Apa yg terjadi denganku, kenapa tiba-tiba aku seperti terjatuh dalam sebuah lubang yg gelap. Kegelapan yg hitam nan pekat, kesunyian yang hampa. Berputar mengelilingiku, mencemooh dan membuatku tak berdaya untuk sekedar menarik ujung-ujung bibir membentuk sebuah senyuman. Ada apa ini, kabut tebal seolah menyelimutiku ... membuatku tak mampu melihat jalan di depan dan membuat sesak dada ini. Syair-syair kekosongan mengalir berirama memenuhi seluruh benakku. Hembusan angin dingin membawa butiran-butiran air terus membelai dan mengelus tapi hanya aku, yang lain tak merasakannya karena tak ada yg bergerak tanda tak adanya angin. Jiwa-jiwa tampak meradang di sekelilingku, menambah kacau semuanya. Aku tak tahu, apa ini semua ... aku hanya tahu bahwa darahku tiba-tiba terpompa dengan cepat. Dadaku berdebar seolah ingin pecah menghamburkan seluruh isinya. Kepala pun tak kalah mengerikan kondisinya, berdenyut-denyut seakan ingin ikut pecah membuat seluruh isi kepalaku berhamburan. ah ... ... .....
Hidup Hanya Menunda Kekalahan Tapi Itu Lebih Baik Meski Tidak Berarti Sama Sekali