Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2010

K . E . H . I . D . U . P . A . N

Semalam aku bertemu Rembulan, dan dia berkata padaku bahwa mentari telah meng khianat inya. Pagi tadi aku bertemu Mentari, dan dia bercerita padaku tentang rembulan yg telah me lupa kannya. dua hari yg lalu aku bertemu Kegelapan, dan dia mencurahkan isi hatinya tentang terang yg meninggal kannya, Keesokan harinya aku bertemu Terang, dan dia menanyakan dimanakah kini kegelapan ber ada . Saat ini aku bertemu dengan Diriku dan dia berkata dengan sedih " ah ... kehidupan " lalu dia tertawa terkekeh mencemooh aku

Menjadi Tidak Menjadi

dalam ketiadaan awal dan akhir Bergerak maju ke titik mati meninggalkan diam. Mencapai surga ketiadaan bersama kedirian yg bukan aku. Tak bersayap capai langit tak bertepi, bersatu bersama awan kecil putih dan hitam jadi bagian penghidup bumi yg semakin renta. Seperti awan yg terus bergerak seiring angin dan badai, menjadi bagian dari panasnya terik mentari dan dingin serta basahnya hujan dan badai. Sayap putih dan halus malaikat yg jadi bagian dari diri hancur terburai ... bukan terkoyak terserang tapi terlalu rapuh untuk sekedar memeluk kehidupan dengan sayap yg putih dan halus namun rapuh. Tapi ketak bersayapan justru membuat diri terasa ringan, terbang bebas menjadi satu diantara helai-helai bulu sayap yg melayang dan terbang bebas lepas dari tubuh. Melayang dan terbang bebas tanpa pernah terikat dalam sebuah ketentuan berpola yg kerap membatasi dan menciptakan ke-aku-an yang tak lebih dari sebuah omong kosong peradaban. Menjadi dalam ketiadaan kondisi awalan dan akhiran, karena ...