picture: from google aku pikir ... disni banyak yang tinggal. ternyata aku salah, tak ada yang tinggal disini. aku sendiri dalam ruangan sempit yang tak perlu ku sebut ukurannya. ruangan yang hanya diterangi cahaya rembulan dan mentari. cahayanya masuk melalui jendela yang ku biarkan selalu terbuka. namun tak banyak cahaya masuk karena yang ku sebut jendela tak lebih dari sepotong papan dinding yang ku buka paksa. pengap di saat matahari bersinar terik dan lembab di saat dingin menyusup masuk di malam hari. sepertinya memang tempat ini tak layak untuk ditinggali, bahkan kecoak dan tikus jarang terlihat kalau pun ada dia pasti tersesat atau secara tak sengaja masuk di ruangan ini. namun inilah duniaku, dunia yang sepertinya hanya aku yang nyaman tinggal di dalamnya. di dunia ini cahaya terbatas jadi tentulah warna berbeda, merahnya darah dan beningnya air mata tampak berbeda meski rasa sakit dan perih tetap sama. namun apalah artinya rasa yang tak lebih dari reaksi saraf yang...
Hidup Hanya Menunda Kekalahan Tapi Itu Lebih Baik Meski Tidak Berarti Sama Sekali