k-e-h-i-d-u-p-a-n
Kotor dan menjijikkan ...
Kesan suram sangat jelas dan nampak tak tersirat. Tak ada kebaikan yang bersinar dan kejahatan juga tak tampak. Letupan-letupan kecil kadang muncul menandai ada kehidupan yang sementara bertarung melawan kematian. Tak ada gerak yang berarti namun gerak itu pasti ada diantara ketenangan yang pasti. Meski kotor dan menjijikkan, unsur hidup dan mati tetap pasti di dalamnya. Terus saling berebut ruang yang tak pernah jelas batasnya.
Tetap ada air dan ada tanah, tetap ada angin dan ada api, namun kadar mereka yang berbeda. Ada yang mendominasi meski itu tidak berada dalam stagnan karena tetap ada gerak di dalamnya meski tak terlihat dengan jelas. Walau semua tetap ada di dalamnya namun kehidupan kerap menghindarinya. Hidup selalu mencari ruang dimana dia bebas untuk bergerak meski dengan begitu mati pun akan bebas bergerak seiring bebasnya hidup bergerak. Dalam ruang yang bebas semuanya bebas bergerak termasuk penginjak-injakan dan penikam-nikaman.
Ooo ... terlihat diam tak bergerak, menurut beberapa teori ... inilah yang menjadikannya kotor dan menjijikkan. Benar, ini memang kotor dan menjijikkan. Itu tak dapat dipungkiri. Namun lihatlah, beberapa kehidupan masih ada didalamnya terus berusaha bertarung melawan diam yang kan membuatnya mati. Walau mati itu pasti baginya namun kemungkinan hidup pun tetap ada diantara mati karena disini semuanya ada dan semua terus bertarung berebut ruang tak berbatas.
Memang kotor dan menjijikkan namun ketika badai datang membawa butiran-butiran air maka semua akan menjadi berbeda. Semua akan menghilang, larut dalam badai, bergabung dengan gelombang-gelombang kecil menuju samudra lepas dimana semuanya kan menjadi tak ada karena semuanya telah mengada dalam kapasitas dan ruang masing-masing. Saling mendukung antar sesama, menciptakan apa yang pantas dan memang harus diciptakan. Tak ada lagi hidup, tak ada lagi mati. Namun itu nanti ketika badai datang, dan saat ini yang pasti adalah disini semuanya memang kotor dan menjijikkan tapi tetap ada letupan-letupan kecil yang menandakan ada hidup yang sementara bertarung untuk sekedar bertahan.
Kotor dan menjijikkan ...
dan kini perlahan aroma busuk hadir mengambil ruang dalam udara dan hembusan angin. Ini pertanda bahwa sebuah kehidupan telah merengang nyawa dalam gerak dan perjuangan sia-sianya.
Kini lengkaplah sudah,
Kotor dan menjijikkan serta beraroma busuk.
Ini kerap terjadi sebelum badai datang.
Kotor dan menjijikkan ...
Kesan suram sangat jelas dan nampak tak tersirat. Tak ada kebaikan yang bersinar dan kejahatan juga tak tampak. Letupan-letupan kecil kadang muncul menandai ada kehidupan yang sementara bertarung melawan kematian. Tak ada gerak yang berarti namun gerak itu pasti ada diantara ketenangan yang pasti. Meski kotor dan menjijikkan, unsur hidup dan mati tetap pasti di dalamnya. Terus saling berebut ruang yang tak pernah jelas batasnya.
Tetap ada air dan ada tanah, tetap ada angin dan ada api, namun kadar mereka yang berbeda. Ada yang mendominasi meski itu tidak berada dalam stagnan karena tetap ada gerak di dalamnya meski tak terlihat dengan jelas. Walau semua tetap ada di dalamnya namun kehidupan kerap menghindarinya. Hidup selalu mencari ruang dimana dia bebas untuk bergerak meski dengan begitu mati pun akan bebas bergerak seiring bebasnya hidup bergerak. Dalam ruang yang bebas semuanya bebas bergerak termasuk penginjak-injakan dan penikam-nikaman.
Ooo ... terlihat diam tak bergerak, menurut beberapa teori ... inilah yang menjadikannya kotor dan menjijikkan. Benar, ini memang kotor dan menjijikkan. Itu tak dapat dipungkiri. Namun lihatlah, beberapa kehidupan masih ada didalamnya terus berusaha bertarung melawan diam yang kan membuatnya mati. Walau mati itu pasti baginya namun kemungkinan hidup pun tetap ada diantara mati karena disini semuanya ada dan semua terus bertarung berebut ruang tak berbatas.
Memang kotor dan menjijikkan namun ketika badai datang membawa butiran-butiran air maka semua akan menjadi berbeda. Semua akan menghilang, larut dalam badai, bergabung dengan gelombang-gelombang kecil menuju samudra lepas dimana semuanya kan menjadi tak ada karena semuanya telah mengada dalam kapasitas dan ruang masing-masing. Saling mendukung antar sesama, menciptakan apa yang pantas dan memang harus diciptakan. Tak ada lagi hidup, tak ada lagi mati. Namun itu nanti ketika badai datang, dan saat ini yang pasti adalah disini semuanya memang kotor dan menjijikkan tapi tetap ada letupan-letupan kecil yang menandakan ada hidup yang sementara bertarung untuk sekedar bertahan.
Kotor dan menjijikkan ...
dan kini perlahan aroma busuk hadir mengambil ruang dalam udara dan hembusan angin. Ini pertanda bahwa sebuah kehidupan telah merengang nyawa dalam gerak dan perjuangan sia-sianya.
Kini lengkaplah sudah,
Kotor dan menjijikkan serta beraroma busuk.
Ini kerap terjadi sebelum badai datang.
Komentar