Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label filosofis

ini hidupku, apakah ini juga hidupmu? mari tertawa

pict: from google ini bukan kali pertama aku membual tentang lentingan batu di atas air danau dan ini pun bukan pertama kalinya aku sesumbar menantang matahari. namun jika kau termasuk orang yg cukup malas memikirkan tentang hukum alam yang mengkonstruk hidup ini atau kau orang yang mencoba tak peduli dengan segelintir orang yang mencoba mematahkan hukum alam karena berfikir dirinya adalah sosok kuat maka kita mungkin sama, kita tak lebih dari seorang pembual. pembual yang terlalu malas memikirkan kisah yang terus diulang-ulang dengan berbagai polesan personal dan akhirnya menjadi dongeng pengantar tidur anak kecil yang belum tahu kebenaran hukum gravitasi yg berkontribusi dalam membentuk alam semesta yang kita diami saat ini. tapi peduli apa kau dan aku dengan semua itu? terlalu banyak tekanan biologis mengada-ada yang dijejali ke otak kita sejak dini sehingga kita tak tahu lagi mana api dan mana air. masihkah kau peduli dengan semua itu jika sebilah belati mengancam merobek-r...

Langit Malamku

Gambar diambil dari: google (https://www.medantalk.com/jangan-lewatkan-fenomena-supermoon-malam-ini-bulan-terlihat-paling-terang-dan-paling-besar-pada-hari-14-15-november-2016-karena-paling-dekat-ke-bumi-sejak-tahun-1948-kesempatan-berikutnya-akan-terj/) aku tak bisa selalu ke gunung, menikmati indah cahaya bulan di tengah kegelapan karena aku terjebak di kota yg setiap malam dipenuhi cahaya lampu. saat lampu jalan di depan rumahku mati, itulah saat-saat terindah meski beberapa berkas cahaya dari lampu teras para tetangga merusak keindahannya. di tempat tanpa ada polusi cahaya lampu langit malam pastilah lebih indah meski tak ada cahaya rembulan sekali pun. setitik cahaya bintang yg berjarak jutaan tahun cahaya tetap akan terlihat indah meski sebenarnya bintang itu telah mati jutaan tahun tahun yang lalu. entah mengapa bagiku cahaya rembulan dan benda-benda langit sangat berarti bagiku? apa ada hubungannya dgn teori bahwa sesungguhnya nenek moyang kita adalah seorang astronot? ...

Cerita Singkat Tentang Duniaku

picture: from google aku pikir ... disni banyak yang tinggal. ternyata aku salah, tak ada yang tinggal disini. aku sendiri dalam ruangan sempit yang tak perlu ku sebut ukurannya. ruangan yang hanya diterangi cahaya rembulan dan mentari. cahayanya masuk melalui jendela yang ku biarkan selalu terbuka. namun tak banyak cahaya masuk karena yang ku sebut jendela tak lebih dari sepotong papan dinding yang ku buka paksa. pengap di saat matahari bersinar terik dan lembab di saat dingin menyusup masuk di malam hari. sepertinya memang tempat ini tak layak untuk ditinggali, bahkan kecoak dan tikus jarang terlihat kalau pun ada dia pasti tersesat atau secara tak sengaja masuk di ruangan ini. namun inilah duniaku, dunia yang sepertinya hanya aku yang nyaman tinggal di dalamnya. di dunia ini cahaya terbatas jadi tentulah warna berbeda, merahnya darah dan beningnya air mata tampak berbeda meski rasa sakit dan perih tetap sama. namun apalah artinya rasa yang tak lebih dari reaksi saraf yang...

Meta-KESEHARIAN

Pagi hari berdirilah di depan rumahku atau di pintu gerbang tempatku bekerja dan lihatlah diriku. Entah perasaan apa yang akan menghinggapimu saat melihat perubahan atas diriku dari manusia menjadi mahluk mengerikan. Di pagi hari saat mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah bulu-bulu ditubuhku memanjang dan menebal. Bulu itu bertambah panjang bersama setiap langkah kakiku hingga akhirnya hampir seluruh tubuhku tertutup bulu panjang yg tebal dan hitam, hanya wajah dan telapak tanganku yang tak dipenuhi bulu. Setelah hampir seluruh tubuhku tertutupi bulu, gigi taring dan kukuku pun memanjang dan membesar seiring semakin bertambahnya jarak antara diriku dengan rumah. Taringku terus memanjang dan membesar hingga menyembul dari sela-sela bibir dan kukuku sudah cukup panjang serta cukup tajam untuk dipakai mencakar dan mengoyak. sorot mataku ikut berubah menjadi tajam dan sangat awas terhadap gerakan mencurigakan yang mungkin mengancam nyawaku. Tak cuma fisikku yang berubah, aku pun ...

"I Started A Joke"

oke ... untuk semuanya kali ini saya mengajak anda semua untuk bernyanyi bersama mari bernyanyi ... I started a joke  Which started the whole world crying  Oh but I didn't see  That the joke was on me...oh no..  And I started to cry  Which started the whole world laughing  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  And I looked at the skies  Running my hands  Over my eyes  And I fell out of bed  Cursing my head  For things that I've said  Till I finally died  Which started the whole world living  Oh if I'd only seen  That the joke was on me  ...

Tempat Bernama WAWABATU

Aku memutuskan untuk memulai hidup baru. Sebuah kehidupan baru dimana semua hal-hal yang orang benci pada diriku akan aku tinggalkan. Dari beberapa orang yang berhubungan dengan diriku terlihat jelas bagaimana mereka sangat membenci beberapa hal pada diriku. Ada yang membenci sifat lambanku yang dimata mereka adalah sifat bermalas-malasan seorang pemalas tak berguna. ada yang membenci kebiasaanku menilai segala sesuatu yang mereka anggap memgada-ada dan ngawur, aku memang senang menilai sesuatu bahkan senandung tiba seseorang bagiku adalah sesuatu yang menarik dan ternyata menurut salah satu teori psikologi senandung tiba-tiba merupakan refleksi alam bawah sadar yang direpresi. Ada orang yang membenci kesenanganku membaca mungkin menurut mereka membaca adalah bagian dari kebiasaan jelek seorang pemalas. Ada malah yang membenci saat diriku mencoba berfikir dan merenung, jika aku sedang berfikir atau merenungkan sesuatu biasanya mereka berkata "kenapa kamu tinggal diam begitu ? Buk...

Tak Ada Warna Merah Di Pelangi

namanya ulil amri, aku biasa memanggilnya amri tapi sebenarnya dia tak suka dipanggil begitu alasannya sederhana karena nama itu pemberian bapaknya dan kata ibunya menurut bapaknya nama ulil amri tdk bisa dipisah kalau dipisah artinya jadi beda makanya dia tdk suka dipanggi amri atau ulil. anaknya pendiam tapi jika dia telah menganggap dirimu sebagai teman maka dia akan menjadi seorang pencerita yang tak pernah mau diam. aku pernah dibuat jengkel karena harus mendengarkan ceritanya yang berloncatan riang dari satu tema ke tema lainnya yang jika disimak sepintas seperti tak berhubungan, terpaksa aku harus berhenti membaca novel yang baru saja aku beli agar dapat mengikuti alur cerita yang amri tuturkan. hari ini dia mengajakku ke rumahnya. aku memang belum pernah ke rumahnya karena itu aku langsung menerima ajakannya. amri hanya tinggal bertiga dgn ibu dan seorang adiknya. sebenarnya amri punya seorang kakak tapi meninggal saat amri masih berumur 5 tahun. amri pernah bercerita kalau ...

surat balasan ucapan "selamat hari ibu" dari ibu

nak, ibu sudah baca ucapan selamat hari ibu yang kau kirim lewat pesan singkat . terima kasih nak, salam sayang untukmu. sebenarnya adikmu sudah bilang ke ibu kalau kau masih bisa mengakses handphonemu dan dia sudah menyarankan ibu untuk mengirim pesan lewat surat elektronik atau aplikasi chatting di smartphone tapi ibu tidak mau, ibu mau mengirim pesan lewat surat sebagaimana dulu ibu mengirim pesan ketika kau masih kuliah. ibu ingat dalam sebuah suratmu yang kau kirimkan sewaktu kau masih kuliah, kau menuliskan seperti ini "apakah ibu tahu kalau media adalah pesan, jadi ketika saya menerima surat ibu sebelum saya membaca isinya ada pesan tak tertulis yang langsung sampai ke hatiku. goresan tangan ibu yang menulis namaku di amplop surat bagi saya adalah pesan sayang yang cuma bisa dibaca oleh saya" saat itu dalam surat balasan ibu bertanya padamu "dari buku mana lagi kau dapat inspirasi ?". kata-kata mu itu yang membuat ibu memilih mengirimkan balasan ucap...

kejarlah aku dan kau ku tangkap

aku berjalan mengendap-endap mendekatinya, tak ingin mengganggu apa yang sedang dia lakukan. tapi tiba-tiba dia berbalik, sorot mata itu yang dulu telah membuatku menagis sejadi-jadinya kini kembali menatapku tajam. aku terkejut tak bisa berbuat apa-apa, seluruh ototku seperti kaku dan saraf-sarafku seperti tak bekerja. dia kemudian tersenyum sinis lalu berbalik dan menghilang seperti asap tipis tertiup angin. dia pergi lagi dan aku tak berhasil mewujudkan rencanaku. padahal tadi aku sudah sangat berhati-hati mendekatinya namun kembali bukan aku yang membuatnya kanget justru dia yang lagi-lagi secara tiba-tiba menyihirku dengan sorot matanya. ini bukan pertama kali aku bertemu dengannya, sudah lama aku mengejarnya. aku mengejarnya sejak bapakku yang tiba-tiba meninggal saat sedang beristirahat siang di kamarnya. aku orang pertama yang melihat bapak tak lagi bernyawa di kamarnya. saat itu aku hendak menemuinya untuk meminjam sebuah novel koleksinya namun saat aku masuk di kamarnya a...

PERANG SUNYI YANG BELUM PERNAH KITA MENANGKAN

mereka berkata padaku "mengapa kau masih mengasah pedang dan membuat sangat banyak anak-anak panah ? bukankah malam telah berlalu dan peperangan telah usai ?" aku berkata pada mereka "yah malam telah berlalu tapi apakah kalian sudah lupa tanda-tanda akan kembalinya malam dan tanda-tanda perang akan kembali berkecamuk saat malam datang ?" mendengar perkataanku mereka air muka mereka seperti keheranan namun tak berapa lama mereka tertawa terpingkal-pingkal sampai beberapa orang mengeluarkan air mata bahkan sampai ada yg muntah-muntah. setelah tawa mereka reda, mereka berkata "rupanya kau adalah salah satu dari sekian banyak orang yg gila akibat perang semalam. kamu sungguh sangat menyedihkan." ku letakkan pedang yang belum selesai ku asah dan ku tatap mereka satu persatu. beberapa diantara mereka mundur dan mengambil posisi siaga, mungkin mereka pikir aku hendak menyerang mereka seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang dianggap gila keti...

mimpi seorang sahabat

pernah suatu waktu ketika matahari tepat di atas kepala pada saat jam istirahat saat kami sedang bersantai di bawah sebuah pohon yg rindang selepas menikmati makan siang kami, seorang sahabat menceritakan mimpinya yang sangat seram. tadi aku bermimpi berada di sebuah hamparan rumput hijau dan angin berhembus lembut membelai tubuhku. saat aku berbalik, dibelakangku terlihat gunung yg membiru dan puncaknya tak terlihat sepertinya tertutup kabut. indahnya ... saat membalikkan kembali badanku, hamparan rumput yang hijau tak ada lagi berganti ladang pertanian yang sangat luas dan sepertinya siap dipanen. aku mencoba melangkah tapi ternyata aku berdiri di atas kubangan lumpur dan kakiku terbenam sampai sebatas lutut. karena tak dapat melangkah maju aku berusaha membalikkan badanku. setelah berhasil membalikkan badan, aku tak melihat lagi gunung yang sebelumnya terlihat sangat eksotik dimataku. aku cari-cari di kiri dan kanan ku tapi tak ku temukan. aku teringat ladang pertanian di belakan...

lama tak menulis ...

... sebenarnya ...  sejak media sosial secara legal merampok apa yg melintas dipikiran kita*  maka tak ada lagi yg pantas untuk ditulis.  orang-orang menjadi begitu jujur perlihatkan dirinya,  kejujuran atas persenggama antara pikiran dan muntahan informasi.  nasib menulis sudah hampir sama dengan berbicara  sudah tak berguna lagi karena apa bedanya antara ucapan dengan igau  sejak postingan di media sosial berlomba dengan tarikan nafas kita  menjadi yg tercepat hingga membuat aliran informasi sederas aliran darah dalam tubuh kita.  yah, koloborasi media penkonstruk wacana sudah sebegitu harmonis jadikan kita babi gemuk yg panik di atas sebuah sofa depan monitor.  semua sudah selesai dengan ikut serta berwara-wiri dalam gegap gempita  trending topic atau sekedar like, reshare, repost, comment .. bla bla bla ... ha ha ha ... hi hi hi ...   dan sulitlah kita bedakan waras dan tidak waras,  t...

Hidup Kembali ... Hidup Kembali ... HIDUP KEMBALI !

13 tahun yg lalu (atau mungkin lebih) sy merayakan kesunyian dan kesendirian, kawan sisipush tentu masih ingat semua itu. Tapi perlahan seiring berjalannya waktu, semua itu terlupakan dan memang banyak teman-teman (untuk tdk mengatakan semua) yg mengalami hal itu. Ada yg larut dlm sebuah dunia dimana dia mampu masuk di dalamnya, ada pula yg menciptakan dunianya sendiri lalu merayakannya dalam sebuah pesta yg meriah dgn suara bising. Semua berubah, sy pun ikut berubah. Kebiasaan lama seolah menjadi sesuatu yg tidak layak dgn berbagai alasan. Semua harus berubah atau semua harus menjadi lebih baik atau semua ini terpaksa karena usia telah menyeret kita secara paksa untuk maju melintas apa yg ada. Itulah yg mungkin menjadi alasan bagi teman-teman. Sebenarnya sy juga ingin meninggalkan semua ini, berubah dgn berbagai alasan pembenaran yg serasional mungkin. Namun sepertinya sy tak bisa, sy tak tahu mengapa. Masa depan. yah, itu mungkin ketakutan sebahagian orang. Namun sekarang sy tak lagi...

Robohnya Bangunan Itu

Bangunan itu tiba-tiba roboh, tak ada yg tahu penyebabnya. Berbagai spekulasi bertebaran diseputar robohnya bangunan itu. Ada yg mencoba berkomentar secara ilmiah dlm koridor sains pertukangan. Ada pula yg mengeluarkan argumen dlm perspektif filosofis tentang substansi dan aksiden. Bahkan ada yg menganggap ada kekuatan supranatural yg hadir dlm robohnya bangunan itu, kalau yg ini jelas sebuah analisis berbasis hal-hal metafisik yg cenderung mendekatiki mistik yg kebenarannya susah diyakini namun susah pula dinafikan dlm tatanan kehidupan orang-orang asia. Tak pernah ada kepastian terkait penyebab robohnya bangunan itu, orang-orang menemukan bangunan itu telah roboh saat matahari pagi mulai bersinar menyingkirkan kegelapan malam. Ketidak pastian ini menyebar begitu saja di berbagai jejaring sosial bahkan di perbincangan ringan warung kopi, muncul seperti wabah menjijikkan yg cenderung dihindari. Bagi anak-anak fenomena itu seperti cerita horor yg membuat anak kecil menangis ketakutan n...

keajaiban

Akhirnya bapak pergi juga. Sy tak pernah menyangka bapak akan pergi secepat ini. Rasanya baru kemarin kami bersama bermain, bersenang-senang, seru-seruan, tertawa bersama, belajar bersama membangun impian dan mencoba menata kehidupan kami yg telah porak poranda diterjang berbagai badai, berbagi cerita seru sampai hal-hal sepeleh yg kami alami dan kami rasa pantas untuk dibagi. Semua hal itu yg membuat sy tak pernah menyangka bapak betul-betul akan pergi. Oh iya, belaian bapak saat sy kelelahan menata hidup bahkan cukup dengan kehadirannya dan tatapan serta senyum tipisnya yg sangat bersahaja membuat rasa lelah sy seperti menguap. Setelah itu sy seperti mendapatkan semangat serta energi baru untuk kembali berdiri menyambutnya dan membalas senyumannya. Bapak memang pernah berkata pada sy bahwa dia ingin pergi, dgn berbagai alasan khas bapak. Sy tak pernah bisa menerima alasannya dan secara sepihak menganggap itu semua hanya sekedar bagian dr kenakalan berpikir bapak, tapi ternyata hari ...

SELAMAT TIDUR

Kau pasti telah tertidur Sebenarnya aku ingin mengirimkan pesan lewat email seperti biasanya, sekedar bertanya "lagi bikin apa ?" Tapi pasti kau tdk akan membacanya, kalau pun kau membacanya pastilah kau membacanya besok pagi serta  mungkin tidak akan pernah kau balas karena telah menjadi pertanyaan basi yg tak lagi tepat waktu dan karena aku bukan lagi apa-apa bagimu. Kau pasti telah tertidur Semoga kau tidur nyenyak dan bermimpi bertemu lelaki itu lagi yg tak lagi sekedar menatap dirimu yg ketakutan. Ku harap dia kini menyapamu dgn lembut dan mengulurkan tangannya yg kokoh dan penuh harapan indah. Aku sebenarnya tak ingin percaya pada cerita tentang lelaki yg selalu hadir dlm mimpimu tapi karena menurutku kau tak pernah berbohong padaku maka aku percaya dgn ceritamu itu. Kau pasti telah tertidur Terlelap dlm istirahat yg damai setelah bertarung seharian melawan dunia yg ku tahu kau tak suka atau mungkin lebih tepatnya "yg menurutku tak kau suka" tapi peduli a...

DUNIA TAK AKAN BERUBAH

ini bukan tentang keinginan mengubah dunia ini bukan tentang keingin sukses seperti kalian ini tentang benci, dengki, iri, marah pada kalian jadi izinkan aku jadi musuhmu jadi tak usah laku bijak padaku dunia tak akan berubah dgn jahatnya aku dunia bijak akan baik-baik saja tanpa aku