Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Ode Pemuda Kreatif

Apakah kalian tak melihat kematian orang2 terdahulu Apakah kalian tak mendengar kisah Hancurnya mereka Dan sekarang kalian tertawa Dengan lelucon mereka Dan sekarang kalian berdansa Dibawah alunan musik yg sama Siaplah mati ... dan siaplah hancur 2x Musnah seperti kamiii

Tarif Kontrakan Kita Naik

Awalnya sy mencoba memahami sikap kalian yg ikut dalam gegap gempita pesta namun setelah kalian ikut-ikutan membenarkan kenaikan tarif kontrakan sy tak bisa lagi memahami apa yg kalian lakukan. Bagaimana bisa sy memahami kalian yg menerima argumen pemilik kontrakan, "tarif kontrakan dinaikkan untuk meningkatkan penghasilan dr kontrakan yg nantinya akan digunakan untuk usaha lain yg lebih produktif sehingga bisa menghasilkan  peningkatan pendapatan. Meningkatnya pendapatan akan digunakan untuk peningkatan fasilitas kontrakan yg efeknya akan dirasakan langsung pengontrak dgn meningkatnya layanan bagi pengontrak". Ini argumen lama yg sudah kita dengarkan sejak pertama kita tinggal di kontrakan ini, lalu kenapa kalian sekarang bisa menerimanya ? Sy pikir kita merasakan hal yg sama, ternyata sy salah. Mungkin karena kalian sudah terlalu sering keluar sendiri-sendiri bahkan berhari-hari nginap entah di mana jadi sy tak mengenal kalian lagi. Sy tak tau sama siapa lagi kalian bertem...

Netral - Selamat datang

 ( si Licik)  Pria bertanduk senyum tatap mataku Belit cengkram arti, colek si nafsu torehkan pernik belang Walau kau sembunyi godaku melanda Slamat datang senang berrsua Salam hai korban berkutuk pion pion ha ha ha Busuk mulutku harum simbahan nanah Tipis lidah cabang rapuh Kropos menang di tolak Pinggang satu dua ikut kawan di neraka 

SAMPAH

Berlari ku berlari – lari Lintasi padang rumput tinggi Amarah sesal dan benci kuikuti kakiku Sekuat sebisanya buang jauh hati Angkara surya frustasi Lemas ku terkulai sampah tak berarti Malam beri dirinya menemani mimpi Dulupun t'lah kucoba lalui padang ini Sangkur ditanganku Kudatang menang dan mati Kiniku telah mampus tiada bunga disisi Hanya Dewa mimpi sahabat teman sejati Ular kanan kiri sebar bisa di nadi Mereka kawan sehati bukan teman sejati   untuk kalian teman-temanku yg kini telah berada di seberang jalan ati2, semoga suatu saat kita masih bisa bersama.

lama tak menulis ...

... sebenarnya ...  sejak media sosial secara legal merampok apa yg melintas dipikiran kita*  maka tak ada lagi yg pantas untuk ditulis.  orang-orang menjadi begitu jujur perlihatkan dirinya,  kejujuran atas persenggama antara pikiran dan muntahan informasi.  nasib menulis sudah hampir sama dengan berbicara  sudah tak berguna lagi karena apa bedanya antara ucapan dengan igau  sejak postingan di media sosial berlomba dengan tarikan nafas kita  menjadi yg tercepat hingga membuat aliran informasi sederas aliran darah dalam tubuh kita.  yah, koloborasi media penkonstruk wacana sudah sebegitu harmonis jadikan kita babi gemuk yg panik di atas sebuah sofa depan monitor.  semua sudah selesai dengan ikut serta berwara-wiri dalam gegap gempita  trending topic atau sekedar like, reshare, repost, comment .. bla bla bla ... ha ha ha ... hi hi hi ...   dan sulitlah kita bedakan waras dan tidak waras,  t...