Malam tanggal 21 januari 2010.
Tanggal 1 januari telah berlalu 20 hari,
mungkin belum terlambat* untuk sekedar menegok ke belakang.
21 Jan 2010 / 01:35:45
* dari judul nassami terlambatnya ... huahahahahahaha
Tanggal 1 januari telah berlalu 20 hari,
mungkin belum terlambat* untuk sekedar menegok ke belakang.
Malam ini ku coba menguraikan perjalanan hidup yang telah lalu dalam sebentuk peta geografis tiga dimensi imajiner. Terlihat sebuah kepulauan yg sangat kecil akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama akan terlihat tanda-tanda daerah pulau yg dulunya berupa bagian daratan pulau namun kini telah terbenam menjadi bagian dari dasar laut. Pulau kecil itu lengkap sebagai pulau, ada bagian yang berbunga, ada bagian yang gersang, ada bagian yang berair jernih, dan ada bagian yang berlumpur kotor dan menjijikkan. Setiap bagian akan terlihat sebagaimana adanya, daerah berbunga, daerah gersang, daerah berair, dan daerah berlumpur. Semua nampak asri dan sudah menjadi bagian-bagian yg saling melengkapi dengan berada di daerahnya masing-masing, tapi coba perbesar gambarnya. Akan terlihat bahwa daerah berbunga tidak lebih dari kumpulan bunga-bunga yg saling berjarak dan dibeberapa tempat yang menjadi jarak antar bunga ada genangan air dan ilalang serta tanah becek berlumpur di bebarapa bagian dibawah bunga-bunga yg tak terkena sinar mentari. Begitupun di daerah yang gersang, jika diamati dengan teliti disitu ada bunga-bunga ilalang yang melayang-layang tertiup angin, ada tanaman berduri menyimpan air yang dengan sedikit pengetahuan dapat dijadikan sumber air bagi para pengembara yang kehausan. Di daerah berair dan berlumpur pun jika kita perhatikan dengan seksama akan nampak betapa kedua daerah itu tidak lebih baik dari daerah yang lain, menipu dan hanya sekedar fatamorgana. Dari peta ini juga akan terlihat pepohonan yang tumbuh secara tak berpola dibeberapa bagian. Semua pohon tumbuh dan mati begitu saja. Pohon yang mati tumbang begitu saja dan batang-batangnya tergeletak begitu saja saling lintang melintang. Binatang, yah tak ada binatang yang tampak karena semua hanyalah binatang yang tak sanggup melihat silaunya sinar mentari hingga mereka harus pasrah tinggal dalam gua-gua dan hanya melihat, menikmati, dan memuja cahaya bulan yang muncul ketika langit malam tak berawan. Binatang dipulau ini akan terlihat jika sisi malam peta ini yang dibuka. Sebuah sisi gelap dan suram namun indah serta teramat romantis.
Inilah pulau kecil kehidupanku yang terlihat dari peta geografis tiga dimensi. Yang terlihat baru sebahagian kecil dari detail-detail pulau ini, namun itu sudah lebih dari cukup untuk memberi label aneh pada pulau ini. Pulau ini sebaiknya memang hanya dilihat secara garis besar dan dilihat dari jauh agar terlihat betapa indah pulau ini dengan bagian-bagian yang saling melengkapi hingga nampak bagai nirwana di dunia. Tak ada kebaikan mengenal pulau ini lebih detail karena hanya keanehan yang akan nampak.
Oh iya, bagian-bagian yang sangat banyak tenggelam mungkin memunculkan pertanyaan “mengapa begitu banyak bagian dari pulau ini yang tenggelam dan menjadi bagian dari dasar laut ?” jawabannya sama sekali tak ada hubungannya dengan cerita kehebatan daratan atlantis yang terbenam ke dasar samudra, banyak bagian pulau ini yang tenggelam karena memang pulau ini hanya endapan-endapan lumpur yang sangat banyak hingga ketika volume air laut menurun maka tampaklah pulau ini. Karena pulau ini muncul hanya karena volume air laut yang menurun maka wajar jika pulau ini akan tenggelam kembali secara perlahan bersama naiknya volume air laut. Pulau ini pun sangat rentan terhadap bencana alam mulai dari air, udara, tanah, dan api. Kerentanan bencana ini pulalah yang menjadi salah satu penyebab banyak bagian dari pulau ini yang terendam dan menjadi bagian dari dasar laut.
Pulau kecil kehidupanku ini memang aneh, wajar kemudian jika tak ada satupun manusia yang sudi tuk berlama-lama atau sekedar mencoba hidup di pulau ini, dan kalau pun pernah ada beberapa manusia yang mencoba tinggal di pulau ini, pasti mereka tidak lama, pasti mereka telah pergi meninggalkan pulau ini yang memang tidak pantas untuk dijadikan tempat hidup dan menetap. Pulau ini bagi mereka pasti hanyalah tempat belajar tentang keanehan-keanean yang mungkin unik bagi mereka dan tidak mereka temukan ditempat lain.
Inilah peta geografis tiga dimensi kehidupanku, inilah uraian perjalanan hidupku.
Ah ... aku tak berdaya mengubah apapun biarlah semuanya begini hingga tiba saatnya menghilang tenggelam di dasar samudra menjadi bagian yang dingin dari kerak bumi.
Inilah pulau kecil kehidupanku yang terlihat dari peta geografis tiga dimensi. Yang terlihat baru sebahagian kecil dari detail-detail pulau ini, namun itu sudah lebih dari cukup untuk memberi label aneh pada pulau ini. Pulau ini sebaiknya memang hanya dilihat secara garis besar dan dilihat dari jauh agar terlihat betapa indah pulau ini dengan bagian-bagian yang saling melengkapi hingga nampak bagai nirwana di dunia. Tak ada kebaikan mengenal pulau ini lebih detail karena hanya keanehan yang akan nampak.
Oh iya, bagian-bagian yang sangat banyak tenggelam mungkin memunculkan pertanyaan “mengapa begitu banyak bagian dari pulau ini yang tenggelam dan menjadi bagian dari dasar laut ?” jawabannya sama sekali tak ada hubungannya dengan cerita kehebatan daratan atlantis yang terbenam ke dasar samudra, banyak bagian pulau ini yang tenggelam karena memang pulau ini hanya endapan-endapan lumpur yang sangat banyak hingga ketika volume air laut menurun maka tampaklah pulau ini. Karena pulau ini muncul hanya karena volume air laut yang menurun maka wajar jika pulau ini akan tenggelam kembali secara perlahan bersama naiknya volume air laut. Pulau ini pun sangat rentan terhadap bencana alam mulai dari air, udara, tanah, dan api. Kerentanan bencana ini pulalah yang menjadi salah satu penyebab banyak bagian dari pulau ini yang terendam dan menjadi bagian dari dasar laut.
Pulau kecil kehidupanku ini memang aneh, wajar kemudian jika tak ada satupun manusia yang sudi tuk berlama-lama atau sekedar mencoba hidup di pulau ini, dan kalau pun pernah ada beberapa manusia yang mencoba tinggal di pulau ini, pasti mereka tidak lama, pasti mereka telah pergi meninggalkan pulau ini yang memang tidak pantas untuk dijadikan tempat hidup dan menetap. Pulau ini bagi mereka pasti hanyalah tempat belajar tentang keanehan-keanean yang mungkin unik bagi mereka dan tidak mereka temukan ditempat lain.
Inilah peta geografis tiga dimensi kehidupanku, inilah uraian perjalanan hidupku.
Ah ... aku tak berdaya mengubah apapun biarlah semuanya begini hingga tiba saatnya menghilang tenggelam di dasar samudra menjadi bagian yang dingin dari kerak bumi.
21 Jan 2010 / 01:35:45
* dari judul nassami terlambatnya ... huahahahahahaha

Komentar