Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label politik

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

Cerita Pak Sono [yang katanya] adalah Malaikat

Sebagaimana saran kalian, mari kita coba berpikir postifif atas niat baik seseorang. Karena tidak memiliki "track record" yang jelas maka kita anggap saja Pak Sono sebagai malaikat yang diutus Tuhan untuk membantu orang susah dan memperbaiki tatanan kehidupan yang kacau balau. Niatnya baik, meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyediakan layanan-layanan publik seperti layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas rekreasi publik, serta layanan sosial lainnya. Pak Sono juga ingin membersihkan sistem pemerintahan dari penyimpangan-penyimpangan yang menyusahkan masyarakat. Selain membersihkan sistem pemerintahan Pak Sono juga berniat memberantas praktek-praktek mafia di berbagai bidang. Perbaikan kerusakan moral masyarakat juga menjadi bagian dari niat baik Pak Sono. Semua niat baik Pak Sono adalah sesuatu yang mungkin hanya saja butuh kerja keras untuk mewujudkannya. Kerja keras yang dituntut memerlukan aparatus-aparatus berdedikasi tinggi dan siap bekerja, sel...

NICE dan MESIN KETIK PAK MISBAH

Dia mengambil mesin ketik tua yang tadi dipajangnya sebelum di tendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan di depan kantor kecamatan tempat dia menunggu seseorang yang bersedia menebusnya dengan sejumlah uang. Sebenarnya memutuskan untuk menjual mesin ketik tua miliknya adalah keputusan berat yang terpaksa dia ambil demi mendapat tambahan sejumlah uang untuk membeli sebuah buku namun dia tak pernah membayangkan mesin ketik kesayangannya bakal ditendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan. Diperhatikannya mesin ketik tua miliknya, tempat pitanya patah namun setelah dia perhatikan sepertinya masih bisa diperbaiki. Setelah memasukkan mesin ketik tuanya ke dalam tas dan meminta maaf kepada si pegawai , dia pun berjalan meninggalkan depan kantor kecamatan. Sebagai seorang yang telah berumur 68 tahun dia termasuk orang tua yang masih cukup kuat, jarak antara kantor kecamatan dengan tempat tinggalnya sekitar 1 km dan dia menempuhnya dengan berjalan kaki. Setelah 30 menit akhirnya dia sam...

Tak Ada Warna Merah Di Pelangi

namanya ulil amri, aku biasa memanggilnya amri tapi sebenarnya dia tak suka dipanggil begitu alasannya sederhana karena nama itu pemberian bapaknya dan kata ibunya menurut bapaknya nama ulil amri tdk bisa dipisah kalau dipisah artinya jadi beda makanya dia tdk suka dipanggi amri atau ulil. anaknya pendiam tapi jika dia telah menganggap dirimu sebagai teman maka dia akan menjadi seorang pencerita yang tak pernah mau diam. aku pernah dibuat jengkel karena harus mendengarkan ceritanya yang berloncatan riang dari satu tema ke tema lainnya yang jika disimak sepintas seperti tak berhubungan, terpaksa aku harus berhenti membaca novel yang baru saja aku beli agar dapat mengikuti alur cerita yang amri tuturkan. hari ini dia mengajakku ke rumahnya. aku memang belum pernah ke rumahnya karena itu aku langsung menerima ajakannya. amri hanya tinggal bertiga dgn ibu dan seorang adiknya. sebenarnya amri punya seorang kakak tapi meninggal saat amri masih berumur 5 tahun. amri pernah bercerita kalau ...

PERANG SUNYI YANG BELUM PERNAH KITA MENANGKAN

mereka berkata padaku "mengapa kau masih mengasah pedang dan membuat sangat banyak anak-anak panah ? bukankah malam telah berlalu dan peperangan telah usai ?" aku berkata pada mereka "yah malam telah berlalu tapi apakah kalian sudah lupa tanda-tanda akan kembalinya malam dan tanda-tanda perang akan kembali berkecamuk saat malam datang ?" mendengar perkataanku mereka air muka mereka seperti keheranan namun tak berapa lama mereka tertawa terpingkal-pingkal sampai beberapa orang mengeluarkan air mata bahkan sampai ada yg muntah-muntah. setelah tawa mereka reda, mereka berkata "rupanya kau adalah salah satu dari sekian banyak orang yg gila akibat perang semalam. kamu sungguh sangat menyedihkan." ku letakkan pedang yang belum selesai ku asah dan ku tatap mereka satu persatu. beberapa diantara mereka mundur dan mengambil posisi siaga, mungkin mereka pikir aku hendak menyerang mereka seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang dianggap gila keti...

lama tak menulis ...

... sebenarnya ...  sejak media sosial secara legal merampok apa yg melintas dipikiran kita*  maka tak ada lagi yg pantas untuk ditulis.  orang-orang menjadi begitu jujur perlihatkan dirinya,  kejujuran atas persenggama antara pikiran dan muntahan informasi.  nasib menulis sudah hampir sama dengan berbicara  sudah tak berguna lagi karena apa bedanya antara ucapan dengan igau  sejak postingan di media sosial berlomba dengan tarikan nafas kita  menjadi yg tercepat hingga membuat aliran informasi sederas aliran darah dalam tubuh kita.  yah, koloborasi media penkonstruk wacana sudah sebegitu harmonis jadikan kita babi gemuk yg panik di atas sebuah sofa depan monitor.  semua sudah selesai dengan ikut serta berwara-wiri dalam gegap gempita  trending topic atau sekedar like, reshare, repost, comment .. bla bla bla ... ha ha ha ... hi hi hi ...   dan sulitlah kita bedakan waras dan tidak waras,  t...

Catatan Dari Tragedi Launching Buku Kompilasi Pidato Kebudayaan DKJ 1998-2013

Kemarin sore sy ikut acara launching buku Kompilasi Pidato* Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta 1998-2013 di sebuah tempat, sebenarnya sy tdk tertarik untuk datang dan memang sy juga cenderung sudah tidak tertarik lagi untuk menyimak atau bicara serius layaknya pengamat budaya atau budayawan apalagi kalau sampai pada wilayah kritik-kritik kebudayaan. Sy tertarik datang ke acara tersebut karena menurut informasi yg saya dapat pada acara tersebut martin suryajaya menjadi salah satu pembicara dan sy ingin bertemu langsung dengan salah satu selebritis dlm perdebatan kiri di dunia maya (mungkin lebih tepat jika dikatakan pertengkaran dgn si tua Ge-eM). Sy ingin bertemu si selebritis bukan lantaran sy adalah bagian dari orang-orang yg kagum melihat dia sebagai bintang yg sementara bersinar terang (belum ada satupun bukunya yg pernah saya baca –puji Tuhan, rupanya sy dilindungi seperti halnya sy dilindungi dari membaca buku-buku andrea hirata yg tidak lebih dari catatan generasi yg tersubo...

MATA-MATA

Bagiku mata adalah bagian dari organ tubuh manusia yg paling menakutkan mungkin karena itulah mata manusia yg telah mati sebisa mungkin dibuat tertutup. Mata memang menakutkan, sekalipun seluruh tubuh ditutup kecuali mata, jika mata itu ditatap maka dia akan berbicara tentang sesuatu. Sy benar-benar takut pada mata bahkan saat bercermin sebenarnya sy tdk ketakutan pada wajahku secara keseluruhan tapi sy takut pada mata wajah yg ada di cermin yg seperti membalas tatapanku. Sungguh, mata sangat menakutkan. Karena itu sy tak pernah betul-betul berani bertemu dgn mata pada sebuah wajah, kalau pun terpaksa harus bertemu artinya sy menggunakan energi yg cukup besar untuk melakukannya. Kenapa menakutkan ? Mata selalu berbicara sebelum organ tubuh lain ikut campur dlm mengungkapkan sesuatu, saat kita melihatnya dr samping atau dr sudut pandang yg jauh dari jangkauan tatapannya pun mata tetap berbicara. Apa lagi ketika mata diberi tambahan pernak pernik seperti air, warna merah, atau ekspresi...

Para Revolusioner Berikutnya

Kalianlah para revolusioner berikutnya, tapi entahlah yg jelas bukan sy karena sy telah gagal. Kesempatan untuk ku telah berlalu dan semua proyek-proyek revolusi telah gagal. Bahkan untuk sekedar mewariskan kebebasan yg pernah sy cicipi saja rasa sy gagal, mungkin masih ada sedikit kebebasan yg tertinggal tapi hanya pada diri ini dan berputar-putar pada diri sendiri menjadi sebuah kabut tipis dlm hidup. Sy telah gagal, mungkin ada yg sukses dgn segala proyek-proyek fantastisnya tapi mereka yg berhasil sepertinya adalah orang-orang yg dulunya berdiri di seberang jalanku. Mereka dulu hanya berdiri melipat tangan di dada dan sekali-kali menggelengkan kepala serta tersenyum tipis yg tak ku tahu apa makna di balik senyuman itu. Sepertinya mereka itulah yg kini wajahnya bersinar bahagia serta berdiri tegak dgn punggung lurus penuh wibawa di dlm pesta-pesta perayaan keberhasilan. Sepertinya memang kalianlah para revolusioner berikutnya yg penuh dgn mimpi-mimpi spektakuler dan memilik gambara...

Hidup Kembali ... Hidup Kembali ... HIDUP KEMBALI !

13 tahun yg lalu (atau mungkin lebih) sy merayakan kesunyian dan kesendirian, kawan sisipush tentu masih ingat semua itu. Tapi perlahan seiring berjalannya waktu, semua itu terlupakan dan memang banyak teman-teman (untuk tdk mengatakan semua) yg mengalami hal itu. Ada yg larut dlm sebuah dunia dimana dia mampu masuk di dalamnya, ada pula yg menciptakan dunianya sendiri lalu merayakannya dalam sebuah pesta yg meriah dgn suara bising. Semua berubah, sy pun ikut berubah. Kebiasaan lama seolah menjadi sesuatu yg tidak layak dgn berbagai alasan. Semua harus berubah atau semua harus menjadi lebih baik atau semua ini terpaksa karena usia telah menyeret kita secara paksa untuk maju melintas apa yg ada. Itulah yg mungkin menjadi alasan bagi teman-teman. Sebenarnya sy juga ingin meninggalkan semua ini, berubah dgn berbagai alasan pembenaran yg serasional mungkin. Namun sepertinya sy tak bisa, sy tak tahu mengapa. Masa depan. yah, itu mungkin ketakutan sebahagian orang. Namun sekarang sy tak lagi...

Robohnya Bangunan Itu

Bangunan itu tiba-tiba roboh, tak ada yg tahu penyebabnya. Berbagai spekulasi bertebaran diseputar robohnya bangunan itu. Ada yg mencoba berkomentar secara ilmiah dlm koridor sains pertukangan. Ada pula yg mengeluarkan argumen dlm perspektif filosofis tentang substansi dan aksiden. Bahkan ada yg menganggap ada kekuatan supranatural yg hadir dlm robohnya bangunan itu, kalau yg ini jelas sebuah analisis berbasis hal-hal metafisik yg cenderung mendekatiki mistik yg kebenarannya susah diyakini namun susah pula dinafikan dlm tatanan kehidupan orang-orang asia. Tak pernah ada kepastian terkait penyebab robohnya bangunan itu, orang-orang menemukan bangunan itu telah roboh saat matahari pagi mulai bersinar menyingkirkan kegelapan malam. Ketidak pastian ini menyebar begitu saja di berbagai jejaring sosial bahkan di perbincangan ringan warung kopi, muncul seperti wabah menjijikkan yg cenderung dihindari. Bagi anak-anak fenomena itu seperti cerita horor yg membuat anak kecil menangis ketakutan n...

keajaiban

Akhirnya bapak pergi juga. Sy tak pernah menyangka bapak akan pergi secepat ini. Rasanya baru kemarin kami bersama bermain, bersenang-senang, seru-seruan, tertawa bersama, belajar bersama membangun impian dan mencoba menata kehidupan kami yg telah porak poranda diterjang berbagai badai, berbagi cerita seru sampai hal-hal sepeleh yg kami alami dan kami rasa pantas untuk dibagi. Semua hal itu yg membuat sy tak pernah menyangka bapak betul-betul akan pergi. Oh iya, belaian bapak saat sy kelelahan menata hidup bahkan cukup dengan kehadirannya dan tatapan serta senyum tipisnya yg sangat bersahaja membuat rasa lelah sy seperti menguap. Setelah itu sy seperti mendapatkan semangat serta energi baru untuk kembali berdiri menyambutnya dan membalas senyumannya. Bapak memang pernah berkata pada sy bahwa dia ingin pergi, dgn berbagai alasan khas bapak. Sy tak pernah bisa menerima alasannya dan secara sepihak menganggap itu semua hanya sekedar bagian dr kenakalan berpikir bapak, tapi ternyata hari ...

LELAKI PEMBAWA BUKU

Tidak seperti biasanya, orang ramai di tempat ini. Dari anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Taman yg biasanya sepi dan hanya diisi oleh gelandangan kota dan para pekerja yg sekedar singgah untuk beristirahat, kini ramai dan orang2 berkumpul sambil berbisik-bisik. Karena penasaran aku pun mendekat dan bergabung, setelah bertanya pada seorang ibu yg hendak meninggalkan taman aku pun tahu alasan berkumpulnya orang-orang. Sesosok mayat ditemukan terbaring kaku di sebuah bangku taman. Aku mendekat dan mencoba melihat langsung mayat tersebut namun rupanya petugas telah hadir dan menghalangi orang yg ingin mendekat dengan alasan sedang dilakukan penyelidikan. Dengan sedikit usaha dan berbekal kartu pers kampus dan buku catatan kecil akhirnya aku bisa mendekat dan melihatnya langsung. Rupanya mayat itu sudah dibungkus kantong jenasah oleh petugas forensik dari kepolisian. Untuk mengobati kekecewaanku aku mencoba mengorek informasi dari petugas yg mengkoordin...

SELAMAT TIDUR

Kau pasti telah tertidur Sebenarnya aku ingin mengirimkan pesan lewat email seperti biasanya, sekedar bertanya "lagi bikin apa ?" Tapi pasti kau tdk akan membacanya, kalau pun kau membacanya pastilah kau membacanya besok pagi serta  mungkin tidak akan pernah kau balas karena telah menjadi pertanyaan basi yg tak lagi tepat waktu dan karena aku bukan lagi apa-apa bagimu. Kau pasti telah tertidur Semoga kau tidur nyenyak dan bermimpi bertemu lelaki itu lagi yg tak lagi sekedar menatap dirimu yg ketakutan. Ku harap dia kini menyapamu dgn lembut dan mengulurkan tangannya yg kokoh dan penuh harapan indah. Aku sebenarnya tak ingin percaya pada cerita tentang lelaki yg selalu hadir dlm mimpimu tapi karena menurutku kau tak pernah berbohong padaku maka aku percaya dgn ceritamu itu. Kau pasti telah tertidur Terlelap dlm istirahat yg damai setelah bertarung seharian melawan dunia yg ku tahu kau tak suka atau mungkin lebih tepatnya "yg menurutku tak kau suka" tapi peduli a...

"IGAU" TANPA AWALAN - AKHIRAN

Matahari tak juga berhenti Membuntuti rembulan dgn sebilah belati tergenggam Siap merajah cerita berdarah Membangun mitos tragis tentang sedihnya kisah perlawanan Perlawanan kebohongan sakit yg terucap Membahana selaksa makna para pendusta Bersama suara sangkakala ciptaan para penista syair dan nada Berhenti ... Berhentilah Semua ini hanya hikayat tak bermakna lebih picik dari salakan anjing di seberang jalan Sudahlah ... Sebentar lagi rembulan kan bertekuk lutut di hadapan singgasana fajar sang mentari pagi ...

DUNIA TAK AKAN BERUBAH

ini bukan tentang keinginan mengubah dunia ini bukan tentang keingin sukses seperti kalian ini tentang benci, dengki, iri, marah pada kalian jadi izinkan aku jadi musuhmu jadi tak usah laku bijak padaku dunia tak akan berubah dgn jahatnya aku dunia bijak akan baik-baik saja tanpa aku

BOHONG ! OMONG KOSONG ! HIDUP !

manusia dan kehidupan seperti hubungan laki-laki dan perempuan. butuh kebohongan untuk membuatnya terus berjalan dan omong kosong sangat diperlukan untuk membuatnya penuh cerita-cerita yg membuat tawa pecah dan tangis menjadi begitu menyentuh. tanpa kebohongan dan omong kosong hidup hanya akan menjadi sebuah cerita datar yg tak lebih dr drama-drama picisan tontonan sepintas lalu di sebuah ruang tunggu. kebohongan dan omong kosong melahirkan intrik-intrik yg membuat jalan kehidupan basah oleh darah mereka-mereka yg lemah dan mereka-mereka yg menolak semua kebohongan serta omong kosong yg jadi bagian penting kehidupan. mereka yg lemah memang pantas untuk dikorbankan karena hanya akan menjadi beban bagi kehidupan. orang-orang lemah hanya mampu mengiyakan semua kebohongan dan omong kosong, mereka hanya meniknatinya, itu berbahaya karena akan menjadikan kehidupan ini sampai pada titik jenuh dan jika itu terjadi maka akan banyak orang-orang yg akan mencoba menolak kebohongan dan omong kosong...