Setelah berminggu-minggu akhirnya saia berhasil menyelesaikan novel berjudul " AMBA ". Novel tentang kisah cinta dan kehidupan manusia berlatar belakang kisah korban tragedi kemanusiaan 65. Saia memang selalu tertarik dengan cerita seputar tragedi G30S (sama dengan ketertarikan saia pada kisah-kisah rezim NAZI beserta kamp-kampnya) karena selalu saja ada yg baru dalam setiap pengungkapan-pengungkapan layaknya sebuah misteri yang sampai hari ini beberapa bagiannya masih gelap. Kembali ke soal novel “AMBA”. Saia suka dengan novel karya laksimi pamunjak ini karena berbeda dengan cerita-cerita kehidupan korban 65 lainnya. Cerita dalam novel ini tidaklah heroik atau cengeng, jika ingin dipadankan mungkin sepadan dengan cerita “ bertahan hidup di uschwitz ”. Bedanya “bertahan hidup di uschwitz” ditulis oleh pelaku sejarah sementara “AMBA” merupakan hasil penelitian bertahun-tahun dan ramuan hasil bacaan sang penulis (daftar bacaannya termuat dalam ucapan terima kasih penuli...
Hidup Hanya Menunda Kekalahan Tapi Itu Lebih Baik Meski Tidak Berarti Sama Sekali