Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label etika

TOLONG AKU

sebenarnya ... aku tak peduli pada semuanya, aku hanya ingin tersenyum pada mentari. sebenarnya ... sudah sejak lama aku membenci mentari, namun kini aku mencoba untuk selalu tersenyum pada mentari yang tak dapat aku hindari ketika terbangun di pagi hari. sebenarnya ... aku lelah menjadi pejalan sunyi, meski aku sadar bahwa hingga hari ini aku masih menjadi pejalan yg terus menyusuri jalan sepi di antara kegaduhan hidup. sebenarnya ... kegaduhan yang terus memaksaku terbangun dari tidur karena kelelahan bertarung melawan hidup yang terus menantangku. jadi izinkan aku tersenyum pada semua semua caci maki dan kebencian yang terus menjadi awan hitam di atas kepalaku.

Meta-KESEHARIAN

Pagi hari berdirilah di depan rumahku atau di pintu gerbang tempatku bekerja dan lihatlah diriku. Entah perasaan apa yang akan menghinggapimu saat melihat perubahan atas diriku dari manusia menjadi mahluk mengerikan. Di pagi hari saat mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah bulu-bulu ditubuhku memanjang dan menebal. Bulu itu bertambah panjang bersama setiap langkah kakiku hingga akhirnya hampir seluruh tubuhku tertutup bulu panjang yg tebal dan hitam, hanya wajah dan telapak tanganku yang tak dipenuhi bulu. Setelah hampir seluruh tubuhku tertutupi bulu, gigi taring dan kukuku pun memanjang dan membesar seiring semakin bertambahnya jarak antara diriku dengan rumah. Taringku terus memanjang dan membesar hingga menyembul dari sela-sela bibir dan kukuku sudah cukup panjang serta cukup tajam untuk dipakai mencakar dan mengoyak. sorot mataku ikut berubah menjadi tajam dan sangat awas terhadap gerakan mencurigakan yang mungkin mengancam nyawaku. Tak cuma fisikku yang berubah, aku pun ...

NICE dan MESIN KETIK PAK MISBAH

Dia mengambil mesin ketik tua yang tadi dipajangnya sebelum di tendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan di depan kantor kecamatan tempat dia menunggu seseorang yang bersedia menebusnya dengan sejumlah uang. Sebenarnya memutuskan untuk menjual mesin ketik tua miliknya adalah keputusan berat yang terpaksa dia ambil demi mendapat tambahan sejumlah uang untuk membeli sebuah buku namun dia tak pernah membayangkan mesin ketik kesayangannya bakal ditendang oleh seorang pegawai kantor kecamatan. Diperhatikannya mesin ketik tua miliknya, tempat pitanya patah namun setelah dia perhatikan sepertinya masih bisa diperbaiki. Setelah memasukkan mesin ketik tuanya ke dalam tas dan meminta maaf kepada si pegawai , dia pun berjalan meninggalkan depan kantor kecamatan. Sebagai seorang yang telah berumur 68 tahun dia termasuk orang tua yang masih cukup kuat, jarak antara kantor kecamatan dengan tempat tinggalnya sekitar 1 km dan dia menempuhnya dengan berjalan kaki. Setelah 30 menit akhirnya dia sam...

"I Started A Joke"

oke ... untuk semuanya kali ini saya mengajak anda semua untuk bernyanyi bersama mari bernyanyi ... I started a joke  Which started the whole world crying  Oh but I didn't see  That the joke was on me...oh no..  And I started to cry  Which started the whole world laughing  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  ...

Tempat Bernama WAWABATU

Aku memutuskan untuk memulai hidup baru. Sebuah kehidupan baru dimana semua hal-hal yang orang benci pada diriku akan aku tinggalkan. Dari beberapa orang yang berhubungan dengan diriku terlihat jelas bagaimana mereka sangat membenci beberapa hal pada diriku. Ada yang membenci sifat lambanku yang dimata mereka adalah sifat bermalas-malasan seorang pemalas tak berguna. ada yang membenci kebiasaanku menilai segala sesuatu yang mereka anggap memgada-ada dan ngawur, aku memang senang menilai sesuatu bahkan senandung tiba seseorang bagiku adalah sesuatu yang menarik dan ternyata menurut salah satu teori psikologi senandung tiba-tiba merupakan refleksi alam bawah sadar yang direpresi. Ada orang yang membenci kesenanganku membaca mungkin menurut mereka membaca adalah bagian dari kebiasaan jelek seorang pemalas. Ada malah yang membenci saat diriku mencoba berfikir dan merenung, jika aku sedang berfikir atau merenungkan sesuatu biasanya mereka berkata "kenapa kamu tinggal diam begitu ? Buk...

surat balasan ucapan "selamat hari ibu" dari ibu

nak, ibu sudah baca ucapan selamat hari ibu yang kau kirim lewat pesan singkat . terima kasih nak, salam sayang untukmu. sebenarnya adikmu sudah bilang ke ibu kalau kau masih bisa mengakses handphonemu dan dia sudah menyarankan ibu untuk mengirim pesan lewat surat elektronik atau aplikasi chatting di smartphone tapi ibu tidak mau, ibu mau mengirim pesan lewat surat sebagaimana dulu ibu mengirim pesan ketika kau masih kuliah. ibu ingat dalam sebuah suratmu yang kau kirimkan sewaktu kau masih kuliah, kau menuliskan seperti ini "apakah ibu tahu kalau media adalah pesan, jadi ketika saya menerima surat ibu sebelum saya membaca isinya ada pesan tak tertulis yang langsung sampai ke hatiku. goresan tangan ibu yang menulis namaku di amplop surat bagi saya adalah pesan sayang yang cuma bisa dibaca oleh saya" saat itu dalam surat balasan ibu bertanya padamu "dari buku mana lagi kau dapat inspirasi ?". kata-kata mu itu yang membuat ibu memilih mengirimkan balasan ucap...

lama tak menulis ...

... sebenarnya ...  sejak media sosial secara legal merampok apa yg melintas dipikiran kita*  maka tak ada lagi yg pantas untuk ditulis.  orang-orang menjadi begitu jujur perlihatkan dirinya,  kejujuran atas persenggama antara pikiran dan muntahan informasi.  nasib menulis sudah hampir sama dengan berbicara  sudah tak berguna lagi karena apa bedanya antara ucapan dengan igau  sejak postingan di media sosial berlomba dengan tarikan nafas kita  menjadi yg tercepat hingga membuat aliran informasi sederas aliran darah dalam tubuh kita.  yah, koloborasi media penkonstruk wacana sudah sebegitu harmonis jadikan kita babi gemuk yg panik di atas sebuah sofa depan monitor.  semua sudah selesai dengan ikut serta berwara-wiri dalam gegap gempita  trending topic atau sekedar like, reshare, repost, comment .. bla bla bla ... ha ha ha ... hi hi hi ...   dan sulitlah kita bedakan waras dan tidak waras,  t...

Catatan Dari Tragedi Launching Buku Kompilasi Pidato Kebudayaan DKJ 1998-2013

Kemarin sore sy ikut acara launching buku Kompilasi Pidato* Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta 1998-2013 di sebuah tempat, sebenarnya sy tdk tertarik untuk datang dan memang sy juga cenderung sudah tidak tertarik lagi untuk menyimak atau bicara serius layaknya pengamat budaya atau budayawan apalagi kalau sampai pada wilayah kritik-kritik kebudayaan. Sy tertarik datang ke acara tersebut karena menurut informasi yg saya dapat pada acara tersebut martin suryajaya menjadi salah satu pembicara dan sy ingin bertemu langsung dengan salah satu selebritis dlm perdebatan kiri di dunia maya (mungkin lebih tepat jika dikatakan pertengkaran dgn si tua Ge-eM). Sy ingin bertemu si selebritis bukan lantaran sy adalah bagian dari orang-orang yg kagum melihat dia sebagai bintang yg sementara bersinar terang (belum ada satupun bukunya yg pernah saya baca –puji Tuhan, rupanya sy dilindungi seperti halnya sy dilindungi dari membaca buku-buku andrea hirata yg tidak lebih dari catatan generasi yg tersubo...

MATA-MATA

Bagiku mata adalah bagian dari organ tubuh manusia yg paling menakutkan mungkin karena itulah mata manusia yg telah mati sebisa mungkin dibuat tertutup. Mata memang menakutkan, sekalipun seluruh tubuh ditutup kecuali mata, jika mata itu ditatap maka dia akan berbicara tentang sesuatu. Sy benar-benar takut pada mata bahkan saat bercermin sebenarnya sy tdk ketakutan pada wajahku secara keseluruhan tapi sy takut pada mata wajah yg ada di cermin yg seperti membalas tatapanku. Sungguh, mata sangat menakutkan. Karena itu sy tak pernah betul-betul berani bertemu dgn mata pada sebuah wajah, kalau pun terpaksa harus bertemu artinya sy menggunakan energi yg cukup besar untuk melakukannya. Kenapa menakutkan ? Mata selalu berbicara sebelum organ tubuh lain ikut campur dlm mengungkapkan sesuatu, saat kita melihatnya dr samping atau dr sudut pandang yg jauh dari jangkauan tatapannya pun mata tetap berbicara. Apa lagi ketika mata diberi tambahan pernak pernik seperti air, warna merah, atau ekspresi...

Hidup Kembali ... Hidup Kembali ... HIDUP KEMBALI !

13 tahun yg lalu (atau mungkin lebih) sy merayakan kesunyian dan kesendirian, kawan sisipush tentu masih ingat semua itu. Tapi perlahan seiring berjalannya waktu, semua itu terlupakan dan memang banyak teman-teman (untuk tdk mengatakan semua) yg mengalami hal itu. Ada yg larut dlm sebuah dunia dimana dia mampu masuk di dalamnya, ada pula yg menciptakan dunianya sendiri lalu merayakannya dalam sebuah pesta yg meriah dgn suara bising. Semua berubah, sy pun ikut berubah. Kebiasaan lama seolah menjadi sesuatu yg tidak layak dgn berbagai alasan. Semua harus berubah atau semua harus menjadi lebih baik atau semua ini terpaksa karena usia telah menyeret kita secara paksa untuk maju melintas apa yg ada. Itulah yg mungkin menjadi alasan bagi teman-teman. Sebenarnya sy juga ingin meninggalkan semua ini, berubah dgn berbagai alasan pembenaran yg serasional mungkin. Namun sepertinya sy tak bisa, sy tak tahu mengapa. Masa depan. yah, itu mungkin ketakutan sebahagian orang. Namun sekarang sy tak lagi...

LELAKI PEMBAWA BUKU

Tidak seperti biasanya, orang ramai di tempat ini. Dari anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Taman yg biasanya sepi dan hanya diisi oleh gelandangan kota dan para pekerja yg sekedar singgah untuk beristirahat, kini ramai dan orang2 berkumpul sambil berbisik-bisik. Karena penasaran aku pun mendekat dan bergabung, setelah bertanya pada seorang ibu yg hendak meninggalkan taman aku pun tahu alasan berkumpulnya orang-orang. Sesosok mayat ditemukan terbaring kaku di sebuah bangku taman. Aku mendekat dan mencoba melihat langsung mayat tersebut namun rupanya petugas telah hadir dan menghalangi orang yg ingin mendekat dengan alasan sedang dilakukan penyelidikan. Dengan sedikit usaha dan berbekal kartu pers kampus dan buku catatan kecil akhirnya aku bisa mendekat dan melihatnya langsung. Rupanya mayat itu sudah dibungkus kantong jenasah oleh petugas forensik dari kepolisian. Untuk mengobati kekecewaanku aku mencoba mengorek informasi dari petugas yg mengkoordin...

DUNIA TAK AKAN BERUBAH

ini bukan tentang keinginan mengubah dunia ini bukan tentang keingin sukses seperti kalian ini tentang benci, dengki, iri, marah pada kalian jadi izinkan aku jadi musuhmu jadi tak usah laku bijak padaku dunia tak akan berubah dgn jahatnya aku dunia bijak akan baik-baik saja tanpa aku