Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label sastra

ini hidupku, apakah ini juga hidupmu? mari tertawa

pict: from google ini bukan kali pertama aku membual tentang lentingan batu di atas air danau dan ini pun bukan pertama kalinya aku sesumbar menantang matahari. namun jika kau termasuk orang yg cukup malas memikirkan tentang hukum alam yang mengkonstruk hidup ini atau kau orang yang mencoba tak peduli dengan segelintir orang yang mencoba mematahkan hukum alam karena berfikir dirinya adalah sosok kuat maka kita mungkin sama, kita tak lebih dari seorang pembual. pembual yang terlalu malas memikirkan kisah yang terus diulang-ulang dengan berbagai polesan personal dan akhirnya menjadi dongeng pengantar tidur anak kecil yang belum tahu kebenaran hukum gravitasi yg berkontribusi dalam membentuk alam semesta yang kita diami saat ini. tapi peduli apa kau dan aku dengan semua itu? terlalu banyak tekanan biologis mengada-ada yang dijejali ke otak kita sejak dini sehingga kita tak tahu lagi mana api dan mana air. masihkah kau peduli dengan semua itu jika sebilah belati mengancam merobek-r...

Cerita Pak Sono [yang katanya] adalah Malaikat

Sebagaimana saran kalian, mari kita coba berpikir postifif atas niat baik seseorang. Karena tidak memiliki "track record" yang jelas maka kita anggap saja Pak Sono sebagai malaikat yang diutus Tuhan untuk membantu orang susah dan memperbaiki tatanan kehidupan yang kacau balau. Niatnya baik, meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menyediakan layanan-layanan publik seperti layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas rekreasi publik, serta layanan sosial lainnya. Pak Sono juga ingin membersihkan sistem pemerintahan dari penyimpangan-penyimpangan yang menyusahkan masyarakat. Selain membersihkan sistem pemerintahan Pak Sono juga berniat memberantas praktek-praktek mafia di berbagai bidang. Perbaikan kerusakan moral masyarakat juga menjadi bagian dari niat baik Pak Sono. Semua niat baik Pak Sono adalah sesuatu yang mungkin hanya saja butuh kerja keras untuk mewujudkannya. Kerja keras yang dituntut memerlukan aparatus-aparatus berdedikasi tinggi dan siap bekerja, sel...

Meta-KESEHARIAN

Pagi hari berdirilah di depan rumahku atau di pintu gerbang tempatku bekerja dan lihatlah diriku. Entah perasaan apa yang akan menghinggapimu saat melihat perubahan atas diriku dari manusia menjadi mahluk mengerikan. Di pagi hari saat mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah bulu-bulu ditubuhku memanjang dan menebal. Bulu itu bertambah panjang bersama setiap langkah kakiku hingga akhirnya hampir seluruh tubuhku tertutup bulu panjang yg tebal dan hitam, hanya wajah dan telapak tanganku yang tak dipenuhi bulu. Setelah hampir seluruh tubuhku tertutupi bulu, gigi taring dan kukuku pun memanjang dan membesar seiring semakin bertambahnya jarak antara diriku dengan rumah. Taringku terus memanjang dan membesar hingga menyembul dari sela-sela bibir dan kukuku sudah cukup panjang serta cukup tajam untuk dipakai mencakar dan mengoyak. sorot mataku ikut berubah menjadi tajam dan sangat awas terhadap gerakan mencurigakan yang mungkin mengancam nyawaku. Tak cuma fisikku yang berubah, aku pun ...

Tempat Bernama WAWABATU

Aku memutuskan untuk memulai hidup baru. Sebuah kehidupan baru dimana semua hal-hal yang orang benci pada diriku akan aku tinggalkan. Dari beberapa orang yang berhubungan dengan diriku terlihat jelas bagaimana mereka sangat membenci beberapa hal pada diriku. Ada yang membenci sifat lambanku yang dimata mereka adalah sifat bermalas-malasan seorang pemalas tak berguna. ada yang membenci kebiasaanku menilai segala sesuatu yang mereka anggap memgada-ada dan ngawur, aku memang senang menilai sesuatu bahkan senandung tiba seseorang bagiku adalah sesuatu yang menarik dan ternyata menurut salah satu teori psikologi senandung tiba-tiba merupakan refleksi alam bawah sadar yang direpresi. Ada orang yang membenci kesenanganku membaca mungkin menurut mereka membaca adalah bagian dari kebiasaan jelek seorang pemalas. Ada malah yang membenci saat diriku mencoba berfikir dan merenung, jika aku sedang berfikir atau merenungkan sesuatu biasanya mereka berkata "kenapa kamu tinggal diam begitu ? Buk...

Tak Ada Warna Merah Di Pelangi

namanya ulil amri, aku biasa memanggilnya amri tapi sebenarnya dia tak suka dipanggil begitu alasannya sederhana karena nama itu pemberian bapaknya dan kata ibunya menurut bapaknya nama ulil amri tdk bisa dipisah kalau dipisah artinya jadi beda makanya dia tdk suka dipanggi amri atau ulil. anaknya pendiam tapi jika dia telah menganggap dirimu sebagai teman maka dia akan menjadi seorang pencerita yang tak pernah mau diam. aku pernah dibuat jengkel karena harus mendengarkan ceritanya yang berloncatan riang dari satu tema ke tema lainnya yang jika disimak sepintas seperti tak berhubungan, terpaksa aku harus berhenti membaca novel yang baru saja aku beli agar dapat mengikuti alur cerita yang amri tuturkan. hari ini dia mengajakku ke rumahnya. aku memang belum pernah ke rumahnya karena itu aku langsung menerima ajakannya. amri hanya tinggal bertiga dgn ibu dan seorang adiknya. sebenarnya amri punya seorang kakak tapi meninggal saat amri masih berumur 5 tahun. amri pernah bercerita kalau ...

surat balasan ucapan "selamat hari ibu" dari ibu

nak, ibu sudah baca ucapan selamat hari ibu yang kau kirim lewat pesan singkat . terima kasih nak, salam sayang untukmu. sebenarnya adikmu sudah bilang ke ibu kalau kau masih bisa mengakses handphonemu dan dia sudah menyarankan ibu untuk mengirim pesan lewat surat elektronik atau aplikasi chatting di smartphone tapi ibu tidak mau, ibu mau mengirim pesan lewat surat sebagaimana dulu ibu mengirim pesan ketika kau masih kuliah. ibu ingat dalam sebuah suratmu yang kau kirimkan sewaktu kau masih kuliah, kau menuliskan seperti ini "apakah ibu tahu kalau media adalah pesan, jadi ketika saya menerima surat ibu sebelum saya membaca isinya ada pesan tak tertulis yang langsung sampai ke hatiku. goresan tangan ibu yang menulis namaku di amplop surat bagi saya adalah pesan sayang yang cuma bisa dibaca oleh saya" saat itu dalam surat balasan ibu bertanya padamu "dari buku mana lagi kau dapat inspirasi ?". kata-kata mu itu yang membuat ibu memilih mengirimkan balasan ucap...

kejarlah aku dan kau ku tangkap

aku berjalan mengendap-endap mendekatinya, tak ingin mengganggu apa yang sedang dia lakukan. tapi tiba-tiba dia berbalik, sorot mata itu yang dulu telah membuatku menagis sejadi-jadinya kini kembali menatapku tajam. aku terkejut tak bisa berbuat apa-apa, seluruh ototku seperti kaku dan saraf-sarafku seperti tak bekerja. dia kemudian tersenyum sinis lalu berbalik dan menghilang seperti asap tipis tertiup angin. dia pergi lagi dan aku tak berhasil mewujudkan rencanaku. padahal tadi aku sudah sangat berhati-hati mendekatinya namun kembali bukan aku yang membuatnya kanget justru dia yang lagi-lagi secara tiba-tiba menyihirku dengan sorot matanya. ini bukan pertama kali aku bertemu dengannya, sudah lama aku mengejarnya. aku mengejarnya sejak bapakku yang tiba-tiba meninggal saat sedang beristirahat siang di kamarnya. aku orang pertama yang melihat bapak tak lagi bernyawa di kamarnya. saat itu aku hendak menemuinya untuk meminjam sebuah novel koleksinya namun saat aku masuk di kamarnya a...

PERANG SUNYI YANG BELUM PERNAH KITA MENANGKAN

mereka berkata padaku "mengapa kau masih mengasah pedang dan membuat sangat banyak anak-anak panah ? bukankah malam telah berlalu dan peperangan telah usai ?" aku berkata pada mereka "yah malam telah berlalu tapi apakah kalian sudah lupa tanda-tanda akan kembalinya malam dan tanda-tanda perang akan kembali berkecamuk saat malam datang ?" mendengar perkataanku mereka air muka mereka seperti keheranan namun tak berapa lama mereka tertawa terpingkal-pingkal sampai beberapa orang mengeluarkan air mata bahkan sampai ada yg muntah-muntah. setelah tawa mereka reda, mereka berkata "rupanya kau adalah salah satu dari sekian banyak orang yg gila akibat perang semalam. kamu sungguh sangat menyedihkan." ku letakkan pedang yang belum selesai ku asah dan ku tatap mereka satu persatu. beberapa diantara mereka mundur dan mengambil posisi siaga, mungkin mereka pikir aku hendak menyerang mereka seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang dianggap gila keti...

mimpi seorang sahabat

pernah suatu waktu ketika matahari tepat di atas kepala pada saat jam istirahat saat kami sedang bersantai di bawah sebuah pohon yg rindang selepas menikmati makan siang kami, seorang sahabat menceritakan mimpinya yang sangat seram. tadi aku bermimpi berada di sebuah hamparan rumput hijau dan angin berhembus lembut membelai tubuhku. saat aku berbalik, dibelakangku terlihat gunung yg membiru dan puncaknya tak terlihat sepertinya tertutup kabut. indahnya ... saat membalikkan kembali badanku, hamparan rumput yang hijau tak ada lagi berganti ladang pertanian yang sangat luas dan sepertinya siap dipanen. aku mencoba melangkah tapi ternyata aku berdiri di atas kubangan lumpur dan kakiku terbenam sampai sebatas lutut. karena tak dapat melangkah maju aku berusaha membalikkan badanku. setelah berhasil membalikkan badan, aku tak melihat lagi gunung yang sebelumnya terlihat sangat eksotik dimataku. aku cari-cari di kiri dan kanan ku tapi tak ku temukan. aku teringat ladang pertanian di belakan...

Para Revolusioner Berikutnya

Kalianlah para revolusioner berikutnya, tapi entahlah yg jelas bukan sy karena sy telah gagal. Kesempatan untuk ku telah berlalu dan semua proyek-proyek revolusi telah gagal. Bahkan untuk sekedar mewariskan kebebasan yg pernah sy cicipi saja rasa sy gagal, mungkin masih ada sedikit kebebasan yg tertinggal tapi hanya pada diri ini dan berputar-putar pada diri sendiri menjadi sebuah kabut tipis dlm hidup. Sy telah gagal, mungkin ada yg sukses dgn segala proyek-proyek fantastisnya tapi mereka yg berhasil sepertinya adalah orang-orang yg dulunya berdiri di seberang jalanku. Mereka dulu hanya berdiri melipat tangan di dada dan sekali-kali menggelengkan kepala serta tersenyum tipis yg tak ku tahu apa makna di balik senyuman itu. Sepertinya mereka itulah yg kini wajahnya bersinar bahagia serta berdiri tegak dgn punggung lurus penuh wibawa di dlm pesta-pesta perayaan keberhasilan. Sepertinya memang kalianlah para revolusioner berikutnya yg penuh dgn mimpi-mimpi spektakuler dan memilik gambara...

Robohnya Bangunan Itu

Bangunan itu tiba-tiba roboh, tak ada yg tahu penyebabnya. Berbagai spekulasi bertebaran diseputar robohnya bangunan itu. Ada yg mencoba berkomentar secara ilmiah dlm koridor sains pertukangan. Ada pula yg mengeluarkan argumen dlm perspektif filosofis tentang substansi dan aksiden. Bahkan ada yg menganggap ada kekuatan supranatural yg hadir dlm robohnya bangunan itu, kalau yg ini jelas sebuah analisis berbasis hal-hal metafisik yg cenderung mendekatiki mistik yg kebenarannya susah diyakini namun susah pula dinafikan dlm tatanan kehidupan orang-orang asia. Tak pernah ada kepastian terkait penyebab robohnya bangunan itu, orang-orang menemukan bangunan itu telah roboh saat matahari pagi mulai bersinar menyingkirkan kegelapan malam. Ketidak pastian ini menyebar begitu saja di berbagai jejaring sosial bahkan di perbincangan ringan warung kopi, muncul seperti wabah menjijikkan yg cenderung dihindari. Bagi anak-anak fenomena itu seperti cerita horor yg membuat anak kecil menangis ketakutan n...

LELAKI PEMBAWA BUKU

Tidak seperti biasanya, orang ramai di tempat ini. Dari anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Taman yg biasanya sepi dan hanya diisi oleh gelandangan kota dan para pekerja yg sekedar singgah untuk beristirahat, kini ramai dan orang2 berkumpul sambil berbisik-bisik. Karena penasaran aku pun mendekat dan bergabung, setelah bertanya pada seorang ibu yg hendak meninggalkan taman aku pun tahu alasan berkumpulnya orang-orang. Sesosok mayat ditemukan terbaring kaku di sebuah bangku taman. Aku mendekat dan mencoba melihat langsung mayat tersebut namun rupanya petugas telah hadir dan menghalangi orang yg ingin mendekat dengan alasan sedang dilakukan penyelidikan. Dengan sedikit usaha dan berbekal kartu pers kampus dan buku catatan kecil akhirnya aku bisa mendekat dan melihatnya langsung. Rupanya mayat itu sudah dibungkus kantong jenasah oleh petugas forensik dari kepolisian. Untuk mengobati kekecewaanku aku mencoba mengorek informasi dari petugas yg mengkoordin...

SELAMAT TIDUR

Kau pasti telah tertidur Sebenarnya aku ingin mengirimkan pesan lewat email seperti biasanya, sekedar bertanya "lagi bikin apa ?" Tapi pasti kau tdk akan membacanya, kalau pun kau membacanya pastilah kau membacanya besok pagi serta  mungkin tidak akan pernah kau balas karena telah menjadi pertanyaan basi yg tak lagi tepat waktu dan karena aku bukan lagi apa-apa bagimu. Kau pasti telah tertidur Semoga kau tidur nyenyak dan bermimpi bertemu lelaki itu lagi yg tak lagi sekedar menatap dirimu yg ketakutan. Ku harap dia kini menyapamu dgn lembut dan mengulurkan tangannya yg kokoh dan penuh harapan indah. Aku sebenarnya tak ingin percaya pada cerita tentang lelaki yg selalu hadir dlm mimpimu tapi karena menurutku kau tak pernah berbohong padaku maka aku percaya dgn ceritamu itu. Kau pasti telah tertidur Terlelap dlm istirahat yg damai setelah bertarung seharian melawan dunia yg ku tahu kau tak suka atau mungkin lebih tepatnya "yg menurutku tak kau suka" tapi peduli a...

"IGAU" TANPA AWALAN - AKHIRAN

Matahari tak juga berhenti Membuntuti rembulan dgn sebilah belati tergenggam Siap merajah cerita berdarah Membangun mitos tragis tentang sedihnya kisah perlawanan Perlawanan kebohongan sakit yg terucap Membahana selaksa makna para pendusta Bersama suara sangkakala ciptaan para penista syair dan nada Berhenti ... Berhentilah Semua ini hanya hikayat tak bermakna lebih picik dari salakan anjing di seberang jalan Sudahlah ... Sebentar lagi rembulan kan bertekuk lutut di hadapan singgasana fajar sang mentari pagi ...