Langsung ke konten utama

DIRIKU

Masa lalu, yah ... masa lalu yang indah selalu mengikat lalu menyeretku dan memenjarakanku dalam dunia hitam-putih dunia sekarang dan masa lalu. Masa lalu indah itu berbelati, menodongku dan memaksa untuk menangisi dia yang telah berlalu. Setiap aku mencoba berbalik melawannya setiap itu pula sebuah luka sayatan yang dalam tertoreh di dadaku. Akupun meringis lalu menangis dan saat itulah dia tersenyum sangat manis. Senyumannya terlihat olehku sangat menawan dan terciptalah kenangan indah akan dirinya. Ketika akupun mencoba tersenyum, dia menghempaskanku lalu menendangku. Aku pun tercampak di sudut ruang tak bertuan. Menyadari diriku akupun meraung tapi tak ada yang mendengar. Aku mencari dirinya namun dia pun telah menghilang, hanya seberkas cahaya putih suram yang terlihat jauh dibelakangku.

Dia telah melepaskanku, dia telah membebaskanku.

Saat masa lalu tak lagi mengikat dan memenjarakanku, aku merangkak menyusuri lurung gelap yang tak pernah jelas ujungnya dan apa serta siapa di ujung sana. Sepasang tangan terkadang hadir. Mengangkatku dan membantuku berdiri. Membantuku berjalan tegak lurus ke depan. Susah payah ku ajak tubuh rapuh ini berjalan tapi ketika langkahku hampir pasti tiba-tiba saja sepasang tangan yang telah membantu berdiri hadir kembali dan memegang pundakku. Kupalingkan wajahku dan kulihat ternyata sepasang tangan itu milik masa laluku. Akupun berbalik dan kulihat ternyata masa lalu masih berada tepat di belakangku tapi kini dia tidak sendiri. Mereka banyak dan saling memegang pundak. Melihat semua itu ketakutan memenuhi diriku. Akupun berbalik dan mencoba berlari tapi tiba-tiba mereka hadir di depan, di kanan, di kiri, di belakangku, mereka mengelilingku. Serentak tangan-tangan mereka terjulur ke arahku dan secara bersamaan memaksaku bersimpuh.

Kini aku bersimpuh dihadapan mereka. Satu per satu mereka mulai tertawa terbahak-bahak hingga menciptakan kebisingan yang sangat yang membuat kepalaku pecah. Seper sekian detik sebelum kepalaku pecah kusaksikan masa lalu itu bersatu menjadi sesosok masa lalu yang sangat angkuh. Dalam keadaan tak lagi berkepala, kurasakan sosok angkuh masa lalu itu membentuk lagi kepalaku dari serpihan-serpihan kepalaku hingga kepalaku pun kembali menjadi utuh dan kini aku kembali dapat melihat dirinya. Kembali kulihat dengan mata kepalaku sosok masa laluku, ternyata kini dia tak lagi angkuh. Dia kembali hadir sebagai mana layaknya masa laluku. Yah ... masa lalu yang penuh dengan kenangan indah.

o...oooh...tidaaaaak.........!!!

Dia pasti akan kembali mengikatku dan pasti akan menyeretku lalu memenjarakanku.

Oh...menyedihkannya diriku ini.


By : ag3n00 (http://liveunlive.blogspot.com/)

Picture from http://deviantart.com/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.