Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label spiritualitas

Cerita Pak Sono [yang katanya] adalah Malaikat

Sebagaimana saran kalian, mari kita coba berpikir postifif atas niat baik seseorang. Karena tidak memiliki "track record" yang jelas maka kita anggap saja Pak Sono sebagai malaikat yang diutus Tuhan untuk membantu orang susah dan memperbaiki tatanan kehidupan yang kacau balau. Niatnya baik, meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyediakan layanan-layanan publik seperti layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas rekreasi publik, serta layanan sosial lainnya. Pak Sono juga ingin membersihkan sistem pemerintahan dari penyimpangan-penyimpangan yang menyusahkan masyarakat. Selain membersihkan sistem pemerintahan Pak Sono juga berniat memberantas praktek-praktek mafia di berbagai bidang. Perbaikan kerusakan moral masyarakat juga menjadi bagian dari niat baik Pak Sono. Semua niat baik Pak Sono adalah sesuatu yang mungkin hanya saja butuh kerja keras untuk mewujudkannya. Kerja keras yang dituntut memerlukan aparatus-aparatus berdedikasi tinggi dan siap bekerja, sel...

Meta-KESEHARIAN

Pagi hari berdirilah di depan rumahku atau di pintu gerbang tempatku bekerja dan lihatlah diriku. Entah perasaan apa yang akan menghinggapimu saat melihat perubahan atas diriku dari manusia menjadi mahluk mengerikan. Di pagi hari saat mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah bulu-bulu ditubuhku memanjang dan menebal. Bulu itu bertambah panjang bersama setiap langkah kakiku hingga akhirnya hampir seluruh tubuhku tertutup bulu panjang yg tebal dan hitam, hanya wajah dan telapak tanganku yang tak dipenuhi bulu. Setelah hampir seluruh tubuhku tertutupi bulu, gigi taring dan kukuku pun memanjang dan membesar seiring semakin bertambahnya jarak antara diriku dengan rumah. Taringku terus memanjang dan membesar hingga menyembul dari sela-sela bibir dan kukuku sudah cukup panjang serta cukup tajam untuk dipakai mencakar dan mengoyak. sorot mataku ikut berubah menjadi tajam dan sangat awas terhadap gerakan mencurigakan yang mungkin mengancam nyawaku. Tak cuma fisikku yang berubah, aku pun ...

NICE dan MESIN KETIK PAK MISBAH

Dia mengambil mesin ketik tua yang tadi dipajangnya sebelum di tendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan di depan kantor kecamatan tempat dia menunggu seseorang yang bersedia menebusnya dengan sejumlah uang. Sebenarnya memutuskan untuk menjual mesin ketik tua miliknya adalah keputusan berat yang terpaksa dia ambil demi mendapat tambahan sejumlah uang untuk membeli sebuah buku namun dia tak pernah membayangkan mesin ketik kesayangannya bakal ditendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan. Diperhatikannya mesin ketik tua miliknya, tempat pitanya patah namun setelah dia perhatikan sepertinya masih bisa diperbaiki. Setelah memasukkan mesin ketik tuanya ke dalam tas dan meminta maaf kepada si pegawai , dia pun berjalan meninggalkan depan kantor kecamatan. Sebagai seorang yang telah berumur 68 tahun dia termasuk orang tua yang masih cukup kuat, jarak antara kantor kecamatan dengan tempat tinggalnya sekitar 1 km dan dia menempuhnya dengan berjalan kaki. Setelah 30 menit akhirnya dia sam...

"I Started A Joke"

oke ... untuk semuanya kali ini saya mengajak anda semua untuk bernyanyi bersama mari bernyanyi ... I started a joke  Which started the whole world crying  Oh but I didn't see  That the joke was on me...oh no..  And I started to cry  Which started the whole world laughing  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  ...

Tempat Bernama WAWABATU

Aku memutuskan untuk memulai hidup baru. Sebuah kehidupan baru dimana semua hal-hal yang orang benci pada diriku akan aku tinggalkan. Dari beberapa orang yang berhubungan dengan diriku terlihat jelas bagaimana mereka sangat membenci beberapa hal pada diriku. Ada yang membenci sifat lambanku yang dimata mereka adalah sifat bermalas-malasan seorang pemalas tak berguna. ada yang membenci kebiasaanku menilai segala sesuatu yang mereka anggap memgada-ada dan ngawur, aku memang senang menilai sesuatu bahkan senandung tiba seseorang bagiku adalah sesuatu yang menarik dan ternyata menurut salah satu teori psikologi senandung tiba-tiba merupakan refleksi alam bawah sadar yang direpresi. Ada orang yang membenci kesenanganku membaca mungkin menurut mereka membaca adalah bagian dari kebiasaan jelek seorang pemalas. Ada malah yang membenci saat diriku mencoba berfikir dan merenung, jika aku sedang berfikir atau merenungkan sesuatu biasanya mereka berkata "kenapa kamu tinggal diam begitu ? Buk...

Tak Ada Warna Merah Di Pelangi

namanya ulil amri, aku biasa memanggilnya amri tapi sebenarnya dia tak suka dipanggil begitu alasannya sederhana karena nama itu pemberian bapaknya dan kata ibunya menurut bapaknya nama ulil amri tdk bisa dipisah kalau dipisah artinya jadi beda makanya dia tdk suka dipanggi amri atau ulil. anaknya pendiam tapi jika dia telah menganggap dirimu sebagai teman maka dia akan menjadi seorang pencerita yang tak pernah mau diam. aku pernah dibuat jengkel karena harus mendengarkan ceritanya yang berloncatan riang dari satu tema ke tema lainnya yang jika disimak sepintas seperti tak berhubungan, terpaksa aku harus berhenti membaca novel yang baru saja aku beli agar dapat mengikuti alur cerita yang amri tuturkan. hari ini dia mengajakku ke rumahnya. aku memang belum pernah ke rumahnya karena itu aku langsung menerima ajakannya. amri hanya tinggal bertiga dgn ibu dan seorang adiknya. sebenarnya amri punya seorang kakak tapi meninggal saat amri masih berumur 5 tahun. amri pernah bercerita kalau ...

kejarlah aku dan kau ku tangkap

aku berjalan mengendap-endap mendekatinya, tak ingin mengganggu apa yang sedang dia lakukan. tapi tiba-tiba dia berbalik, sorot mata itu yang dulu telah membuatku menagis sejadi-jadinya kini kembali menatapku tajam. aku terkejut tak bisa berbuat apa-apa, seluruh ototku seperti kaku dan saraf-sarafku seperti tak bekerja. dia kemudian tersenyum sinis lalu berbalik dan menghilang seperti asap tipis tertiup angin. dia pergi lagi dan aku tak berhasil mewujudkan rencanaku. padahal tadi aku sudah sangat berhati-hati mendekatinya namun kembali bukan aku yang membuatnya kanget justru dia yang lagi-lagi secara tiba-tiba menyihirku dengan sorot matanya. ini bukan pertama kali aku bertemu dengannya, sudah lama aku mengejarnya. aku mengejarnya sejak bapakku yang tiba-tiba meninggal saat sedang beristirahat siang di kamarnya. aku orang pertama yang melihat bapak tak lagi bernyawa di kamarnya. saat itu aku hendak menemuinya untuk meminjam sebuah novel koleksinya namun saat aku masuk di kamarnya a...

PERANG SUNYI YANG BELUM PERNAH KITA MENANGKAN

mereka berkata padaku "mengapa kau masih mengasah pedang dan membuat sangat banyak anak-anak panah ? bukankah malam telah berlalu dan peperangan telah usai ?" aku berkata pada mereka "yah malam telah berlalu tapi apakah kalian sudah lupa tanda-tanda akan kembalinya malam dan tanda-tanda perang akan kembali berkecamuk saat malam datang ?" mendengar perkataanku mereka air muka mereka seperti keheranan namun tak berapa lama mereka tertawa terpingkal-pingkal sampai beberapa orang mengeluarkan air mata bahkan sampai ada yg muntah-muntah. setelah tawa mereka reda, mereka berkata "rupanya kau adalah salah satu dari sekian banyak orang yg gila akibat perang semalam. kamu sungguh sangat menyedihkan." ku letakkan pedang yang belum selesai ku asah dan ku tatap mereka satu persatu. beberapa diantara mereka mundur dan mengambil posisi siaga, mungkin mereka pikir aku hendak menyerang mereka seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang dianggap gila keti...

lama tak menulis ...

... sebenarnya ...  sejak media sosial secara legal merampok apa yg melintas dipikiran kita*  maka tak ada lagi yg pantas untuk ditulis.  orang-orang menjadi begitu jujur perlihatkan dirinya,  kejujuran atas persenggama antara pikiran dan muntahan informasi.  nasib menulis sudah hampir sama dengan berbicara  sudah tak berguna lagi karena apa bedanya antara ucapan dengan igau  sejak postingan di media sosial berlomba dengan tarikan nafas kita  menjadi yg tercepat hingga membuat aliran informasi sederas aliran darah dalam tubuh kita.  yah, koloborasi media penkonstruk wacana sudah sebegitu harmonis jadikan kita babi gemuk yg panik di atas sebuah sofa depan monitor.  semua sudah selesai dengan ikut serta berwara-wiri dalam gegap gempita  trending topic atau sekedar like, reshare, repost, comment .. bla bla bla ... ha ha ha ... hi hi hi ...   dan sulitlah kita bedakan waras dan tidak waras,  t...

Para Revolusioner Berikutnya

Kalianlah para revolusioner berikutnya, tapi entahlah yg jelas bukan sy karena sy telah gagal. Kesempatan untuk ku telah berlalu dan semua proyek-proyek revolusi telah gagal. Bahkan untuk sekedar mewariskan kebebasan yg pernah sy cicipi saja rasa sy gagal, mungkin masih ada sedikit kebebasan yg tertinggal tapi hanya pada diri ini dan berputar-putar pada diri sendiri menjadi sebuah kabut tipis dlm hidup. Sy telah gagal, mungkin ada yg sukses dgn segala proyek-proyek fantastisnya tapi mereka yg berhasil sepertinya adalah orang-orang yg dulunya berdiri di seberang jalanku. Mereka dulu hanya berdiri melipat tangan di dada dan sekali-kali menggelengkan kepala serta tersenyum tipis yg tak ku tahu apa makna di balik senyuman itu. Sepertinya mereka itulah yg kini wajahnya bersinar bahagia serta berdiri tegak dgn punggung lurus penuh wibawa di dlm pesta-pesta perayaan keberhasilan. Sepertinya memang kalianlah para revolusioner berikutnya yg penuh dgn mimpi-mimpi spektakuler dan memilik gambara...

Robohnya Bangunan Itu

Bangunan itu tiba-tiba roboh, tak ada yg tahu penyebabnya. Berbagai spekulasi bertebaran diseputar robohnya bangunan itu. Ada yg mencoba berkomentar secara ilmiah dlm koridor sains pertukangan. Ada pula yg mengeluarkan argumen dlm perspektif filosofis tentang substansi dan aksiden. Bahkan ada yg menganggap ada kekuatan supranatural yg hadir dlm robohnya bangunan itu, kalau yg ini jelas sebuah analisis berbasis hal-hal metafisik yg cenderung mendekatiki mistik yg kebenarannya susah diyakini namun susah pula dinafikan dlm tatanan kehidupan orang-orang asia. Tak pernah ada kepastian terkait penyebab robohnya bangunan itu, orang-orang menemukan bangunan itu telah roboh saat matahari pagi mulai bersinar menyingkirkan kegelapan malam. Ketidak pastian ini menyebar begitu saja di berbagai jejaring sosial bahkan di perbincangan ringan warung kopi, muncul seperti wabah menjijikkan yg cenderung dihindari. Bagi anak-anak fenomena itu seperti cerita horor yg membuat anak kecil menangis ketakutan n...

LELAKI PEMBAWA BUKU

Tidak seperti biasanya, orang ramai di tempat ini. Dari anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Taman yg biasanya sepi dan hanya diisi oleh gelandangan kota dan para pekerja yg sekedar singgah untuk beristirahat, kini ramai dan orang2 berkumpul sambil berbisik-bisik. Karena penasaran aku pun mendekat dan bergabung, setelah bertanya pada seorang ibu yg hendak meninggalkan taman aku pun tahu alasan berkumpulnya orang-orang. Sesosok mayat ditemukan terbaring kaku di sebuah bangku taman. Aku mendekat dan mencoba melihat langsung mayat tersebut namun rupanya petugas telah hadir dan menghalangi orang yg ingin mendekat dengan alasan sedang dilakukan penyelidikan. Dengan sedikit usaha dan berbekal kartu pers kampus dan buku catatan kecil akhirnya aku bisa mendekat dan melihatnya langsung. Rupanya mayat itu sudah dibungkus kantong jenasah oleh petugas forensik dari kepolisian. Untuk mengobati kekecewaanku aku mencoba mengorek informasi dari petugas yg mengkoordin...