Langsung ke konten utama

Menjadi Tidak Menjadi

dalam ketiadaan awal dan akhir

Bergerak maju ke titik mati meninggalkan diam. Mencapai surga ketiadaan bersama kedirian yg bukan aku. Tak bersayap capai langit tak bertepi, bersatu bersama awan kecil putih dan hitam jadi bagian penghidup bumi yg semakin renta. Seperti awan yg terus bergerak seiring angin dan badai, menjadi bagian dari panasnya terik mentari dan dingin serta basahnya hujan dan badai.

Sayap putih dan halus malaikat yg jadi bagian dari diri hancur terburai ...
bukan terkoyak terserang tapi terlalu rapuh
untuk sekedar memeluk kehidupan dengan sayap
yg putih dan halus namun rapuh. Tapi ketak bersayapan justru membuat diri terasa ringan, terbang bebas menjadi satu diantara helai-helai bulu sayap yg melayang dan terbang bebas lepas dari tubuh. Melayang dan terbang bebas tanpa pernah terikat dalam sebuah ketentuan berpola yg kerap membatasi dan menciptakan ke-aku-an yang tak lebih dari sebuah
omong kosong peradaban.

Menjadi dalam ketiadaan kondisi awalan dan akhiran, karena awal adalah akhir dan akhir adalah awal dalam lintasan kepulangan abadi dalam doktrin kosmos. Dimana keberadaan ada menjadi tak ada, musnah dalam sebuah ketiadaan yang niscaya. hancur dalam setiap daya menjadi
diri dengan sebuah ke-aku-an hingga akhirnya musnah tak bersisa ...

... bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.