Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label moral

saya adalah anjing

Saya adalah anjing Bukan harimau yg menakutkan Bukan singa yg penuh wibawa Juga bukan serigala yg cerdik Saya adalah anjing Berakhir sebagai peliharaan Menjadi penjaga bagi majikan Atau peliharaan imut nan menawan Saya adalah anjing Anjing kampung kudisan Jenis yg tak pernah diinginkan Diantara jenis anjing Saya adalah anjing Yang mungkin mati karena penyakit Mungkin rabies Semoga aku mati tanpa menyusahkan

TOLONG AKU

sebenarnya ... aku tak peduli pada semuanya, aku hanya ingin tersenyum pada mentari. sebenarnya ... sudah sejak lama aku membenci mentari, namun kini aku mencoba untuk selalu tersenyum pada mentari yang tak dapat aku hindari ketika terbangun di pagi hari. sebenarnya ... aku lelah menjadi pejalan sunyi, meski aku sadar bahwa hingga hari ini aku masih menjadi pejalan yg terus menyusuri jalan sepi di antara kegaduhan hidup. sebenarnya ... kegaduhan yang terus memaksaku terbangun dari tidur karena kelelahan bertarung melawan hidup yang terus menantangku. jadi izinkan aku tersenyum pada semua semua caci maki dan kebencian yang terus menjadi awan hitam di atas kepalaku.

Save Kulon Progo!

kami mendukung! kami mendukung individu-individu warga kulon progo yg bekerja sama melawan penguasa yg telah memperkosa hak-hak mereka atas sejengkal tanah tempat tinggal. Walau sebenarnya kami tidak peduli karena dengan adanya bandara internasional di jogja maka bersenang-senang dan jalan-jalan ke jogja tentu akan lebih mudah serta murah karena akan banyak maskapai yang memiliki rute jogja-makassar makassar-jogja. Namun semua itu tak berarti bagi kami yang masih disibukkan dgn urusan mencari uang untuk makan serta urusan mencari sejengkal tanah untuk tempat tinggal tapi apalah arti tempat tinggal dan semua milik kami di mata penguasa? Apalah arti jalan-jalan jika saat pulang tak ada lagi tempat tinggal? Apalah arti pergi bersenang-senang jika saat pulang tempat tinggal kami telah rata dengan tanah? kami tak ingin semua itu! karena itu kami akan selalu mendukung mereka-mereka yang masih berani dan mau melawan pihak-pihak yang memperkosa, mencuri, merampas hak hidup kami serta se...

Karya Sastra di Perpustakaan Sekolah & Para Buzzer

Rendahnya minat baca generasi muda saat ini sudah memperlihatkan efek buruknya yang sangat memperihatinkan. rendahnya minat baca mereka membuat kemampuan mengolah informasi sangat rendah. Di zaman kejayaan televisi mereka hanya berakhir di tayangan-tayangan murahan yang memang tidak memerlukan kemampuan mengolah informasi dan acara televisi yang bersifat informatif seperti berita nasional maupun internasional tak menjadi kesukaan mereka. Namun di zaman internet, mereka mau tak mau akan berhadapan dengan banjir informasi. Rendahnya kemampuan mengolah informasi inilah yang kemudian membuat mereka gagap berhadapan dengan banjir informasi, tanpa sadar jadilah mereka agen-agen buzzer pihak penyebar informasi. Generasi yang gagap dalam mengolah informasi ini karena  rendahnya kemampuan mengolah informasi berakhir dalam ekosistem buzzer ciptaan para pembuat informasi dimana dalam ekosistem ini dituntut kecepatan dalam mengupdate informasi yang dibuktikan dengan tindakan membagi informas...

Cerobong Pabrik

Sepasang burung terbang membawa plastik dan tali. Mereka kembali ketempat membangun sarangnya. Apa yg dibawa kali untuk merampungkan sarang yg mereka bangun. Karena susahnya mencari ranting dan rumput maka plastik dan tali menjadi bahan utama. Sarang mereka pun bukan di dahan pohon seperti dalam cerita anak-anak di televisi, melainkan di celah cerobong pabrik. Plastik, tali, dan cerobong pabrik bukanlah soal bagi mereka karena berkembang biak adalah tuntutan alam yang selama mereka masih hidup tal bisa mereka lawan. Tak nyaman memang tapi semua menjadi biasa. Setelah memberikan sentuhan akhir dengan memasukkan plastik dan tali yg dibawah, mereka pun terbang sedikit menjauh untuk mengamati hasil kerja mereka lalu bersahut-sahutan bernyanyi merayakan sarang mereka yang telah rampung. Waktu pun berjalan.  Burung betina bertelur, telur dierami hingga akhirnya menetas. Generasi baru pun hadir menjadi bagian dari kehidupan ini. Sepasang burung itu bersama-sama merawat anak mereka...

Cerita Pak Sono [yang katanya] adalah Malaikat

Sebagaimana saran kalian, mari kita coba berpikir postifif atas niat baik seseorang. Karena tidak memiliki "track record" yang jelas maka kita anggap saja Pak Sono sebagai malaikat yang diutus Tuhan untuk membantu orang susah dan memperbaiki tatanan kehidupan yang kacau balau. Niatnya baik, meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyediakan layanan-layanan publik seperti layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas rekreasi publik, serta layanan sosial lainnya. Pak Sono juga ingin membersihkan sistem pemerintahan dari penyimpangan-penyimpangan yang menyusahkan masyarakat. Selain membersihkan sistem pemerintahan Pak Sono juga berniat memberantas praktek-praktek mafia di berbagai bidang. Perbaikan kerusakan moral masyarakat juga menjadi bagian dari niat baik Pak Sono. Semua niat baik Pak Sono adalah sesuatu yang mungkin hanya saja butuh kerja keras untuk mewujudkannya. Kerja keras yang dituntut memerlukan aparatus-aparatus berdedikasi tinggi dan siap bekerja, sel...

Meta-KESEHARIAN

Pagi hari berdirilah di depan rumahku atau di pintu gerbang tempatku bekerja dan lihatlah diriku. Entah perasaan apa yang akan menghinggapimu saat melihat perubahan atas diriku dari manusia menjadi mahluk mengerikan. Di pagi hari saat mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah bulu-bulu ditubuhku memanjang dan menebal. Bulu itu bertambah panjang bersama setiap langkah kakiku hingga akhirnya hampir seluruh tubuhku tertutup bulu panjang yg tebal dan hitam, hanya wajah dan telapak tanganku yang tak dipenuhi bulu. Setelah hampir seluruh tubuhku tertutupi bulu, gigi taring dan kukuku pun memanjang dan membesar seiring semakin bertambahnya jarak antara diriku dengan rumah. Taringku terus memanjang dan membesar hingga menyembul dari sela-sela bibir dan kukuku sudah cukup panjang serta cukup tajam untuk dipakai mencakar dan mengoyak. sorot mataku ikut berubah menjadi tajam dan sangat awas terhadap gerakan mencurigakan yang mungkin mengancam nyawaku. Tak cuma fisikku yang berubah, aku pun ...

NICE dan MESIN KETIK PAK MISBAH

Dia mengambil mesin ketik tua yang tadi dipajangnya sebelum di tendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan di depan kantor kecamatan tempat dia menunggu seseorang yang bersedia menebusnya dengan sejumlah uang. Sebenarnya memutuskan untuk menjual mesin ketik tua miliknya adalah keputusan berat yang terpaksa dia ambil demi mendapat tambahan sejumlah uang untuk membeli sebuah buku namun dia tak pernah membayangkan mesin ketik kesayangannya bakal ditendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan. Diperhatikannya mesin ketik tua miliknya, tempat pitanya patah namun setelah dia perhatikan sepertinya masih bisa diperbaiki. Setelah memasukkan mesin ketik tuanya ke dalam tas dan meminta maaf kepada si pegawai , dia pun berjalan meninggalkan depan kantor kecamatan. Sebagai seorang yang telah berumur 68 tahun dia termasuk orang tua yang masih cukup kuat, jarak antara kantor kecamatan dengan tempat tinggalnya sekitar 1 km dan dia menempuhnya dengan berjalan kaki. Setelah 30 menit akhirnya dia sam...

"I Started A Joke"

oke ... untuk semuanya kali ini saya mengajak anda semua untuk bernyanyi bersama mari bernyanyi ... I started a joke  Which started the whole world crying  Oh but I didn't see  That the joke was on me...oh no..  And I started to cry  Which started the whole world laughing  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  ...

Tempat Bernama WAWABATU

Aku memutuskan untuk memulai hidup baru. Sebuah kehidupan baru dimana semua hal-hal yang orang benci pada diriku akan aku tinggalkan. Dari beberapa orang yang berhubungan dengan diriku terlihat jelas bagaimana mereka sangat membenci beberapa hal pada diriku. Ada yang membenci sifat lambanku yang dimata mereka adalah sifat bermalas-malasan seorang pemalas tak berguna. ada yang membenci kebiasaanku menilai segala sesuatu yang mereka anggap memgada-ada dan ngawur, aku memang senang menilai sesuatu bahkan senandung tiba seseorang bagiku adalah sesuatu yang menarik dan ternyata menurut salah satu teori psikologi senandung tiba-tiba merupakan refleksi alam bawah sadar yang direpresi. Ada orang yang membenci kesenanganku membaca mungkin menurut mereka membaca adalah bagian dari kebiasaan jelek seorang pemalas. Ada malah yang membenci saat diriku mencoba berfikir dan merenung, jika aku sedang berfikir atau merenungkan sesuatu biasanya mereka berkata "kenapa kamu tinggal diam begitu ? Buk...

Tak Ada Warna Merah Di Pelangi

namanya ulil amri, aku biasa memanggilnya amri tapi sebenarnya dia tak suka dipanggil begitu alasannya sederhana karena nama itu pemberian bapaknya dan kata ibunya menurut bapaknya nama ulil amri tdk bisa dipisah kalau dipisah artinya jadi beda makanya dia tdk suka dipanggi amri atau ulil. anaknya pendiam tapi jika dia telah menganggap dirimu sebagai teman maka dia akan menjadi seorang pencerita yang tak pernah mau diam. aku pernah dibuat jengkel karena harus mendengarkan ceritanya yang berloncatan riang dari satu tema ke tema lainnya yang jika disimak sepintas seperti tak berhubungan, terpaksa aku harus berhenti membaca novel yang baru saja aku beli agar dapat mengikuti alur cerita yang amri tuturkan. hari ini dia mengajakku ke rumahnya. aku memang belum pernah ke rumahnya karena itu aku langsung menerima ajakannya. amri hanya tinggal bertiga dgn ibu dan seorang adiknya. sebenarnya amri punya seorang kakak tapi meninggal saat amri masih berumur 5 tahun. amri pernah bercerita kalau ...

surat balasan ucapan "selamat hari ibu" dari ibu

nak, ibu sudah baca ucapan selamat hari ibu yang kau kirim lewat pesan singkat . terima kasih nak, salam sayang untukmu. sebenarnya adikmu sudah bilang ke ibu kalau kau masih bisa mengakses handphonemu dan dia sudah menyarankan ibu untuk mengirim pesan lewat surat elektronik atau aplikasi chatting di smartphone tapi ibu tidak mau, ibu mau mengirim pesan lewat surat sebagaimana dulu ibu mengirim pesan ketika kau masih kuliah. ibu ingat dalam sebuah suratmu yang kau kirimkan sewaktu kau masih kuliah, kau menuliskan seperti ini "apakah ibu tahu kalau media adalah pesan, jadi ketika saya menerima surat ibu sebelum saya membaca isinya ada pesan tak tertulis yang langsung sampai ke hatiku. goresan tangan ibu yang menulis namaku di amplop surat bagi saya adalah pesan sayang yang cuma bisa dibaca oleh saya" saat itu dalam surat balasan ibu bertanya padamu "dari buku mana lagi kau dapat inspirasi ?". kata-kata mu itu yang membuat ibu memilih mengirimkan balasan ucap...

kejarlah aku dan kau ku tangkap

aku berjalan mengendap-endap mendekatinya, tak ingin mengganggu apa yang sedang dia lakukan. tapi tiba-tiba dia berbalik, sorot mata itu yang dulu telah membuatku menagis sejadi-jadinya kini kembali menatapku tajam. aku terkejut tak bisa berbuat apa-apa, seluruh ototku seperti kaku dan saraf-sarafku seperti tak bekerja. dia kemudian tersenyum sinis lalu berbalik dan menghilang seperti asap tipis tertiup angin. dia pergi lagi dan aku tak berhasil mewujudkan rencanaku. padahal tadi aku sudah sangat berhati-hati mendekatinya namun kembali bukan aku yang membuatnya kanget justru dia yang lagi-lagi secara tiba-tiba menyihirku dengan sorot matanya. ini bukan pertama kali aku bertemu dengannya, sudah lama aku mengejarnya. aku mengejarnya sejak bapakku yang tiba-tiba meninggal saat sedang beristirahat siang di kamarnya. aku orang pertama yang melihat bapak tak lagi bernyawa di kamarnya. saat itu aku hendak menemuinya untuk meminjam sebuah novel koleksinya namun saat aku masuk di kamarnya a...

PERANG SUNYI YANG BELUM PERNAH KITA MENANGKAN

mereka berkata padaku "mengapa kau masih mengasah pedang dan membuat sangat banyak anak-anak panah ? bukankah malam telah berlalu dan peperangan telah usai ?" aku berkata pada mereka "yah malam telah berlalu tapi apakah kalian sudah lupa tanda-tanda akan kembalinya malam dan tanda-tanda perang akan kembali berkecamuk saat malam datang ?" mendengar perkataanku mereka air muka mereka seperti keheranan namun tak berapa lama mereka tertawa terpingkal-pingkal sampai beberapa orang mengeluarkan air mata bahkan sampai ada yg muntah-muntah. setelah tawa mereka reda, mereka berkata "rupanya kau adalah salah satu dari sekian banyak orang yg gila akibat perang semalam. kamu sungguh sangat menyedihkan." ku letakkan pedang yang belum selesai ku asah dan ku tatap mereka satu persatu. beberapa diantara mereka mundur dan mengambil posisi siaga, mungkin mereka pikir aku hendak menyerang mereka seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang dianggap gila keti...