Masa lalu, yah ... masa lalu yang indah selalu mengikat lalu menyeretku dan memenjarakanku dalam dunia hitam-putih dunia sekarang dan masa lalu. Masa lalu indah itu berbelati, menodongku dan memaksa untuk menangisi dia yang telah berlalu. Setiap aku mencoba berbalik melawannya setiap itu pula sebuah luka sayatan yang dalam tertoreh di dadaku. Akupun meringis lalu menangis dan saat itulah dia tersenyum sangat manis. Senyumannya terlihat olehku sangat menawan dan terciptalah kenangan indah akan dirinya. Ketika akupun mencoba tersenyum, dia menghempaskanku lalu menendangku. Aku pun tercampak di sudut ruang tak bertuan. Menyadari diriku akupun meraung tapi tak ada yang mendengar. Aku mencari dirinya namun dia pun telah menghilang, hanya seberkas cahaya putih suram yang terlihat jauh dibelakangku.
Dia telah melepaskanku, dia telah membebaskanku.
Saat masa lalu tak lagi mengikat dan memenjarakanku, aku merangkak menyusuri lurung gelap yang tak pernah jelas ujungnya dan apa serta siapa di ujung sana. Sepasang tangan terkadang hadir. Mengangkatku dan membantuku berdiri. Membantuku berjalan tegak lurus ke depan. Susah payah ku ajak tubuh rapuh ini berjalan tapi ketika langkahku hampir pasti tiba-tiba saja sepasang tangan yang telah membantu berdiri hadir kembali dan memegang pundakku. Kupalingkan wajahku dan kulihat ternyata sepasang tangan itu milik masa laluku. Akupun berbalik dan kulihat ternyata masa lalu masih berada tepat di belakangku tapi kini dia tidak sendiri. Mereka banyak dan saling memegang pundak. Melihat semua itu ketakutan memenuhi diriku. Akupun berbalik dan mencoba berlari tapi tiba-tiba mereka hadir di depan, di kanan, di kiri, di belakangku, mereka mengelilingku. Serentak tangan-tangan mereka terjulur ke arahku dan secara bersamaan memaksaku bersimpuh.
Kini aku bersimpuh dihadapan mereka. Satu per satu mereka mulai tertawa terbahak-bahak hingga menciptakan kebisingan yang sangat yang membuat kepalaku pecah. Seper sekian detik sebelum kepalaku pecah kusaksikan masa lalu itu bersatu menjadi sesosok masa lalu yang sangat angkuh. Dalam keadaan tak lagi berkepala, kurasakan sosok angkuh masa lalu itu membentuk lagi kepalaku dari serpihan-serpihan kepalaku hingga kepalaku pun kembali menjadi utuh dan kini aku kembali dapat melihat dirinya. Kembali kulihat dengan mata kepalaku sosok masa laluku, ternyata kini dia tak lagi angkuh. Dia kembali hadir sebagai mana layaknya masa laluku. Yah ... masa lalu yang penuh dengan kenangan indah.
o...oooh...tidaaaaak.........!!!
Dia pasti akan kembali mengikatku dan pasti akan menyeretku lalu memenjarakanku.
Oh...menyedihkannya diriku ini.
By : ag3n00 (http://liveunlive.blogspot.com/)
Picture from http://deviantart.com/

Komentar