Langsung ke konten utama

mie instant

radikal itu memang luar biasa.

layaknya spontanitas mie instant yg mengatasi rasa lapar dan hebatnya lagi hanya dengan memberi sedikit sentuhan personal maka akan memberi kesan yg lebih luar biasa lagi.
coba tambahkan sayur-sayuran maka akan memberi kesan makan sehat yg sangat menggoda selera, coba tidak menambahkan apa-apa akan memberi kesan kemurnian rasa dan selera, atau coba tambahkan nasi secukupnya akan memberi kesan totalitas dalam mengatasi rasa lapar ala kaum proletar.

oh ... sungguh sangat luar biasa.

demikian pula halnya radikal, coba tambahkan sedikit argumen otonomi individu maka ketidak pedulian pada orang lain akan menjadi begitu intelek, atau coba campurkan radikal dengan sedikit penolakan terhadap pen-dikte-an atau hegemonik serta dominasi maka kebodohan dan seluruh turunan dari ketidak inginan belajar akan tertutupi dengan sangat sempurna dan tentu saja radikal, atau tambahkan teori-teori pasifis bahkan kalau perlu buat sendiri teorinya maka kemalasan akan larut dalam radikalisme yg memiliki corak tersendiri dan pastilah aroma kepengecutan serta ketidak beranian tak akan tercium [sepertinya ini style "gue banget"].

oh ... layaknya mie instant,

radikal itu memang sangat luar biasa.


NB : tapi jangan terlalu lama dibiarkan dan sebisa mungkin hindari hembusan angin karena akan membuatnya membengkak lalu hancur menjadi kentut dan tai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...