1 Mei.&lt;br /&gt;1 Mei, Hari Buruh Sedunia !&lt;br /&gt;Entah sudah berapa tahun sejak pertama kali saya tahu bahwa 1 mei itu adalah hari buruh sedunia, aku sudah lupa kapan pertama kali aku tahu kalau hari buruh sedunia itu jatuh pada tanggal 1 mei. Kapan pertama kali saya tahu, saya pikir itu bukan lagi hal penting karena sekedar mengingat dan itu tidak lebih dari sekedar mengenang masa lalu yg jelas-jelas hanyalah basa-basi hidup yg berputar dalam pikiran.&lt;br /&gt;Masalah yg penting saat ini adalah keadaan diriku yg telah menjadi bagian langsung dari sistem perburuhan, aku saat ini telah menjadi sebuah bagian terkecil dari pabrik sosial yg telah merangkum dan menjadikan seluruh kehidupan sebagai bagian dari pabrik. Aku sekarang kerja, letih, butuh istirahat, dan rekreasi untuk meredam kemarahan pada sistem yang telah menjadikan seluruh hidupku tak lebih dari bagian dari kerja. Semuanya, ya semuanya. Bahkan istirahat dan rekreasi juga adalah bagian dari kerja, dimana istirahat dan rekreasi tidak lebih dari upaya mengembalikan tenaga untuk kerja esok hari ....&lt;br /&gt;......... ......... .........&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;sudah tanggal 7 Mei dan saya belum bisa melanjutkan catatan ini, ah ... mungkin ini bagian dari kerja (aku kelelahan hingga tak lagi mampu untuk sekedar melanjutkan catatan ini). Kalau seperti ini adanya baiklah ... saya cukupkan saja sampai disini catatan ini, sembari menebar mimpi-mimpi ... semoga hari esok masih ada yang bisa dijadikan harapan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;... .. .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-668148100231397476?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/668148100231397476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=668148100231397476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/668148100231397476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/668148100231397476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/04/30-april-yah-hari-ini-tanggal-30-april.html' title='Mayday ... Mayday ... Mayday ...'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-1930072799496601566</id><published>2010-04-18T18:05:00.000+08:00</published><updated>2010-05-02T12:19:25.287+08:00</updated><title type='text'>AMARAH SEORANG PEMBOHONG GILA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          Dunia ini hari kehari semakin menjengkelkan, semakin banyak omong kosong yg selalu dipaksakan untuk ditelan. Omong kosong berbau anyir darah dan nanah sisa luka-luka perjuangan sia-sia yang tak berujung. Belum lagi kepalsuan-kepalsuan dari kesenangan semu yang semakin banyak berceceran disetiap jalan-jalan kehidupan bahkan sampai ke lorong-lorong kumuh tak bertuan. Anjing-anjing pun semakin nyaring lolongannya hingga bukan lagi ketakutan atau kengerian yg dihasilkan melainkan kemarahan yang memuncak hingga titik didih yang siap meledak kapan saja. Dunia ini betul-betul semakin mirip dengan orang tua renta yang selalu berkhotbah tentang kebijaksanaan pahamannya hingga mengerdillah anak-anak yang berhasrat liar dalam kerangkeng moralitas yang tak lebih dari budak sebuah hutang sosial warisan leluhur yg diterima tanpa melalui proses penawaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-style: italic;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sebuah jalan kehidupan yang terus berbicara banyak tentang keterlepasan atas ikatan dunia namun terus pula meratapi dunia yang seolah meninggalkannya, sebuah lawakan yang tidak lucu tapi  memuakkan yg membuat keinginan muntah tak tertahankan. Aku yang terus menjadi bagian dari dunia dan kehidupan adalah juga sebuah hal yang memuakkan hingga tak salah jika aku benci pada diri sendiri yang sungguh sangat  lemah untuk berkata tidak pada semua yang tertangkap indra. Diriku yang juga masih menjadi bagian dari dunia dan kehidupan ini juga adalah bagian dari lawakan murahan yang tertawa pada hal-hal yang sebenarnya memuakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          &lt;/span&gt;          Semakin lama hidup semakin banyak alasan yang akan membenarkan mengapa pantas untuk berkata “tak ada lagi kebaikan dalam diri ini yang mejadi bagian dari kehidupan yang memuakkan”. Pertanyaan “apakah hidup ini pantas dijalani atau tidak ?” tentu tak lagi susah untuk dijawab. Secercah harapan didasar kotak pandora tampaknya tak cukup lagi untuk mengusir semua mahluk-mahluk iblis yang terus memburu nurani kemanusiaan. Pahlawan pun sudah lama terduduk lesu di bawah pohon-pohon bunga kamboja perkuburan yang diperuntukkan untuk mereka yang telah mengabdikan jiwa dan raga untuk sebuah perjuangan omong kosong atas sesuatu yang sangat naif, mereka terduduk lesuh dan membungkus dirinya dengan panji-panji persatuan yang kotor dan dekil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          &lt;/span&gt;          Bahkan untuk sekedar membicarakan hal memuakkan ini, seluruh isi perut seolah diaduk-aduk hingga seluruh isinya ingin keluar menjadi muntahan yang menjijikkan, sebuah kondisi yang membuat kebodohan menjadi nyata senyata rabaan kemaluanmu di pagi hari yang tak pernah jelas tujuannya. Kebodohan … hahahahahahaha … kebodohan yang menjadi nyata seiring keinginan tuk senantiasa terlihat pintar dan cerdas. Mengangkangi norma-norma yang sama sekali tak berarti, inilah dunia saat ini. Sebuah dunia yang sangat memuakkan namun membuat para badut ingin terus hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          &lt;/span&gt;          Inilah monologku yang tak lebih dari salah satu hal yang mungkin membuat badut-badut tertawa saat membacanya. Itu tak mengapa, tapi jangan berbicara baik dan buruk beserta segala penilaian benar dan salah karena hanya akan melahirkan klaim suci diantara keduanya. Ini tidak lebih dari simbiosis mutualis Tuhan – Manusia – Iblis, caci makiku demikian pula adanya tidak lebih dari hubungan saling melengkapi antara aku dan kehidupan serta kalian yang membuatku muak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah aku ungkapkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          &lt;/span&gt;          Aaaaah … aku memang tidak lebih dari seorang pembohong yang tak tahu berterima kasih dan selalu bertopeng kebencian pada semuanya, padahal kebencian itu tidak lebih dari kebencian pada diri sendiri yang terlalu lemah dan terlalu bodoh untuk sekedar menjalani hidup secara biasa-biasa saja. Jadi sudahlah, anggap saja ini sebagai ocehan seorang pemabuk dipinggir jalan atau gerutuan seorang gila yang tak pernah kita pahami apa yang dia pikirkan dan dia lihat hingga mampu memakan remahan-remahan roti basi yang dipungutnya di tempat sampah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-1930072799496601566?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/1930072799496601566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=1930072799496601566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/1930072799496601566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/1930072799496601566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/04/amarah-seorang-pembohong-gila.html' title='AMARAH SEORANG PEMBOHONG GILA'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-8518239919306646774</id><published>2010-04-03T00:21:00.000+08:00</published><updated>2010-04-03T00:22:24.581+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/S7YZsAnlxnI/AAAAAAAAAHA/0_QPdsmGIFc/s1600/icarus_edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 345px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/S7YZsAnlxnI/AAAAAAAAAHA/0_QPdsmGIFc/s400/icarus_edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455576242476926578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-8518239919306646774?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/8518239919306646774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=8518239919306646774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8518239919306646774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8518239919306646774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/04/blog-post.html' title=''/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/S7YZsAnlxnI/AAAAAAAAAHA/0_QPdsmGIFc/s72-c/icarus_edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-3384994951060266661</id><published>2010-03-19T13:45:00.000+08:00</published><updated>2010-03-19T13:53:03.297+08:00</updated><title type='text'>K . E . H . I . D . U . P . A . N</title><content type='html'>Semalam aku bertemu Rembulan,&lt;br /&gt;dan dia berkata padaku bahwa mentari telah meng&lt;span style="font-style: italic;"&gt;khianat&lt;/span&gt;inya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi aku bertemu Mentari,&lt;br /&gt;dan dia bercerita padaku tentang rembulan yg telah me&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lupa&lt;/span&gt;kannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua hari yg lalu aku bertemu Kegelapan,&lt;br /&gt;dan dia mencurahkan isi hatinya tentang terang yg &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meninggal&lt;/span&gt;kannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku bertemu Terang,&lt;br /&gt;dan dia menanyakan dimanakah kini kegelapan ber&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ada&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku bertemu dengan Diriku&lt;br /&gt;dan dia berkata dengan sedih "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ah ... kehidupan&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lalu dia tertawa terkekeh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencemooh aku&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-3384994951060266661?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/3384994951060266661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=3384994951060266661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3384994951060266661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3384994951060266661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/03/k-e-h-i-d-u-p-n.html' title='K . E . H . I . D . U . P . A . N'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-5324152313706076360</id><published>2010-03-04T09:38:00.000+08:00</published><updated>2010-03-07T20:27:42.100+08:00</updated><title type='text'>Menjadi Tidak Menjadi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;dalam ketiadaan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;awal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;akhir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bergerak maju ke titik mati meninggalkan diam. Mencapai surga ketiadaan bersama kedirian yg bukan aku. Tak bersayap capai langit tak bertepi, bersatu bersama awan kecil putih dan hitam jadi bagian penghidup bumi yg semakin renta. Seperti awan yg terus bergerak seiring angin dan badai, menjadi bagian dari panasnya terik mentari dan dingin serta basahnya hujan dan badai.&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Sayap putih dan halus malaikat yg jadi bagian dari diri hancur terburai ...&lt;br /&gt;bukan terkoyak terserang tapi terlalu rapuh&lt;br /&gt;untuk sekedar memeluk kehidupan dengan sayap&lt;br /&gt;yg putih dan halus namun rapuh. Tapi ketak bersayapan justru membuat diri terasa ringan, terbang bebas menjadi satu diantara helai-helai bulu sayap yg melayang dan terbang bebas lepas dari tubuh. Melayang dan terbang bebas tanpa pernah terikat dalam sebuah ketentuan berpola yg kerap membatasi dan menciptakan ke-aku-an yang tak lebih dari sebuah&lt;br /&gt;omong kosong peradaban.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi dalam ketiadaan kondisi awalan dan akhiran, karena awal adalah akhir dan akhir adalah awal dalam lintasan kepulangan abadi dalam doktrin kosmos. Dimana keberadaan ada menjadi tak ada, musnah dalam sebuah ketiadaan yang niscaya. hancur dalam setiap daya menjadi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;diri dengan sebuah ke-aku-an hingga akhirnya musnah tak bersisa ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;... bersambung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-5324152313706076360?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/5324152313706076360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=5324152313706076360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5324152313706076360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5324152313706076360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/03/menjadi-tidak-menjadi.html' title='Menjadi Tidak Menjadi'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-8673257213314143788</id><published>2010-02-24T20:11:00.000+08:00</published><updated>2010-02-24T20:35:24.010+08:00</updated><title type='text'>Sebuah Catatan Refleksi Tahunan Yang Terlambat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam tanggal 21 januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tanggal 1 januari telah berlalu 20 hari, &lt;br /&gt;mungkin belum terlambat* untuk sekedar menegok ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt;   Malam ini ku coba menguraikan perjalanan hidup yang telah lalu dalam sebentuk peta geografis tiga dimensi imajiner. Terlihat sebuah kepulauan yg sangat kecil akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama akan terlihat tanda-tanda daerah pulau yg dulunya berupa bagian daratan pulau namun kini telah terbenam menjadi bagian dari dasar laut. Pulau kecil itu lengkap sebagai pulau, ada bagian yang berbunga, ada bagian yang gersang, ada bagian yang berair jernih, dan ada bagian yang berlumpur kotor dan menjijikkan. Setiap bagian akan terlihat sebagaimana adanya, daerah berbunga, daerah gersang, daerah berair, dan daerah berlumpur. Semua nampak asri dan sudah menjadi bagian-bagian yg saling melengkapi dengan berada di daerahnya masing-masing, tapi coba perbesar gambarnya. Akan terlihat bahwa daerah berbunga tidak lebih dari kumpulan bunga-bunga yg saling berjarak dan dibeberapa tempat yang menjadi jarak antar bunga ada genangan air dan ilalang serta tanah becek berlumpur di bebarapa bagian dibawah bunga-bunga yg tak terkena sinar mentari. Begitupun di daerah yang gersang, jika diamati dengan teliti disitu ada bunga-bunga ilalang yang melayang-layang tertiup angin, ada tanaman berduri menyimpan air yang dengan sedikit pengetahuan dapat dijadikan sumber air bagi para pengembara yang kehausan. Di daerah berair dan berlumpur pun jika kita perhatikan dengan seksama akan nampak betapa kedua daerah itu tidak lebih baik dari daerah yang lain, menipu dan hanya sekedar fatamorgana. Dari peta ini juga akan terlihat pepohonan yang tumbuh secara tak berpola dibeberapa bagian. Semua pohon tumbuh dan mati begitu saja. Pohon yang mati tumbang begitu saja dan batang-batangnya tergeletak begitu saja saling lintang melintang. Binatang, yah tak ada binatang yang tampak karena semua hanyalah binatang yang tak sanggup melihat silaunya sinar mentari hingga mereka harus pasrah tinggal dalam gua-gua dan hanya melihat, menikmati, dan memuja cahaya bulan yang muncul ketika langit malam tak berawan. Binatang dipulau ini akan terlihat jika sisi malam peta ini yang dibuka. Sebuah sisi gelap dan suram namun indah serta teramat romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pulau kecil kehidupanku yang terlihat dari peta geografis tiga dimensi. Yang terlihat baru sebahagian kecil dari detail-detail pulau ini, namun itu sudah lebih dari cukup untuk memberi label aneh pada pulau ini. Pulau ini sebaiknya memang hanya dilihat secara garis besar dan dilihat dari jauh agar terlihat betapa indah pulau ini dengan bagian-bagian yang saling melengkapi hingga nampak bagai nirwana di dunia. Tak ada kebaikan mengenal pulau ini lebih detail karena hanya keanehan yang akan nampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, bagian-bagian yang sangat banyak tenggelam mungkin memunculkan pertanyaan “mengapa begitu banyak bagian dari pulau ini yang tenggelam dan menjadi bagian dari dasar laut ?” jawabannya sama sekali tak ada hubungannya dengan cerita kehebatan daratan atlantis yang terbenam ke dasar samudra, banyak bagian pulau ini yang tenggelam karena memang pulau ini hanya endapan-endapan lumpur yang sangat banyak hingga ketika volume air laut menurun maka tampaklah pulau ini. Karena pulau ini muncul hanya karena volume air laut yang menurun maka wajar jika pulau ini akan tenggelam kembali secara perlahan bersama naiknya volume air laut. Pulau ini pun sangat rentan terhadap bencana alam mulai dari air, udara, tanah, dan api. Kerentanan bencana ini pulalah yang menjadi salah satu penyebab banyak bagian dari pulau ini yang terendam dan menjadi bagian dari dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau kecil kehidupanku ini memang aneh, wajar kemudian jika tak ada satupun manusia yang sudi tuk berlama-lama atau sekedar mencoba hidup di pulau ini, dan kalau pun pernah ada beberapa manusia yang mencoba tinggal di pulau ini, pasti mereka tidak lama, pasti mereka telah pergi meninggalkan pulau ini yang memang tidak pantas untuk dijadikan tempat hidup dan menetap. Pulau ini bagi mereka pasti hanyalah tempat belajar tentang keanehan-keanean yang mungkin unik bagi mereka dan tidak mereka temukan ditempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peta geografis tiga dimensi kehidupanku, inilah uraian perjalanan hidupku.&lt;br /&gt;Ah ... aku tak berdaya  mengubah apapun biarlah semuanya begini hingga tiba saatnya menghilang tenggelam di dasar samudra menjadi bagian yang dingin dari kerak bumi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;21 Jan 2010 / 01:35:45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* dari judul nassami terlambatnya ... huahahahahahaha &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://statics.plurk.com/92b595a573d25dd5e39a57b5d56d4d03.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 40px; height: 25px;" src="http://statics.plurk.com/92b595a573d25dd5e39a57b5d56d4d03.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-8673257213314143788?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/8673257213314143788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=8673257213314143788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8673257213314143788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8673257213314143788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/02/sebuah-catatan-refleksi-tahunan-yang.html' title='Sebuah Catatan Refleksi Tahunan Yang Terlambat'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-912305792699958544</id><published>2010-01-13T15:10:00.000+08:00</published><updated>2010-01-13T15:31:09.023+08:00</updated><title type='text'>KARAT - KOIL Album Self Titled</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;aku berkarat seperti besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;setengah mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;hidupku belum berarti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;simpan dalam hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;menghisap malam kelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;menatap langit jingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terasa sangat gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terhenyak diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;tenggelam dalam gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terbenam lumpur yang pekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;sia sia bohong belaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;tua renta hina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;aku berkarat seperti besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;seakan mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;hidupku tidak berarti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;mengubur cita cita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;tertawa langit jingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;tertindas alam kejam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terserap hitam kelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terhenyak diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terbenam sia sia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terbenam sia sia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terbenam sia sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://hujan-musik-indonesia.blogspot.com/2009/07/koil-self-title-1996.html"&gt;Download Album Self Titled - Koil&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-912305792699958544?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/912305792699958544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=912305792699958544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/912305792699958544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/912305792699958544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/01/karat-koil-album-self-title.html' title='KARAT - KOIL Album Self Titled'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-129930006835507258</id><published>2010-01-12T14:28:00.000+08:00</published><updated>2010-01-14T10:21:37.863+08:00</updated><title type='text'>KEJUJURAN PENGHABISAN</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Ini adalah kalam terakhir yang melesat dari kerongkongan terpicu nafas penghabisan. Meninggalkan seonggok tulang berbalut otot-otot kekar mengokohkan tubuh tuk tetap berdiri kosong. Masih tetap kan selalu berkata-kata dalam sabda kosong kebohongan yang hadirkan sejuta kenormalan bersanding senyum manis nan bahagia para tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan pernah kan kau liat rajah-rajah beralirkan darah laksana bangkai lawan para keluarga pandawa yang tertembus jutaan anak panah arjuna. Cupitlah yg tersenyum, anak panah cupit-lah yang melesat mengenai jantung hingga kematian yang hadir namun tak tampak sebab kepolosan serta keluguan cupit mengabuti kematian dalam cinta kasih seorang ibu pada anaknya. Karena itu nyawa tak pula pernah terlihat meregang sebab tak ada hati yang menerawang jauh wawasan abstark hal tak terindrai. Erangan, rintihan, ringisan, tangisan, sedu sedan tak  terdengar atau bahkan untuk sekedar terlihat sebab indra telah lama tertutupi sampah-sampah kehidupan. Sebab indra tak lagi menangkap  setiap isyarat maka rasa jauh dari kehadirannya. jika rasa ada maka tak lebih dari sekedar rasa  sebiji permen atau coklat atau minuman  bersoda dengan kadar alkohol nol persen. Itulah yang kan dihadirkan rasa ketika dia ada bersanding tubuh zombie yang seelegan frankenstein yang beradab susila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ini berakhir maka akan hadir kesulitan tuk membedakan ini, itu dan sebelum-sebelumnya dengan kebohongan yang akan hadir kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat itu tiba maka tak ada yang salah, karena kesalahan tidak lebih dari upaya menghadirkan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu, kini dan yang akan datang tak boleh hadir bersamaan, harus ada pilihan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;masa kini yang terpenjarakan oleh masa lalu &lt;/span&gt;ataukah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; masa lalu yang tertikam mati oleh masa kini dan yang akan datang&lt;/span&gt;". Silahkan memilih sesuai selera, anggap saja kedua pilihan itu deretan pilihan menu dalam hidangan penutup pesta topeng helloween.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kalam terakhir yang melesat keluar dari kerongkongan terpicu nafas penghabisan. Yang kelak kan berubah jadi satu dari sekian banyak bongkahan api kebohongan dajjal dipenghujung kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-129930006835507258?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/129930006835507258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=129930006835507258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/129930006835507258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/129930006835507258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/01/kejujuran-penghabisan.html' title='KEJUJURAN PENGHABISAN'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-5167542359220370258</id><published>2010-01-03T17:32:00.001+08:00</published><updated>2010-01-03T17:32:53.419+08:00</updated><title type='text'>Ah ... ternyata aku yang terlalu picik</title><content type='html'>Aku pikir aku yang paling bermasalah, masalahku seolah-olah adalah masalah yang sangat besar. Ternyata aku salah, masalahku sama sekali bukanlah masalah kalaupun masalah itu hanyalah masalah sepeleh yag tidak berarti. Tak ada masalah dalam sesuatu yang tak berasa kalaupun terasa itu hanyalah sebuah kenikmatan dari sebuah rasa sakit yg ternikmati jadi jelas itu bukan masalah kalaupun ingin dipaksakan menjadi sebuah masalah maka itu tidak lebih dari masalah kenikmatan. Aku hanyalah sebongkah bara api yang masih menyala dan sewaktu-waktu dapat saja berubah menjadi api yang berkobar-kobar penuh semangat dan gejolak. Sementara dirimu yg tampak anggun ternyata sebatang lilin yang mencoba terus berpijar dengan melelehkan diri hingga suatu saat padam dan musnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dariku, kau yang bermasalah dan memang kau lah yang lebih pantas bermahkotakan belukar duri kesedih bukannya aku. Hanya saja aku yang terlalu picik untuk sekedar memahaminya dari awal. Kesedihanmu memerlukan lebih banyak lagi kesenangan untuk membuatmu sesering mungkin tertawa dan tersenyum agar tidak melarutkan orang lain dalam kesedihanmu. Luka dan memar yang kau peroleh dari pertempuran-pertempuran sengit memerlukan kesenangan-kesenangan agar tak ada tangis atau sekedar ringisan dari rasa sakit dan nyerih. Kau terlihat riang, ya ... itulah yang membuatmu tak terlihat berluka dan menipu orang-orang hingga orang-orangpun terlihat riang dan bahagia bersamamu. Keriangan orang-orang itu yang kemudian menyapu luka-luka dan memar-memarmu hingga kau pun dapat terus berdiri dan berjalan mendatangi medan-medan pertempuran selanjutnya meski kau tahu bahwa luka dan memar-mu belumlah sembuh dan menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahahahahaha ... terlalu menggurui ... memang, tapi sudahlah ...&lt;br /&gt;mari mencoba untuk terus berpijar meski suatu saat kita akan padam dan menjadi abu yang akhirnya hilang dan terlupakan tertiup angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;(rock)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-5167542359220370258?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/5167542359220370258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=5167542359220370258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5167542359220370258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5167542359220370258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2010/01/ah-ternyata-aku-yang-terlalu-picik.html' title='Ah ... ternyata aku yang terlalu picik'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-4204902608599013430</id><published>2009-12-17T13:38:00.000+08:00</published><updated>2009-12-17T14:50:37.575+08:00</updated><title type='text'>Elegi Tengah Laut</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tertulis dibawah awan mendung dan ancaman badai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SynO3McomdI/AAAAAAAAAGs/JsAFBR0gm5Q/s1600-h/lv_luv026.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SynO3McomdI/AAAAAAAAAGs/JsAFBR0gm5Q/s400/lv_luv026.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416087474519185874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ah ... kenapa kau baru datang sekarang saat kapal-kapal telah berlayar meninggalkan dermaga menyusuri samudra luas tak bertepi, seandainya kau datang 1, 2, atau 3 tahun yang lalu tentu ceritanya akan berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jika kau datang lebih cepat tentu kau telah ikut berada di tengah-tengah samudra luas menantang gelombang dan badai atau sekedar menikmati kesunyian laut tenang. Memangnya kau dimana selama ini ? Kenapa aku tak pernah melihatmu padahal kita hidup di kampung yang sama, kampung yang cukup mengajarkan saya banyak hal. Kampung yang berada ditengah-tengah tanah yang sangat memuakkan hingga anjing kurapan pun enggan hidup. Atau mungkin aku yang terlalu sibuk sekedar hanya meratapi setiap jengkal tanah dan setiap bulir-bulir air mata yang menetes serta mengering di tanah terkutuk ini hingga aku tak pernah melihatmu hadir disalah satu sudut dalam ceruk-ceruk kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ... kenapa 1, 2, atau 3 tahun yang lalu kau tak menyapa diriku untuk sekedar mengajakku meluangkan waktu untuk bercerita tentang hingar bingar pembuatan perahu-perahu. Sekarang layar perahu telah terkembang ditengah samudra luas dan bergerak menuju pulau impian para pelaut yang keberadaannya tidak jelas yang membuat para pelaut berlayar menyusuri samudra dalam ketidak jelasan, hingga suatu saat harus terkubur bersama kapalnya yang karam di dasar samudra yang gelap. Atau mungkin jika sedikit beruntung dia akan mati dipulau terakhir yang disinggahi atau kalau lagi sangat sial mati dikapal dan bagai bangkai atau sisa makanan atau kotoran mayatnya dibuang kelaut oleh anak buah kapal yang baik yang ingin melanjutkan pencarian pulau impian tanpa terbebani mayat seorang pelaut sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak usah bersedih, karena seingatku masih ada sebuah perahu kecil tertambat di dermaga yang enggan dipakai oleh pelaut yang lain karena sangat sederhana. Cobalah segera kesana karena saya yakin tak ada yang akan mengembangkan layar perahu itu. Tak usah bersedih hanya karena perahu kecil sebab sayapun hanya menggunakan perahu kecil, memang agak sedikit besar dari perahu yang tersisa di dermaga namun perahuku telah penuh lubang disana sini karena ketololanku hingga menghantam karang yang tak terlihat di permukaan air. Dibeberapa bagian kapalku juga mulai rapuh dimakan usia dan termakan rayap. Berlayar, yah ... aku yakin kau bisa berlayar dengan perahu itu tapi jangan terlalu berharap karena di laut harapan semu adanya, sesemu impian-impian karena lautan tak tertebak semua bisa terjadi dan semua bisa tidak terjadi. Semua bisa diketahui kalau layar telah terkembang dan laut disisir setiap detailnya karena itu segeralah ke dermaga bentangkan layar dan bergeraklah ke ujung cakrawala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau tak berhenti dan terus berlayar menuju kaki langit dimana matahari terbenam maka mungkin suatu saat kita akan bertemu. Entah itu ditengah samudra di bawah ancaman badai ataupun di sebuah pulau yang entah dimana. Kemungkinan yang lain adalah kita bertemu di dasar lautan gelap ditempat dimana kapal kita sama-sama karam dan terkubur disana.&lt;br /&gt;Berlayarlah agar  setiap ketidak mungkinan bisa menjadi sebuah kemungkinan hingga mungkin suatu saat ruang-ruang ketidak mungkinan menjadi tidak mungkin lagi adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau harus berharapan mungkin hanya itulah harapan yang mungkin bisa mengubah cerita yang tentu berbeda seandainya kita bertemu 1, 2, atau 3 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ... ini memang hanya kemungkinan yang mungkin jika kau berlayar meski tak akan ada yang bisa menebak akhir dari pelayaranmu dan pelayaranku ditengah samudra luas tak bertepi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kau tentu cukup cerdas untuk memahami semua ini ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="width: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://sisipush.blogspot.com/"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_IGtR8LSVqzI/SynIIFckuCI/AAAAAAAAAGY/JoQoZzfd87s/s800/senja%20di%20brantas3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;"&gt; &lt;a href="http://sisipush.blogspot.com/"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-4204902608599013430?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/4204902608599013430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=4204902608599013430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4204902608599013430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4204902608599013430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/12/layar-terkembang.html' title='Elegi Tengah Laut'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SynO3McomdI/AAAAAAAAAGs/JsAFBR0gm5Q/s72-c/lv_luv026.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-7166042461556080230</id><published>2009-11-19T15:52:00.000+08:00</published><updated>2009-11-20T01:59:31.306+08:00</updated><title type='text'>impian ...oh ... impian</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku sebenarnya tak pernah peduli dengan impian-impianku yang terus berloncatan dari satu impian ke impian lainnya seiring berubahnya linkungan dan pergaulanku. Dari impian konyol menjadi seorang polisi (konstruksi orang tua-ku sewaktu kecil) hingga impian-impian fantastis seorang anak muda.&lt;br /&gt;Akibat sebuah novel, impian-impian itu kembali bermunculan dalam slide-slide di pikiranku. Berjalan dan terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah impian lama kembali mengambil ruang yang cukup besar, menyita konsentrasiku hingga aku menuliskan catatan sampah ini. Impian sederhana seorang anak kecil yang terus mencoba menyalurkan hasrat dan kreatifitasnya. Bukan impian fantastis yang butuh rekayasa sosial yang rumit dan berbelit-belit, hanya keberanian dan rasa percaya diri yang dibutuhkan tidak lebih tidak kurang. Meski termasuk konyol tapi ini murni, keluar begitu saja bersama talenta. Sebuah impian yang hancur berantakan akibat desakan realitas, namun tak musnah dan sekarang dia kembali hadir menggelitik nakal pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ... impian itu sudah berkali-kali mencoba muncul ke permukaan, namun berkali-kali pula karam begitu saja mungkin karena terlalu banyak tersusupi realitas dan saling berebut ruang dengan impian-impian lainnya. Ah ... impian itu .........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;........................................................&lt;br /&gt;........................................................&lt;br /&gt;........................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SwT8GFtno3I/AAAAAAAAAE0/AKAJKy5YjF0/s1600/Untitled.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 337px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SwT8GFtno3I/AAAAAAAAAE0/AKAJKy5YjF0/s400/Untitled.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405722634294371186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aaaaargh... setan terkutuk !... catatan sampah !... anjing kurapan !... ini muncul hanya karena sebuah novel, dasar tak berguna. Orang lemah yang mudah terkondisikan, berubah sesuai dengan ruang dan waktu serta hanyut begitu saja hanya karena impulse-impulse keparat di luar diri. Tak ada yang salah dengan semua yang terjadi, akulah yang salah ... aku terlalu goblok dan tolol hingga menjadi sampah bersama catatan sampah ini.&lt;br /&gt;Aku siapa ? Aku bukan apa-apa, lalu kenapa aku berharap apa-apa. Karena aku bukan apa-apa maka seharusnya aku pun juga tak berharap apa-apa. Seharusnya aku menjadi apa ada saja, tak ada rekayasa tak ada manipulasi ... berjalan apa adanya seperti angin yang berhembus dengan alamianya, kadang menyejukkan memang dan kadang pula menghancurkan ... itulah ke-alami-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anjrit ... !!!  Taik !!! Hueeek !!! &lt;br /&gt;&lt;a href="http://dee-55days.blogspot.com/"&gt;Terkutuklah kalian para agen-agen neptunus !!!&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*di tulis dalam keadaan hati dan perasaan masih luluh lantak akibat sebuah novel setan dan pelem setan yang menjadi inspirasi dari novel setan itu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-7166042461556080230?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/7166042461556080230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=7166042461556080230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7166042461556080230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7166042461556080230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/11/impian-oh-impian.html' title='impian ...oh ... impian'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SwT8GFtno3I/AAAAAAAAAE0/AKAJKy5YjF0/s72-c/Untitled.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-8865476053991955366</id><published>2009-09-15T21:34:00.000+08:00</published><updated>2009-09-15T21:39:14.796+08:00</updated><title type='text'>PERNAH !!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pernahkah kau merasa sendiri ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bak sebatang ilalang di tengah rumpun bunga-bunga nan elok di sebuah taman kota yang tak terurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pernahkah kau merasa sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bak kecoak sakit di tengah tumpukan sampah dan dedaunan kering yang siap dibakar sebelum hujan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pernahkah kau merasa sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bak seekor tikus yang sekarat terinjak ribuan kaki orang-orang yang sedang berperang melawan takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pernahkah kau merasa sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bak sebatang ilalang atau seekor kecoak sakit, atau seekor tikus yang sekarat, atau seperti sebiji krikil dijalanan yang selalu siap ditendang oleh siapa saja yang melintas dijalan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah kau merasa sendiri ?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-8865476053991955366?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/8865476053991955366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=8865476053991955366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8865476053991955366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/8865476053991955366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/09/pernah.html' title='PERNAH !!!'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-4451761467302246543</id><published>2009-08-16T15:32:00.000+08:00</published><updated>2009-08-16T16:12:18.093+08:00</updated><title type='text'>..........................</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;k-e-h-i-d-u-p-a-n&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kotor dan menjijikkan ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesan suram sangat jelas dan nampak tak tersirat. Tak ada kebaikan yang bersinar dan kejahatan juga tak tampak. Letupan-letupan kecil kadang muncul menandai ada kehidupan yang sementara bertarung melawan kematian. Tak ada gerak yang berarti namun gerak itu pasti ada diantara ketenangan yang pasti. Meski kotor dan menjijikkan, unsur hidup dan mati tetap pasti di dalamnya. Terus saling berebut ruang yang tak pernah jelas batasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap ada air dan ada tanah, tetap ada angin dan ada api, namun kadar mereka yang berbeda. Ada yang mendominasi meski itu tidak berada dalam stagnan karena tetap ada gerak di dalamnya meski tak terlihat dengan jelas. Walau semua tetap ada di dalamnya namun kehidupan kerap menghindarinya. Hidup selalu mencari ruang dimana dia bebas untuk bergerak meski dengan begitu mati pun akan bebas bergerak seiring bebasnya hidup bergerak. Dalam ruang yang bebas semuanya bebas bergerak termasuk penginjak-injakan dan penikam-nikaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo ... terlihat diam tak bergerak, menurut beberapa teori ... inilah yang menjadikannya kotor dan menjijikkan. Benar, ini memang kotor dan menjijikkan. Itu tak dapat dipungkiri. Namun lihatlah, beberapa kehidupan masih ada didalamnya terus berusaha bertarung melawan diam yang kan membuatnya mati. Walau mati itu pasti baginya namun kemungkinan hidup pun tetap ada diantara mati karena disini semuanya ada dan semua terus bertarung berebut ruang tak berbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kotor dan menjijikkan namun ketika badai datang membawa butiran-butiran air maka semua akan menjadi berbeda. Semua akan menghilang, larut dalam badai, bergabung dengan gelombang-gelombang kecil menuju samudra lepas dimana semuanya kan menjadi tak ada karena semuanya telah mengada dalam kapasitas dan ruang masing-masing. Saling mendukung antar sesama, menciptakan apa yang pantas dan memang harus diciptakan. Tak ada lagi hidup, tak ada lagi mati. Namun itu nanti ketika badai datang, dan saat ini yang pasti adalah disini semuanya memang kotor dan menjijikkan tapi tetap ada letupan-letupan kecil yang menandakan ada hidup yang sementara bertarung untuk sekedar bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kotor dan menjijikkan ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kini perlahan aroma busuk hadir mengambil ruang dalam udara dan hembusan angin. Ini pertanda bahwa sebuah kehidupan telah merengang nyawa dalam gerak dan perjuangan sia-sianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini lengkaplah sudah, &lt;br /&gt;Kotor dan menjijikkan serta beraroma busuk.&lt;br /&gt;Ini kerap terjadi sebelum badai datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-4451761467302246543?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/4451761467302246543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=4451761467302246543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4451761467302246543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4451761467302246543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/08/ke-hidup.html' title='..........................'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-5586412718823449755</id><published>2009-06-23T13:47:00.000+08:00</published><updated>2009-06-29T13:36:24.981+08:00</updated><title type='text'>Demi Hidup !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SkB08uzuSdI/AAAAAAAAAEA/wsyZDKURH9I/s1600-h/agung-tato-suryanto-sby-a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SkB08uzuSdI/AAAAAAAAAEA/wsyZDKURH9I/s400/agung-tato-suryanto-sby-a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350404944022096338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kita yang mennghindari kematian, bahkan ada yang mencoba lari dari kematian dengan bersusah payah menghambat ke-tua-an (mereka menghambat ke-tua-an sebab ke-tua-an adalah jalan pasti menuju gerbang kematian). Mereka merasa berhasil menunda ke-tua-an yang berarti menunda kematian, yah benar, mereka berhasil menunda ... tapi hanya menunda dan suatu saat pasti mereka tidak akan pernah bisa menghindari kematian, suatu saat kematian pasti akan datang bersama rasa sakit yang sangat/lebih menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang-orang tidak memperlakukan kematian sebagaimana mereka memperlakukan kelahiran dan pernikahan. kelahiran dan pernikahan selalu disambut dengan penuh cinta kasih, lantas kenapa kematian tak pernah disambut dengan cinta kasih ? kelahiran dan pernikahan selalu dicari dan didekati, lalu mengapa kematian mereka hindari ? kenapa kematian selalu ditampilkan dalam sosok seorang perampok tak berbelas kasih yang siap mencuri apa yang kita miliki ? padahal "kehidupan takkan pernah ada jika kematian tak ada" susah untuk dipungkiri, atau mereka menolak itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ? kenapa ? Kenapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan pada kematian adalah kecintaan pada hidup ... ... ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-5586412718823449755?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/5586412718823449755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=5586412718823449755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5586412718823449755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5586412718823449755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/06/demi-hidup.html' title='Demi Hidup !!!'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SkB08uzuSdI/AAAAAAAAAEA/wsyZDKURH9I/s72-c/agung-tato-suryanto-sby-a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-284186622728127570</id><published>2009-02-19T16:19:00.000+08:00</published><updated>2009-02-19T16:25:05.624+08:00</updated><title type='text'>HITAM, LILIN &amp; DIRIKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SZ0W9gUhJFI/AAAAAAAAACc/GTk5ftkdrww/s1600-h/632172_candle_light.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SZ0W9gUhJFI/AAAAAAAAACc/GTk5ftkdrww/s400/632172_candle_light.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304421182016136274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ku dapati diriku kembali terhempas disudut ruangan hampa nan gelap, yang ada cuma diriku dan hitam yang teramat sangat pekat. Walau telah ku nyalakan sebuah lilin sisa dari ritual pemujaan namun cahayanya tak mampu mengusir pekatnya hitam yang menyelimutiku. Hitamnya terus menghitam dan terus berusaha menyelimuti seluruh diriku hingga terasa sampai kedalam sukmaku. Tarian lidah api di ujung sumbu lilin yang terbakar sama sekali tak berarti. Aku merasa nasibnya sama dengn diriku, ditertwai oleh hitam pekat yang mempecundangi keberadaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa diri ini ?&lt;br /&gt;Siapa hitam yang pekat ini ?&lt;br /&gt;Siapa lilin yang berlidah api ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula yang ada hitam, diriku, dan lilin. Kini sesekali ku dengar lolongan serigala seolah mendekatiku tapi sosoknya tak kunjung nampak. Setelah lolongan serigala menghilang muncul suara-suara aneh bagai raungan monster. Suara-suara aneh itu terasa sangat dekat, tapi dimanakah dia ? Tak ada apapun disini selain hitam, diriku, dan sebatang lilin yang nampaknya akan segera habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kembali sunyi. Kesunyian yang sangat damai dan tenang. Aku lihat sisa lilin pemujaan yang jadi satu-satunya harapan pengusir gelap akan segera padam. Tak ada yang dapat aku lakukan, jika lidah api itu harus padam maka habislah semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus mengakhiri semua ini kalau tidak ingin diakhiri disaat semuanya belum berakhir.&lt;br /&gt;Sudahlah, biarlah lilin itu padam, biarlah gelap yang hitam dan teramat sangat pekat ini tidak lagi sekedar menyelimutiku melainkan menelanku serta menjadi bagian dari diriku. Biarkanlah, seperti halnya ketika aku dibiarkan terhempas disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tunggu ... didepan seperti ada dua sosok yang bergerak mendekat, apa itu ?&lt;br /&gt;aah ... terlambat ........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“lilin padam dan selanjutnya yang ada cuma hitam, tak ada yang tahu bagaimana nasib diriku dan sosok-sosok apa yang bergerak mendekatiku. tak ada yang tahu kecuali gelap yang terus menghitam dan memekat”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-284186622728127570?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/284186622728127570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=284186622728127570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/284186622728127570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/284186622728127570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/02/hitam-lilin-diriku.html' title='HITAM, LILIN &amp; DIRIKU'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SZ0W9gUhJFI/AAAAAAAAACc/GTk5ftkdrww/s72-c/632172_candle_light.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-6152258381524127831</id><published>2009-02-03T15:40:00.000+08:00</published><updated>2009-02-03T15:43:31.429+08:00</updated><title type='text'>AAAAAAAAAAAA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SYf1dnW-kQI/AAAAAAAAACU/pp_vWORM0qY/s1600-h/why_you_dont_believe_with_text.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 336px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SYf1dnW-kQI/AAAAAAAAACU/pp_vWORM0qY/s400/why_you_dont_believe_with_text.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298473375755047170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-6152258381524127831?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/6152258381524127831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=6152258381524127831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/6152258381524127831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/6152258381524127831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/02/aaaaaaaaaaaa.html' title='AAAAAAAAAAAA'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SYf1dnW-kQI/AAAAAAAAACU/pp_vWORM0qY/s72-c/why_you_dont_believe_with_text.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-3051709767147163419</id><published>2009-01-23T12:32:00.000+08:00</published><updated>2009-01-23T12:38:10.298+08:00</updated><title type='text'>Barisan Nisan</title><content type='html'>By    : Homicide&lt;br /&gt;Album : ILLSURREKSHUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari terlalu pagi mengkhianati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pena terlalu cepat terbakar&lt;br /&gt;kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan&lt;br /&gt;sehingga setiap orang yang kami temui tak temukan lagi satu pun sudut kemungkinan untuk berkata “Tidak mungkin”&lt;br /&gt;tanpa darah mereka mengering&lt;br /&gt;sebelum mata pena berkarat menolak kembali terisi&lt;br /&gt;sebelum semua paru disesaki tragedi&lt;br /&gt;dan pengulangan menemukan maknanya sendiri&lt;br /&gt;dalam pasar dan semerbak deodorant&lt;br /&gt;atau mungkin dalam limbah dan kotoran&lt;br /&gt;atau mungkin dalam seragam sederetan nisan&lt;br /&gt;atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inci yang menawarkan hasrat pembangkangan ala Levi’s dan Nokia&lt;br /&gt;atau dalam 666 halaman hikayat para biggot dan despot yang menari&lt;br /&gt;ketika jelaga zarkot berangsur menjadi kepulan hitam berselubung Michael Jordan&lt;br /&gt;di pojokan pabrik-pabrik ma’lun para produsen kerak neraka berlapis statistik&lt;br /&gt;pembenaran teatrikal super-mall&lt;br /&gt;opera sabun panitia penyusun undang-undang pemilu yang mencoba membanyol&lt;br /&gt;tentang kekonyolan demokrasi yang rapi berdasi&lt;br /&gt;bertopeng mutilasi pembebasan dengan sekarung argumen pasti tentang&lt;br /&gt;bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri di hadapan seonggok tinja para sosok pembaharu dunia&lt;br /&gt;bernama PASAR BEBAS dan perdagangan yang adil untuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI&lt;br /&gt;dan dikebiri matahari terlalu pagi mengkhianati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan heroisme berganti nama menjadi C-4, Sukhoi dan fiksi berpagar konstitusi&lt;br /&gt;menjenguk setiap pesakitan dengan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetangga&lt;br /&gt;bernama Arjuna dan Manusia Laba-laba&lt;br /&gt;pahlawan dari Cobain hingga Visius dari berhala hingga anonimous bernama Burung Garuda Pancasila&lt;br /&gt;yang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi sepejal bebatuan yang melayang&lt;br /&gt;pada poros yang sejajar dengan tameng dan pelindung wajah para penjaga makam Firaun berkhakis&lt;br /&gt;yang muncul 24 jam matahari dan gulita bertukar posisi setiap pojokan&lt;br /&gt;bahkan di kakus umum dan selokan mencari target konsumen dan homogenisasi kelayakan&lt;br /&gt;maka setiap angka menjadi maka dan maka&lt;br /&gt;ketika kita disuguhi setiap statistik dan moncong senjata dengan ribuan unit SSK&lt;br /&gt;untuk menjaga stabilitas bagi mereka yang akan dinetralisir karena menolak membuang buku Panton sebagai panduan kebenaran&lt;br /&gt;sejak hitam dan putih hanya berlaku di hadapan mata setiap salafis&lt;br /&gt;menolak terasuki setan dan tuhan yang mewujud dalam ocehan pencerahan kanon-kanon&lt;br /&gt;tabungan Big Mac dan es krim corn yang berseru,&lt;br /&gt;Beli! Beli! Beli!&lt;br /&gt;Konsumsi, konsumsi kami sehingga kalian dapat berpartisipasi&lt;br /&gt;dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh… betapa menariknya dunia yang sudah pasti&lt;br /&gt;menjamin semua nyawa dan pluralitas dengan lembaran kontrak asuransi&lt;br /&gt;dengan janji pahala bertubi&lt;br /&gt;dengan janji akumulasi nilai lebih, bursa saham&lt;br /&gt;dan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti dalam kala&lt;br /&gt;ketika periode berkala para representatif di gedung parlemen memulai tawar-menawar jatah kursi&lt;br /&gt;dan kekuatan hanya berlaku paska konsumsi cairan suplemen, tonik dan para biggot bertemu kawanan&lt;br /&gt;dan cinta hanya akan berlabuh setelah melewati sederatan birokrasi ideologi&lt;br /&gt;berwarna merah, hijau, hitam, kuning, biru, merah, putih dan biru&lt;br /&gt;dan merah&lt;br /&gt;dan putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin NAFTA&lt;br /&gt;sehingga pion-pion negara yang berkubang di belakang pembenaran stabilisasi nasional&lt;br /&gt;menemukan pembenaran evolusi mereka dengan berpetakan saluran-saluran pencerahan&lt;br /&gt;para rock-stars yang lelah berkeluh-kesah&lt;br /&gt;kala peluh mengering kasat di hadapan pasang diri lalat dalam pasar&lt;br /&gt;dan kilauan refleksi etalase dan display berhala berhala&lt;br /&gt;berskala lebih taghut dari ampas neraka diantara robekan surat rekomendasi negara donor&lt;br /&gt;perancang undang-undang dan pakta-pakta anti-teror&lt;br /&gt;para arsitek bahasa penaklukan para pengagung kebebasan&lt;br /&gt;kebebasan yang hanya berlaku di hadapan layar flatron&lt;br /&gt;kemajemukan ponsel demokrasi kotak suara dan pluralisme gedung rubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri matahari&lt;br /&gt;dan terlalu pagi mengkhianati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan izinkan aku untuk mati terlalu dini&lt;br /&gt;wahai rotasi CD dan seperangkat boombox ringkih&lt;br /&gt;jangan izinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan&lt;br /&gt;wahai bentangan seluloid dan narasi&lt;br /&gt;dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku,&lt;br /&gt;jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini&lt;br /&gt;demi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur, Zahraku, mentariku!&lt;br /&gt;Jangan sedetik pun izinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang kalam terhunus&lt;br /&gt;lelap tertidur tanpa satu mata membuka tanpa pagi berhenti mensponsori keinginan berbisa&lt;br /&gt;tanpa di lengan kanan-kiriku adalah matahari dan rembulan&lt;br /&gt;bintang dan sabit&lt;br /&gt;palu dan arit&lt;br /&gt;bumi dan langit&lt;br /&gt;lautan dan parit&lt;br /&gt;dan sayap dan rakit&lt;br /&gt;sehingga seluruh paruku sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesar&lt;br /&gt;memperbesar setiap kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan&lt;br /&gt;sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan&lt;br /&gt;untuk berkata “Tidak mungkin!”&lt;br /&gt;tanpa darah mereka mengering&lt;br /&gt;sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ziddu.com/download/3240058/homicide-ILLSURREKSHUN.zip.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-3051709767147163419?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/3051709767147163419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=3051709767147163419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3051709767147163419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3051709767147163419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2009/01/barisan-nisan.html' title='Barisan Nisan'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-5740394611616305556</id><published>2008-12-22T22:06:00.000+08:00</published><updated>2008-12-22T22:14:12.985+08:00</updated><title type='text'>Laporan Pandangan Mata Dari Sebuah Celah Kecil</title><content type='html'>Disini langit tak pernah cerah ataupun mendung dan matahari juga tak pernah nampak.&lt;br /&gt;Orang-orang  senantiasa malu menegakkan wajahnya yang tersenyum dan hanya berani mengangkat wajah bertopeng kepalsuan, melengkapi kesuraman tempat ini. Mereka tak berhasrat sebab rasio adalah segalanya, pemandu bagi gerak hidup mereka. Para pelengkap kesuraman ini sebenarnya hanyalah robot-robot fasis yang terus bergerak mengikuti irama dentuman mesin-mesin produksi. Irama pengiring gerak mereka hadir tanpa mengenal ruang dan waktu. Menciptakan harmoni rutinias kehidupan dari bangun ke tidur hingga bangun lagi. Kebosanan atas harmoni ini adalah aib yang membuat mereka yang bosan dianggap pantas untuk dihinakan dan dimusnahkan.&lt;br /&gt;Memang, seolah-olah semuanya bebas bergerak, karena lorong yang menjadi jalur memang cukup luas sehingga kau dapat bergerak kekiri atau kekanan. Tapi, sebagaimana halnya lorong, ada dinding pembatas yang memang tak terlihat sebab di kepala para robot ada sebuah sensor yang akan membelokkan mereka jika ingin menabrak tembok. Karena selalu terhindar dari menabrak tembok maka merekapun tak pernah sadar akan keberadaan dinding yang merupakan batas gerak mereka.&lt;br /&gt;Ditempat ini, tempat dimana kesuraman menjadi warna konstan kehidupan, para robot-robot terus mengais-ngais tanah mencari kepingan kehidupan mereka yang disangka terkubur dengan rapinya di tempat ini. Sebuah kesadaran yang dibangun dari warisan kebohongan para leluhur mereka. Mereka terus mengais-ngais sampai butiran-butiran emas keringat mereka menetes. Sementara mereka terus mengais-ngais, para bajingan ditemani anjing-anjing penjaga menghampiri mereka untuk sekedar mengumpulkan butiran-butiran emas keringat para robot-robot fasis. Secuil dari nilai keringat mereka di kembalikan guna dijadikan biaya tuk mengkonsumsi apa yang mereka produksi dan semua itu tidak lebih dari sekedar jalan agar mereka bisa berkeringat lagi. Kesuraman tempat ini sangatlah sempurna hingga teramat sangat susah membayang masa depan nan indah ditempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini langit tak pernah cerah ataupun mendung dan matahari juga tak pernah nampak. &lt;br /&gt;Di tempat ini konsumsi adalah nyata senyata kepalsuan produksi yang dilakukan oleh para robot-robot. Mereka memproduksi sesuatu yang tak dapat mereka miliki kecuali dengan membelinya. Mereka memproduksi sesuatu yang mereka tak gunakan bahkan yang tak mereka perlukan. Guna bukan lagi nilai karena nilai  adalah seberapa banyak uang yang mereka miliki dan seberapa banyak yang mereka mampu bayar untuk sebuah guna yang mereka perlukan. Keheranan akan kendali uang atas segalanya tak mampu terjelaskan atau mungkin tertutupi oleh kebohongan yang diwariskan para leluhur. Disini kau bebas untuk memilih dan bebas pula menyalurkan hasratmu yang tak terbatas, tapi seberapa banyak uang yang kau miliki ? Seberapa banyak yang mampu kau bayar ? Jangan bermimpi tentang kebebasan sebagaimana kebebasan yang sesungguhnya. Kebebasan hanya ada pada konsumsi dan berbicara, hanya konsumsi dan konsumsi, hanya bicara dan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini dianggap hanyalah imajinasi liar seorang pemimpi. Jika imaji diangap sebaga sebuah senjata maka anggapa itu mungkin ada benarnya tapi jika imaji sekedar sebagai imaji maka anggapan itu salah besar. &lt;br /&gt;Cobalah mengintip dari celah sempit kehidupan hasil retakan peradaban. Celah itu ada di tempat-tempat sampah, di sela-sela kemiskinan hidup para pelajar, ditengah-tengah kepanikan kehidupan para pekerja, diantara rutinitas para pegawai pemerintahan, di bawah alas kaki para politikus dan sistem perpolitikannya, dilarutan muntahan sistem kenegaraan, atau ditengah-tengah keharmonisan palsu keluarga. Dari celah itu kau akan melihat semuanya. Tapi berhati-hatilah, sebab jangankan untuk mengintip dari celah itu, celah itu sendiri sebenarnya tak boleh ada atau terlihat. Atau cobalah untuk tidak tertidur, maka kau akan melihat agen-agen pengontrol para robot-robot fasis itu dan sayup-sayup kau pasti akan mendengar isak tangis entah milik siapa. Tapi, sebagaimana celah itu, terjaga pun tak boleh. Semuanya harus tertidur sebagaimana aturan yang dibuat oleh para agen pengontrol.&lt;br /&gt;Buka matamu lebar-lebar, jangan biarkan dirimu terlelap, lihatlah baik-baik dari celah sempit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, apakah semua ini masih kau anggap sekedar imajinasi liar nan kosong seorang pemimpi ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-5740394611616305556?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/5740394611616305556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=5740394611616305556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5740394611616305556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5740394611616305556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2008/12/laporan-pandangan-mata-dari-sebuah.html' title='Laporan Pandangan Mata Dari Sebuah Celah Kecil'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-5627426775676203621</id><published>2008-10-04T16:08:00.000+08:00</published><updated>2008-10-04T16:21:23.255+08:00</updated><title type='text'>DIRIKU</title><content type='html'>  	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Masa lalu, yah ... masa lalu yang indah selalu mengikat lalu menyeretku dan memenjarakanku dalam dunia hitam-putih dunia sekarang dan masa lalu. Masa lalu indah itu berbelati, menodongku dan memaksa untuk menangisi dia yang telah berlalu. Setiap aku mencoba berbalik melawannya setiap itu pula sebuah luka sayatan yang dalam tertoreh di dadaku. Akupun meringis lalu menangis dan saat itulah dia tersenyum sangat manis. Senyumannya terlihat olehku sangat menawan dan terciptalah kenangan indah akan dirinya. Ketika akupun mencoba tersenyum, dia menghempaskanku lalu menendangku. Aku pun tercampak di sudut ruang tak bertuan. Menyadari diriku akupun meraung tapi tak ada yang mendengar. Aku mencari dirinya namun dia pun telah menghilang, hanya seberkas cahaya putih suram yang terlihat jauh dibelakangku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Dia telah melepaskanku, dia telah membebaskanku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Saat masa lalu tak lagi mengikat dan memenjarakanku, aku merangkak menyusuri lurung gelap yang tak pernah jelas ujungnya dan apa serta siapa di ujung sana. Sepasang tangan terkadang hadir. Mengangkatku dan membantuku berdiri. Membantuku berjalan tegak lurus ke depan. Susah payah ku ajak tubuh rapuh ini berjalan tapi ketika langkahku hampir pasti tiba-tiba saja sepasang tangan yang telah membantu berdiri hadir kembali dan memegang pundakku. Kupalingkan wajahku dan kulihat ternyata sepasang tangan itu milik masa laluku. Akupun berbalik dan kulihat ternyata masa lalu masih berada tepat di belakangku tapi kini dia tidak sendiri. Mereka banyak dan saling memegang pundak. Melihat semua itu ketakutan memenuhi diriku. Akupun berbalik dan mencoba berlari tapi tiba-tiba mereka hadir di depan, di kanan, di kiri, di belakangku, mereka mengelilingku. Serentak tangan-tangan mereka terjulur ke arahku dan secara bersamaan memaksaku bersimpuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kini aku bersimpuh dihadapan mereka. Satu per satu mereka mulai tertawa terbahak-bahak hingga menciptakan kebisingan yang sangat yang membuat kepalaku pecah. Seper sekian detik sebelum kepalaku pecah kusaksikan masa lalu itu bersatu menjadi sesosok masa lalu yang sangat angkuh. Dalam keadaan tak lagi berkepala, kurasakan sosok angkuh masa lalu itu membentuk lagi kepalaku dari serpihan-serpihan kepalaku hingga kepalaku pun kembali menjadi utuh dan kini aku kembali dapat melihat dirinya. Kembali kulihat dengan mata kepalaku sosok masa laluku, ternyata kini dia tak lagi angkuh. Dia kembali hadir sebagai mana layaknya masa laluku. Yah ... masa lalu yang penuh dengan kenangan indah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; o...oooh...tidaaaaak.........!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Dia  pasti akan kembali mengikatku dan pasti akan menyeretku lalu memenjarakanku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Oh...menyedihkannya diriku ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0.04in 0.04in 0.04in 0.02in; text-indent: 0.34in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SOcmKFRUxAI/AAAAAAAAAA4/HIo14pnHI_4/s1600-h/Fissures_by_VictimOfPlague.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SOcmKFRUxAI/AAAAAAAAAA4/HIo14pnHI_4/s200/Fissures_by_VictimOfPlague.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253209445006361602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;By  : ag3n00 (http://liveunlive.blogspot.com/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Picture from http://deviantart.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-5627426775676203621?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/5627426775676203621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=5627426775676203621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5627426775676203621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/5627426775676203621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2008/10/diriku.html' title='DIRIKU'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SOcmKFRUxAI/AAAAAAAAAA4/HIo14pnHI_4/s72-c/Fissures_by_VictimOfPlague.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-3486472835118101994</id><published>2008-08-21T12:42:00.000+08:00</published><updated>2008-08-21T13:04:24.826+08:00</updated><title type='text'>CERMIN BESAR</title><content type='html'>Cukup lama aku memandangi bayangan tubuhku pada sebuah cermin besar ditoilet sebuah mall yang tidak aku ketahui untuk apa sebenarnya cermin sebesar ini dipasang disebuah toilet, mungkin untuk memberitahukan kepada orang yang telah menggunakan toilet bahwa ada masalah dengan dirimu karena itu kau harus membenahinya sebelum keluar dari toilet ini dan dilihat oleh orang banyak. Melalui cermin aku lihat tubuhku ternyata masihlah berwujud manusia utuh secara fisik, padahal aku merasa tubuh ini telah berubah menjadi kura-kura. Tidak ada maksudku untuk menghina diriku dengan menganggapnya telah berubah menjadi kura-kura. Siapapun tidak akan memungkiri bahwa kura-kura adalah mahluk hidup bergerak lambat namun apakah ada yang pernah mempertanyakan, apakah kura-kura itu bahagia atau tidak dengan gerakan tubuhnya yang lambat. Jika kalian sering menonton film kartun yang menjadikan kura-kura sebagai salah satu tokohnya, tentu kalian sering melihat bahwa kura-kura adalah mahluk hidup yang senantiasa menjalani hidupnya dengan tetap tenang dalam keadaan apapun. Karena itulah aku tidak bermaksud merendahkan diriku dengan menganggapnya telah berubah menjadi kura-kura, namun kenapa bayangan tubuhku yang tertangkap oleh cermin masih berwujud manusia ? Belum sempat aku menemukan jawaban pertanyaanku, tiba-tiba sebuah suara berat seorang laki-laki membuyarkan pikiranku tetang tubuhku. &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; Sampai berapa lama kau akan menggunakan cermin itu ? jika kau tidak lagi menggunakannya maka menyingkirlah karena aku ingin menggunakannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Maaf Pak ! aku masih menggunakannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku menjawabnya singkat tanpa menoleh kepadanya. Beberapa detik kemudian aku sempatkan sepintas memperhatikan wajah orang yang telah menegurku melalui cermin. Terlihat wajah orang itu tegang dan nampak dia sedang panik. Setelah itu aku kembali memusatkan perhatianku pada tubuhku. Pikiran tentang tubuhku dan kura-kura kembali memenuhi pikiranku tapi  entah kenapa dan kapan tepatnya dimulai sosok orang yang menegurku ikut mengisi pikiranku. Bersamaan dengan adanya sosok orang itu muncul pula gambaran tentang wujud seekor kelinci, binatang yang mampu bergerak cepat, cerdas walau terkadang licik  dan sering terlihat seperti dalam kepanikan. Belum sempat aku menemukan relasi diriku, kura-kura, orang itu dan kelinci, orang itu kembali menegurku dengan suara yang mulai meninggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Menyingkirlah segera karena aku ingin menggunakannya sekarang ! jika kau masih ingin menghayal didepan cermin mungkin kau dapat melakukannya dirumahmu saja atau nanti kau gunakan lagi cermin ini setelah aku menggunakannya !&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tanpa menunggu jawaban dariku, orang itu langsung menggerakkan tangannya dan mendorong tubuhku kesamping. Aku merasakan kekasaran dari perbuatannya namun aku hanya bisa memandanginya sambil menggerakkan tubuhku kesamping mengikuti arah dorongan tangannya untuk menghindari tubuhku terjatuh akibat dorongan tangannya. Aku menatapnya namun dia tidak peduli dengan tatapanku. Aku menoleh kekiri dan kekanan lalu menyebar pandangan keseluruh ruangan. Ternyata diruangan ini tidak ada orang lain selain kami berdua lalu aku teringat kembali tentang kura-kura dan kelinci yang beberapa detik yang lalu mengambil bagian dalam pikiranku. Kalian tentu biasa melihat pada film kartun atau mendengar sebuah dogeng tentang pertandingan antara kura-kura dan kelinci, nah pikiran itulah yang terlintas tiba-tiba dalam pikiranku. Aku lalu tersenyum sebelum akhirnya aku putuskan untuk mengganggu orang itu bahkan aku berniat membuatnya bertambah panik dan marah. Kugerakkanlah tanganku mendorong orang itu sambil meneriakinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Hey...! ada apa dengan dirimu hingga kau tidak tahu lagi berlaku sopan ! dasar manusia tak bermoral ! tai’ kau !&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Orang itu nampak terkejut diperlakukan kasar olehku. Dia menatapku semula dengan tatapan kemarahan namun perlahan berubah menjadi keheranan, entah dia mengartikan apa tindakanku. Melihat hal itu aku langsung melanjutkan tindakanku dengan mendorongnya hingga kesudut ruangan. Merasa diri diperlakukan kasar olehku akhirnya keheranannya kembali berubah menjadi kemarahan.  Dia tak dapat lagi menahan dirinya dan akhirnya diapun memukulku. Aku terjatuh kelantai dan kurabah wajahku yang terkena pukulannya. Terasa sakit dan aku yakin pasti memar. Setelah itu aku kembali memalingkan wajahku melihat wajah orang itu. Wajahnya memerah menahan marah, dadanya kembang kempis menandakan darahnya mengalir dengan kencang serta pastilah jantungnya juga berdetak dengan cepat. Aku lalu berpikir untuk menuntaskan permainan yang baru dimulai ini. Mula-mula aku pasang muka tenang dan setelah itu aku tertawa terbahak-bahak kemudian kembali menghinanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;.......................hahahahahaha.........hahahahaha.........hahaha........dasar binatang kau !&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Kemarahan orang itu memuncak. Diapun bergerak menujuku lalu menendang wajahku. Aku yang baru mencoba untuk berdiri akhirnya kembali terjatuh dan kini berada dalam posisi terlentang. Darah mengucur dari hidung dan mulutku. Belum sempat aku menyadari dengan baik keadaanku tiba-tiba dia menginjak perutku setelah itu dia berlutut lalu menghujani wajahku dengan pukulan. Entah berapa kali wajahku menjadi sasaran pukulannya yang aku tahu hanyalah bahwa mata kiriku kini susah untuk aku buka dan terasa sakit. Dengan mata kananku yang masih dapat aku buka walau tak dapat lagi terbuka lebar karena juga sedikit terasa sakit aku melihat dia nampak kelelahan. Dia kemudian berdiri dan merapikan pakaiannya yang dibeberapa bagian ada noda darah dan pasti itu adalah darahku. Dia kemudian melangkah pergi namun sebelumnya dia sempat berbalik kembali melihatku yang terkapar lalu meludahiku. Ketika dia akan meludahiku aku sempat melihat amarah yang masih tersisah diwajahnya namun setelah meludahiku dia terlihat bahagia dan ketika melangkah meninggalkanku dia nampak sangat tenang meski sekali-kali aku lihat dia menggerakkan tangannya mencoba menghilangkan noda darah yang ada dibajunya. Tinggallah kini aku sendiri didalam toilet. Aku mencoba berdiri. Terasa sakit wajah dan perutku. Setelah berdiri dengan sedikit terbungkuk, aku melangkah kedepan cermin besar dalam toilet sambil menumpukan tangan didinding untuk menjaga keseimbangan. Sambil tetap menumpukan satu tangan kedinding aku melihat wajahku yang beberapa menit lalu menjadi sasaran empuk pukulan. Wajahku dipenuhi darah terutama pada bagian hidung dan mulut, mata kiriku memar dan tak dapat dibuka sedangkan mata kananku hanya dibagian pelipisnya saja yang nampak ada sedikit robek dan mengeluarkan darah. Pipi kananku juga nampak memar dan mulai membengkak sehingga ketika rahangku aku gerakkan terasa sakit. Dengan salah satu tanganku yang tidak menjadi tumpuan, aku merabah wajahku. Bagian yang memar terasa sakit bila disentuh. Sebuah saputangan lalu aku keluarkan dan aku bersihkan wajahku dari darah kemudian saputangan itu aku masukkan kembali ke dalam kantong celanaku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dengan menahan rasa sakit aku membalikkan tubuhku dan hendak melangkah meninggalkan ruangan toilet. Baru beberapa langkah pintu toilet tiba-tiba terbuka dan muncullah orang yang telah membuatku babak belur beberapa menit yang lalu namun kini dia tidak seorang diri. Seorang satpam dan seorang polisi berjalan dibelakangnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;  Apakah orang ini yang telah menjadi korbanmu ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Orang itu hanya mengangguk tapi dengan penuh ketenangan. Satpam dan polisi itu lalu membawa kami ke ruang keamanan. Ditengah perjalanan aku dan orang yang telah membuatku babak belur itu sempat bertatapan mata dan ketika itu aku tersenyum padanya dan diapun tersenyum padaku. Akhirnya kami tiba di ruang keamanan. Ruang keamanan ternyata berada dilantai dasar gedung. Ketika aku masuk dalam ruang keamanan ada suatu benda yang tertangkap oleh mataku yang membuatku berkata lirih.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.39in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ternyata di ruangan ini juga ada cermin besar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by: c2push&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-3486472835118101994?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/3486472835118101994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=3486472835118101994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3486472835118101994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/3486472835118101994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2008/08/cermin-besar.html' title='CERMIN BESAR'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-4739555394418343864</id><published>2008-08-07T22:19:00.000+08:00</published><updated>2008-08-07T22:26:40.868+08:00</updated><title type='text'>Bangku Taman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SJsGARysOgI/AAAAAAAAAAg/EGrnwch-Nw8/s1600-h/full_tolstoy_color.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SJsGARysOgI/AAAAAAAAAAg/EGrnwch-Nw8/s200/full_tolstoy_color.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231781993966746114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan terwujud sebuah gambaran dalam kepalamu untuk duduk di bangku taman kota pada suatu siang, dan menghabiskan waktu hingga sore hari, sambil menikmati matahari yang terus memancarkan sinarnya hingga ke batas akhir?&lt;br /&gt;Mungkin juga tidak. Karena masih banyak rencana-rencana besar yang sangat mendesak yang ingin kau lakukan untuk menciptakan hidup yang bahagia.&lt;br /&gt;Jikapun iya, apakah itu yang memang benar-benar ingin kau lakukan?&lt;br /&gt;Jujurlah.&lt;br /&gt;Apakah itu sepenuhnya didedikasikan untuk aktivitas duduk dibangku taman yang merupakan sebuah aktivitas yang sederhana?&lt;br /&gt;Terkadang, duduk di bangku taman memang dilakukan. Namun, aktivitas itu tidak lebih hanya sebuah ornamen-ornamen indah yang menghiasi bingkai rencana spektakuler yang ingin dilakukan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik, yang kelak akan membawa kebahagiaan.&lt;br /&gt;Aktivitas sederhana selalu menjadi sebuah boneka yang imut yang dapat diperlakukan sesuka hati untuk menutupi kesedihan. Dan, ketika hati telah bahagia, boneka itu diletakkan kembali di atas sebuah rak di tengah kumpulan boneka-boneka lain. Begitulah nasib sebuah aktivitas sederhana.&lt;br /&gt;Duduk di sebuah bangku di taman kota pada suatu siang atau sore, menikmati matahari yang terus memancarkan sinarnya hingga ke batas terakhir, memang takkan mengubah apa-apa. Tapi, tunggu dulu. Apakah semua itu memang tak mengubah apa-apa sehingga tak akan memberi kebahagian bagi kehidupanmu?&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang kau maksud dengan mengubah keadaan dan kebahagiaan?&lt;br /&gt;Jika yang kau maksud dengan mengubah keadaan adalah merebut kekuasaan, baik itu berupa mengubah kebijakan yang akan berefek menggerogoti kekuasaan sampai perjuangan politik merebut kekuasaan, aku akui jujur: duduk di bangku taman memang tidak akan melahirkan semua itu.&lt;br /&gt;Tapi, ada sesuatu yang lain. Aku anjurkan padamu untuk mencobanya.&lt;br /&gt;Jika suatu saat kau terjebak dalam aktivitasmu di siang hari yang sangat panas dan menggerahkan, cobalah mencari pohon yang rindang lalu duduklah. Jika kau seorang perokok, bakarlah dan nikmati ia. Nikmatilah setiap hisapan dan hembusannya. Jika kau bukan seorang perokok, belilah sebotol air minum dan nikmatilah setiap tegukannya. jika hal itu telah kau lakukan, niscaya kau akan merasakan bahwa setiap bebanmu akan larut dalam dirimu bersama hisapan rokok atau teguk air minum. Kemudian lenyap bersama semua itu. Atau menghilang bersama keringatmu yang mengering disapu hembus angin. Indikasi dari hilangnya semua bebanmu adalah terciptanya kondisi di mana badanmu akan terasa rileks. Kau akan merasakan seluruh kelelahanmu. lalu kau merasa ingin tidur. Jika kau tak melawan segenap kondisi itu, kau akan tertidur. Beberapa jam kemudian kau akan terbangun dengan tubuh yang fit. Kau akan merasakan seluruh potensimu dapat kau kembangkan. Seolah-olah seluruh alam semesta tersenyum padamu.&lt;br /&gt;Tapi, ada satu hal yang harus kau sadari: ketika kau sementara menikmati keindahan dan kesejukan suasana di bawah rindang pohon, sesungguhnya di tempat yang terpisah seorang boss marah besar karena seorang karyawannya yang telah digaji menghilang entah kemana. Padahal, saat itu kerja menumpuk. Kemarahan seorang boss itu disebabkan ketidak hadiran seorang karyawannya yang membuatnya harus mengerjakan sendiri pekerjaan itu. Ia juga dengan terpaksa membatalkan janji santap siang dengan istrinya di restoran Perancis yang telah dipersiapkan sedari pagi.&lt;br /&gt;Ada satu lagi yang harus kau ketahui: ketika kau yang betul-betul menikmati istirahatmu di bawah rindang pohon, karyawan lain hanya menikmati istirahat mereka di kantin perusahaan. Katanya ingin segera kembali bekerja jika jam istirahat telah selesai. Tapi, dengan sangat terpaksa mereka tak dapat menikmati jam istirahatnya. Boss tiba-tiba menginstruksikan seluruh karyawan agar segera kembali bekerja. Katanya, ada kondisi yang tidak biasa meninmpa perusahaan.&lt;br /&gt;Sekarang, apakah kau telah melihat dampak perbuatan bersantai-santai di bawah pohon rindang? Jika belum, aku anjurkan kau segera kembali ke kantormu. Bekerjalah. Jika tidak, bossmu akan marah. Dan kau akan celaka.&lt;br /&gt;Oh, iya. Tahukah engkau, siapa karyawan yang menghilang itu? Dia adalah seorang yang sedang menikmati suasana santai dibangku taman kota di bawah pohon yang rindang. Tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- C2PUSH ---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-4739555394418343864?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/4739555394418343864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=4739555394418343864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4739555394418343864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4739555394418343864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2008/08/bangku-taman.html' title='Bangku Taman'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IGtR8LSVqzI/SJsGARysOgI/AAAAAAAAAAg/EGrnwch-Nw8/s72-c/full_tolstoy_color.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-4575245855148762244</id><published>2008-06-09T09:08:00.000+08:00</published><updated>2008-06-09T09:10:07.428+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;"&gt;Sisipush,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;.........&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Mengapa engkau mengkonsumsi segala macam yang dapat membuatmu mabuk ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Apakah dunia yang memuakkan ini tidak cukup membuatmu mabuk ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Apakah engkau mencoba menerima buruknya dunia ini dengan melupakannya ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kita memang bukan hero yang akan mengubah dunia ini tapi kitapun bukan pengecut yang lari bersembunyi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bukan tahan akan deraan melainkan mencoba menghapuskan harapan akan melihat semua ini ada sisi baiknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sudahlah, kembalilah menghadapi kenyataan yang menjengkelkan dari hidup ini.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Biarkan dirimu merasakan sakit yang dilimpahkan padamu oleh dunia ini&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Biarkan dia terus menorehkan luka di sekujur tubuhmu hingga darah memenuhi seluruh bagian tubuhmu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Marilah duduk disampingku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bersama kita meringis&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bersama kita mengaduh&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bersama kita menjerit&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bersama kita menangis&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bersama kita nikmati kebencian akan dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;.........&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Temanmu,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ag3n00&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;NB: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nikmatilah kebencian akan dunia ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-4575245855148762244?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/4575245855148762244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=4575245855148762244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4575245855148762244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/4575245855148762244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2008/06/sisipush.html' title=''/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-6284780557066832031</id><published>2008-01-13T01:41:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T01:48:55.028+08:00</updated><title type='text'>*PEMBIASAAN ATAS TATANAN MASYARAKAT ANARKIS*</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;“Adalah benar adanya bahwa dibutuhkan sebuah pembiasaan untuk mewujudkan sebuah tatanan masyarakat anarkis namun pertanyaannya apakah proses pembiasaan itu menuntut pembentukan sebuah otoritas yang bersifat memaksa?”&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     Bagi orang-orang yang menerima konsep pembebasan dengan semangat anti otoritarian tentu tidak akan menerima alasan apapun untuk pembentukan institusi yang bersifat memaksa apapun bentuk dan modelnya. Adapun persoalan pembiasaan atas tatanan masyarakat anarkis akan diselesaikan melalui pembiasaan itu sendiri dimana prosesnya akan berjalan secara wajar dalam keseharian tanpa ada rekayasa, kalaupun ada rekayasa maka semua dilakukan oleh orang-orang yang terdapat dalam masyarakat tersebut bukan oleh segelintir orang yang merasa paling berhak. Paksaan sama sekali tidak boleh hadir dalam pembiasaan tersebut, yang seharusnya hadir dalam proses pembiasaan adalah sebuah pembangunan kesepahaman diantara seluruh orang-orang yang terdapat dalam masyarakat. Pembangunan kesepahaman tentu bukanlah hal yang mudah namun kesukarannya bukan menjadi alasan untuk melakukan pemaksaan. Kesukaran membangun kesepahaman ini yang kerap menjebak orang-orang yang untuk melakukan pemaksaan melalui berbagai mekanisme yang dapat membungkus proses pemaksaan menjadi seolah-olah masih berada dalam koridor pembangunan kesepahaman secara bersama-sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Sejarah dunia telah berisi cukup banyak catatan yang menuliskan tentang proses pemaksaan pemahaman segelintir orang terhadap orang lain. Di Indonesia misalnya, hal itu juga terjadi ketika soekarno bersama hatta dan beberapa politisi lainnya menghentikan proses dialog dalam BPUPKI serta dalam KONSTITUANTE dan memaksakan konsep rumusan tatanan masyarakat menurut mereka (soekarno dan hatta) untuk menjadi sebuah rumusan tatanan masyarakat Indonesia, jadilah Indonesia seperti sekarang ini yang sampai hari ini sama sekali tidak memiliki harga diri. Indoensia masa soekarno yang (menurut soekarnois) katanya memiliki harga diri (dengan julukan macan asia) sesungguhnya bukanlah harga diri bangsa indoensia melainkan harga diri soekarno sebagai presiden indoensia. Andai saja konsep tatanan masyarakat indoensia dulu tidak dipaksakan tentu cerita bangsa Indonesia akan berbeda. Ancaman serangan balik pihak penjajah (yang sering dijadikan alasan oleh para nasionalis untuk membenarkan pemaksaan) tentu akan mudah dihadapi sebab pada saat itu rakyat pada dasarnya sadar akan ancaman tersebut karena itulah mereka membangun sendiri kekuatan tentara-tentara lokal yang dikelola secara otonom oleh daerah masing-masing (yang belakangan dibekukan dan digantikan oleh tentara nasinal indoensia). Jadi apa yang dilakukan oleh soekarno bersama hatta dan beberapa politisi lainnya pada masa itu sama sekali tidak beralasan yang ada hanya pembenaran atas apa yang mereka lakukan. Kasus bangsa Indonesia adalah satu contoh yang tentu sangat dekat dengan kita dan untuk wilayah lain (rusia, cina, amerika, iran, libya, kuba, Vietnam, prancis dan semuanya) secara substansial sama saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Proses pembiasaan tanpa paksaan memang akan memakan waktu yang lama serta membutuhkan banyak pengorbanan namun itu lebih baik ketimbang pemaksaan yang jelas-jelas akan menodai proses pembebasaan, bahkan akan menjerumuskan proses pada bentuk penindasan baru yang mungkin saja akan lebih kejam dari sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Namun perlu ditekankan bahwa hal ini hanya berlaku untuk mereka-mereka yang secara prinsipil telah menerima konsep pembebasaan dan untuk mereka yang tidak menerima konsep pembebasaan maka tak boleh ada ruang untuk mereka dalam proses pembiasaan sebab kehadiran mereka hanya akan menjadi duri dalam daging proses pembiasaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-6284780557066832031?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/6284780557066832031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=6284780557066832031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/6284780557066832031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/6284780557066832031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2008/01/pembiasaan-atas-tatanan-masyarakat.html' title='*PEMBIASAAN ATAS TATANAN MASYARAKAT ANARKIS*'/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6396481836041617854.post-7485840718508231668</id><published>2007-12-22T02:28:00.000+08:00</published><updated>2007-12-22T02:32:48.658+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Bagiku kesedihan adalah adalah keindahan dalam hidup karena dia yang lebih banyak mengajarkan banyak hal. Berbeda dari kesedihan, kebahagiaan bagiku adalah sesuatu yang sama sekali tidak mengajarkan apa-apa. Kebahagian kalaupun mengajarkan sesuatu padaku, tidak lebih, dia hanya mengajariku untuk mengenal kesedihan karena ketika kebahagiaan datang maka sesuatu yang jelas akan datang selanjutnya adalah kesedihan. Berbeda dari kebahagiaan, kesedihan akan mengajarkan tentang sebuah harapan-harapan. Meski demikian bukan berarti harapan-harapan itu lantas menguras seluruh usaha untuk menggapainya sebab harapan itu memang tak mesti digapai. Tetapkanlah harapan-harapan itu menjadi harapan-harapan sebab aku yakin jika harapan itu telah aku gapai maka selanjutnya tak adalah lagi harapan sebab harapan itu telah dimiliki. Ketika harapan akan kebahagiaan telah telah tiada karena ia telah dimiliki maka apa lagi yang ingin diharapkan maka yang pasti adalah akan datangnya kesedihan. Jika demikian maka wajar adanya jika kesedihan itulah yang aku dekap erat-erat dalam hidupku. Sama ketika pacar yang sangat aku cintai berada jauh dari sisiku maka hidupku hanya akan berisi kesedihan dan kesedihan itu akan melahirkan kerinduan yang sangat akan dirinya dan semuanya terlampiaskan dalam romantisme murahan yang Cuma bisa termediasi oleh sms ataupun perbincangan melalui telepon. Ketika ia telah berada disisiku maka yang akan terjadi hanyalah hari demi hari kerinduan itu akan memudar dan semuanya akan berisi rutinitas-rutinitas yang menjengkelkan sehingga yang muncul kemudian hanyalah kesedihan-kesedihan entah itu kesedihanku sendiri ataupun kesedihan kami berdua yang terjebak dalam rutinitas bukannya romantisme seperti yang terungkap lewat sms atau teleponku ketika dia berada jauh dari diriku. Karena itu, Kebahagiaan dan kesedihan bagiku bagai seorang guru dan ajarannya. Jika kebahagiaan yang diburu dalam kehidupan ini maka bagiku itu sama saja dengan pemujaan terhadap seorang guru dan itu berarti akan berakhir dalam lubang doktrinasi dan ortodoksi yang gelap dan kematiaan itu sudah jelas baginya. Jikapun dia akan tetap hadir maka dia hanya akan hadir dalam musium-musium dan dalam bentuk fosil-fosil purba kala yang hanya memberikan halusinasi kemuliaan suatu zaman kepada seorang pelajar yang ditemani ibunya bertamu kemusium. Kebahagian adalah kematian dan hidup adalah kesedihan. Kesedihanlah yang mengajariku tentang harapan-harapan kebahagiaan dan ketika kebahagiaan telah aku dekap maka kematianlah yang selanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6396481836041617854-7485840718508231668?l=sisipush.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sisipush.blogspot.com/feeds/7485840718508231668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6396481836041617854&amp;postID=7485840718508231668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7485840718508231668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6396481836041617854/posts/default/7485840718508231668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sisipush.blogspot.com/2007/12/bagiku-kesedihan-adalah-adalah.html' title=''/><author><name>sisipush</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11366484809641799252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_IGtR8LSVqzI/SFc7GJcpxPI/AAAAAAAAAAM/PKiQ6IHLWIg/S220/suicide.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
