Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

MATA-MATA

Bagiku mata adalah bagian dari organ tubuh manusia yg paling menakutkan mungkin karena itulah mata manusia yg telah mati sebisa mungkin dibuat tertutup. Mata memang menakutkan, sekalipun seluruh tubuh ditutup kecuali mata, jika mata itu ditatap maka dia akan berbicara tentang sesuatu. Sy benar-benar takut pada mata bahkan saat bercermin sebenarnya sy tdk ketakutan pada wajahku secara keseluruhan tapi sy takut pada mata wajah yg ada di cermin yg seperti membalas tatapanku. Sungguh, mata sangat menakutkan. Karena itu sy tak pernah betul-betul berani bertemu dgn mata pada sebuah wajah, kalau pun terpaksa harus bertemu artinya sy menggunakan energi yg cukup besar untuk melakukannya. Kenapa menakutkan ? Mata selalu berbicara sebelum organ tubuh lain ikut campur dlm mengungkapkan sesuatu, saat kita melihatnya dr samping atau dr sudut pandang yg jauh dari jangkauan tatapannya pun mata tetap berbicara. Apa lagi ketika mata diberi tambahan pernak pernik seperti air, warna merah, atau ekspresi...

Si Pencerita & Aku

Siapa aku ? Salah satu pertanyaan yg selalu memancing si pencerita yg entah mendekam dibagian mana di kepalaku untuk bercerita panjang lebar. Pertanyaan ini kerap muncul disaat sy memperhatikan bayanganku dicermin, ketika pertanyaan itu muncul si pencerita akan menafsirkan semua bagian tubuhku yg tampak pada cermin dalam sebuah cerita yg seolah tak berujung. Akibatnya, sy pernah berurusan dgn pihak keamanan sebuah mall gara-gara sy dihajar hingga babak belur oleh seorang lelaki yg merasa terusik oleh kelakuanku yg menatap cermin terlalu lama di dlm sebuah toilet mall. Sy juga pernah memecahkan sebuah cermin dgn kedua telapak tanganku karena jengkel, entah jengkel pada diriku yg tampak di cermin atau jengkel pada si pencerita yg sok tahu bercerita tentang siapa aku. Untung saja ketika itu sy masih tinggal dgn seorang teman. Saat dia mendengar bunyi kaca pecah di kamar mandi dia segera kekamar mandi dan menemukan sy yg tertegun menatap kedua telapak tanganku yg berlumuran darah, sy sege...

Para Revolusioner Berikutnya

Kalianlah para revolusioner berikutnya, tapi entahlah yg jelas bukan sy karena sy telah gagal. Kesempatan untuk ku telah berlalu dan semua proyek-proyek revolusi telah gagal. Bahkan untuk sekedar mewariskan kebebasan yg pernah sy cicipi saja rasa sy gagal, mungkin masih ada sedikit kebebasan yg tertinggal tapi hanya pada diri ini dan berputar-putar pada diri sendiri menjadi sebuah kabut tipis dlm hidup. Sy telah gagal, mungkin ada yg sukses dgn segala proyek-proyek fantastisnya tapi mereka yg berhasil sepertinya adalah orang-orang yg dulunya berdiri di seberang jalanku. Mereka dulu hanya berdiri melipat tangan di dada dan sekali-kali menggelengkan kepala serta tersenyum tipis yg tak ku tahu apa makna di balik senyuman itu. Sepertinya mereka itulah yg kini wajahnya bersinar bahagia serta berdiri tegak dgn punggung lurus penuh wibawa di dlm pesta-pesta perayaan keberhasilan. Sepertinya memang kalianlah para revolusioner berikutnya yg penuh dgn mimpi-mimpi spektakuler dan memilik gambara...