Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label save the world

ini hidupku, apakah ini juga hidupmu? mari tertawa

pict: from google ini bukan kali pertama aku membual tentang lentingan batu di atas air danau dan ini pun bukan pertama kalinya aku sesumbar menantang matahari. namun jika kau termasuk orang yg cukup malas memikirkan tentang hukum alam yang mengkonstruk hidup ini atau kau orang yang mencoba tak peduli dengan segelintir orang yang mencoba mematahkan hukum alam karena berfikir dirinya adalah sosok kuat maka kita mungkin sama, kita tak lebih dari seorang pembual. pembual yang terlalu malas memikirkan kisah yang terus diulang-ulang dengan berbagai polesan personal dan akhirnya menjadi dongeng pengantar tidur anak kecil yang belum tahu kebenaran hukum gravitasi yg berkontribusi dalam membentuk alam semesta yang kita diami saat ini. tapi peduli apa kau dan aku dengan semua itu? terlalu banyak tekanan biologis mengada-ada yang dijejali ke otak kita sejak dini sehingga kita tak tahu lagi mana api dan mana air. masihkah kau peduli dengan semua itu jika sebilah belati mengancam merobek-r...

PERANG SUNYI YANG BELUM PERNAH KITA MENANGKAN

mereka berkata padaku "mengapa kau masih mengasah pedang dan membuat sangat banyak anak-anak panah ? bukankah malam telah berlalu dan peperangan telah usai ?" aku berkata pada mereka "yah malam telah berlalu tapi apakah kalian sudah lupa tanda-tanda akan kembalinya malam dan tanda-tanda perang akan kembali berkecamuk saat malam datang ?" mendengar perkataanku mereka air muka mereka seperti keheranan namun tak berapa lama mereka tertawa terpingkal-pingkal sampai beberapa orang mengeluarkan air mata bahkan sampai ada yg muntah-muntah. setelah tawa mereka reda, mereka berkata "rupanya kau adalah salah satu dari sekian banyak orang yg gila akibat perang semalam. kamu sungguh sangat menyedihkan." ku letakkan pedang yang belum selesai ku asah dan ku tatap mereka satu persatu. beberapa diantara mereka mundur dan mengambil posisi siaga, mungkin mereka pikir aku hendak menyerang mereka seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang dianggap gila keti...

Para Revolusioner Berikutnya

Kalianlah para revolusioner berikutnya, tapi entahlah yg jelas bukan sy karena sy telah gagal. Kesempatan untuk ku telah berlalu dan semua proyek-proyek revolusi telah gagal. Bahkan untuk sekedar mewariskan kebebasan yg pernah sy cicipi saja rasa sy gagal, mungkin masih ada sedikit kebebasan yg tertinggal tapi hanya pada diri ini dan berputar-putar pada diri sendiri menjadi sebuah kabut tipis dlm hidup. Sy telah gagal, mungkin ada yg sukses dgn segala proyek-proyek fantastisnya tapi mereka yg berhasil sepertinya adalah orang-orang yg dulunya berdiri di seberang jalanku. Mereka dulu hanya berdiri melipat tangan di dada dan sekali-kali menggelengkan kepala serta tersenyum tipis yg tak ku tahu apa makna di balik senyuman itu. Sepertinya mereka itulah yg kini wajahnya bersinar bahagia serta berdiri tegak dgn punggung lurus penuh wibawa di dlm pesta-pesta perayaan keberhasilan. Sepertinya memang kalianlah para revolusioner berikutnya yg penuh dgn mimpi-mimpi spektakuler dan memilik gambara...

LELAKI PEMBAWA BUKU

Tidak seperti biasanya, orang ramai di tempat ini. Dari anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Taman yg biasanya sepi dan hanya diisi oleh gelandangan kota dan para pekerja yg sekedar singgah untuk beristirahat, kini ramai dan orang2 berkumpul sambil berbisik-bisik. Karena penasaran aku pun mendekat dan bergabung, setelah bertanya pada seorang ibu yg hendak meninggalkan taman aku pun tahu alasan berkumpulnya orang-orang. Sesosok mayat ditemukan terbaring kaku di sebuah bangku taman. Aku mendekat dan mencoba melihat langsung mayat tersebut namun rupanya petugas telah hadir dan menghalangi orang yg ingin mendekat dengan alasan sedang dilakukan penyelidikan. Dengan sedikit usaha dan berbekal kartu pers kampus dan buku catatan kecil akhirnya aku bisa mendekat dan melihatnya langsung. Rupanya mayat itu sudah dibungkus kantong jenasah oleh petugas forensik dari kepolisian. Untuk mengobati kekecewaanku aku mencoba mengorek informasi dari petugas yg mengkoordin...

SELAMAT BUMI ... Preeeeet

untuk apa sy menghemat energi ? agar kalian bisa menggunakannya secara gila-gilaan ? untuk apa sy mendaur ulang sampah ? agar sampah yg kalian produksi tidak menumpuk di pekarangan kalian ? untuk apa sy ikut serta mengkampanyekan upaya mengatasi pemanasan global ? agar kalian bisa melakukan hal-hal yg mengakibatkan polusi lebih banyak lagi ? untuk apa saya melakukan penghijauan, menanam pohon satu orang satu pohon ? agar kalian bisa menebang lebih banyak pohon lagi ? untuk apa saya menyelamatkan bumi ini ? agar kalian bisa terus mengeksploitasinya lebih lama lagi ? sudahlah, tak usah lagi mempertontonkan omong kosong karena itu tak lucu lagi dan saya tak bisa lagi ditakut-takuti dengan cerita-cerita kehancuran bumi. biarkan saja bumi ini rusak se rusak-rusaknya. biar kalian tahu apa akibat dari ulah kalian yg brengsek.