Langsung ke konten utama

Basa Basi Revolusioner




Ok ... mari kita coba hitung-hitungan !

Jam berapa kau bangun tadi pagi ?

ehm ... cukup siang juga kau bangun, memangnya semalam jam berapa kau tidur ?
wauw ... pantas saja kau bangun kesiangan, aku tak tahu pasti kenapa kau sangat terlambat tidur yang jelas pastilah karena sesuatu yg sangat penting. Menurutmu apa yang penting yg sampai mengharuskanmu menyisihkan kesenanganmu termasuk meninggalkan kesempatan istirahatmu ?

ah ... seperti biasa, ini memang termasuk pertanyaan yang susah untuk dijawab dan dalam pandangan pribadiku ini salah satu pertanyaan yang menyebalkan yg sering ditanyakan orang dan terkadang tak dapat ku jawab kalau pun ku jawab paling dengan jawaban klise. apa ? kau ingin tahu apa yg ku maksud dengan klise ?

duh ... pasti kau lagi mengujiku, dan seperti biasa setiap pertanyaan dalam sebuah ujian tentu harus dijawab untuk menentukan sangsi apa yg layak didapatkan. Apa, kau tidak demikian adanya ?

hahahaha ... kau betul-betul aneh, setiap orang yang bertanya pastilah mengharapkan jawaban dari pertanyaannya.
Tunggu dulu ... kau seperti temanku yg seorang politikus, yg pertanyaannya adalah pernyataan dan pernyataannya adalah pertanyaan ala diplomasi pedagang yang lagi berspekulasi.
hey ... jangan tertawa ini bukan sesuatu yang pantas ditertawai, ini bukan lawakan murahan stasiun tv yang miskin ide kreatif. Brengsek, kenapa kau mengatai diriku lebih lucu dari seorang pelawak profesional ?
Terus terang aku katakan padamu, aku tak pernah tertawa melihat lelucon-lelucon para pelawak yg kau kenal. Bagiku kehidupan ini terlalu sarat dengan kepedihan dan kesedihan jadi tak pantas untuk tertawa. Tawa bahkan senyum setipis apapun di tengah-tengah kepedihan dan kesedihan adalah pelecahan yang sangat kasar dan tak termaafkan.
ups ... aku tadi tertawa, hahahaha ... paradoks.
eh ... itu paradoks atau kontradiksi ?

hahahahahahaha ... susah memang ...

ah ... sudahlah, karena sudah mulai membosankan, aku sudah malas untuk melanjutkan ini semua ... kita akhiri saja.

Kita Cukupkan sampai disini saja !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.