Ada apa ini, kabut tebal seolah menyelimutiku ... membuatku tak mampu melihat jalan di depan dan membuat sesak dada ini. Syair-syair kekosongan mengalir berirama memenuhi seluruh benakku. Hembusan angin dingin membawa butiran-butiran air terus membelai dan mengelus tapi hanya aku, yang lain tak merasakannya karena tak ada yg bergerak tanda tak adanya angin.
Jiwa-jiwa tampak meradang di sekelilingku, menambah kacau semuanya. Aku tak tahu, apa ini semua ... aku hanya tahu bahwa darahku tiba-tiba terpompa dengan cepat. Dadaku berdebar seolah ingin pecah menghamburkan seluruh isinya. Kepala pun tak kalah mengerikan kondisinya, berdenyut-denyut seakan ingin ikut pecah membuat seluruh isi kepalaku berhamburan.
ah ... ... ... momen ini, mungkin sungguh berharga, momen ini mungkin sungguh penting ... hingga mesti diulang dan terus diulang setiap tahunnya.
Membuatku selalu dan selalu menjadi pecundang dalam kaca mataku sendiri.
ah ... ... ... kondisi sempurna dan klimaks dari sebuah perjalanan ...
Batu telah di puncak dan tak ada apa-apa dan aku harus menggulingkannya lagi ke bawah. Semua agar aku dapat mengulangnya lagi
semua agar aku punya alasan untuk hidup ...
sebuah alasan naif ...
"karena masih ada tugas yg belum terselesaikan dan harus diselesaikan" ...
18:55 Jumat, 31 Desember 2010



2 komentar:
sisipush jiii ... tiati kalo mengguling batu ke bawah nah ... nanti kennaka' kesian ... heheh
hehehehehehe
Poskan Komentar