Langsung ke konten utama

Malam & Kegelapan

Sendiri menatap sang mentari di langit senja yg memerah, sang mentari yg sebentar lagi menghilang di kaki langit. Ku kenakan kembali jubah hitamku tuk menyambut sang malam yg siap melebarkan sayapnya menyelimuti tempatku. Di depan, kegelapan itu sebuah kepastian dan rembulan serta bintang-bintang adalah sesuatu yg tak pasti, mereka hanya harapan-harapan yg dipermainkan oleh rencana-rencana yang serba tak pasti.

Di kaki langit tinggal ujung-ujung berkas cahaya matahari berwarna merah bata, ku tatap sekali lagi dan kunikmati untuk terakhir kalinya sebelum membalikkan badan dan berjalan menyusuri gelap malam hingga mentari terbit lagi di ufuk timur menyapu malam beserta kegelapan lalu menyeret manusia-manusia dalam kehidupan menyedihkan.

Berbalik, aku telah berbalik dan itu artinya tak mungkin lagi aku lari dari sang malam. Aku menjadi bagian dari malam yg dilupakan begitu saja oleh manusia-manusia yg terlelap kelelahan dan bermain-main di alam mimpi. Ku rapatkan jubah hitamku dan ku cabut sebilah pedang. Kan kususuri gelap sang malam, dan akan ku buat manusia-manusia yg menemuiku tak kan pernah lagi menganggap sepeleh dan melupakan begitu saja sang malam.

Sang malam, akulah anakmu, akulah kegelapan.

Komentar

Anonim mengatakan…
apa yang saya cari, terima kasih

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...