Kembali rasa itu datang
Masih seperti dulu, rasanya begitu manis namun menyakitkan.
Ada sebaris senyum tercipta di setiap tikaman-tikaman penuh kasih yg menghamburkan darah dan mengoyak-ngoyak tubuh ini.
Masih seperti dulu, tubuh terluka tak mati bermandikan darah terkapar dipinggir jalan setapak kehidupan mengusik tatanan ilalang yg tumbuh liar ditempat itu.
Bau anyir darah merusak kesegaran udara, mengganggu orang-orang yg melintas dan mengundang mahluk-mahluk pemangsa untuk bersaing menjadi terhebat dan terlayak untuk melanjutkan mengoyak tubuh ini.
Kembali rasa itu datang
Dan kembali sakit itu menertawai diri buruk dan lemah ini
Komentar