Awalnya sy mencoba memahami sikap kalian yg ikut dalam gegap gempita pesta namun setelah kalian ikut-ikutan membenarkan kenaikan tarif kontrakan sy tak bisa lagi memahami apa yg kalian lakukan. Bagaimana bisa sy memahami kalian yg menerima argumen pemilik kontrakan, "tarif kontrakan dinaikkan untuk meningkatkan penghasilan dr kontrakan yg nantinya akan digunakan untuk usaha lain yg lebih produktif sehingga bisa menghasilkan peningkatan pendapatan. Meningkatnya pendapatan akan digunakan untuk peningkatan fasilitas kontrakan yg efeknya akan dirasakan langsung pengontrak dgn meningkatnya layanan bagi pengontrak". Ini argumen lama yg sudah kita dengarkan sejak pertama kita tinggal di kontrakan ini, lalu kenapa kalian sekarang bisa menerimanya ?
Sy pikir kita merasakan hal yg sama, ternyata sy salah. Mungkin karena kalian sudah terlalu sering keluar sendiri-sendiri bahkan berhari-hari nginap entah di mana jadi sy tak mengenal kalian lagi. Sy tak tau sama siapa lagi kalian berteman dan apa yg kalian baca. Bisa jadi kalian diluar sana sudah bermesraan dgn pemilik baru kontrakan ini. Memang sih, jika sepintas lalu kita melihat pemilik baru kontrakan ini, dia nampak baik tapi apakah kalian sebodoh itu percaya dgn tampakan baiknya. Sy pikir kita sudah sama-sama belajar banyak hal yg membuat pikiran kita terbuka dan dapat melihat persoalan secara benar dgn berbagai analisis tdk seperti anak-anak baru yg kata kalian "harus disadarkan". Bagaimana lagi mau disadarkan kalau kalian sudah menjadi bagian dr barisan para pendukung loyal pemilik kontrakan. Apakah anak-anak baru itu mau disadarkan bagaimana cara memahami kebijakan-kebijakan pemilik kontrakan, atau yg lebih kasar lagi "bagaimana cara menjilat agar mendapat tempat di hati sang pemilik kontrakan".
Hahahaha ...
Oh iya, sebelum kalian menuduh sy macam2, sy tak memungkiri bahwa sy orang pertama yg memiliki tempat tinggal lain selain kamar di kontrakan ini. Tapi dari awal sy sudah memberi taukan kalian tentang hal ini dan kalian menerimanya, apakah kalian sebenarnya dr awal sudah tdk menerima kondisi sy ? Kalau benar seperti itu, kenapa tdk sedari awal kalian nyatakan biar sy bisa memposisikan diri dgn benar dan tdk lagi berharap banyak pada kalian sebagai seorang kawan.
Sekarang pembicaraan-pembicaraan kalian sudah sangat susah sy pahami karena berbeda dengan pembicaraan-pembicaraan kita dulu. Bicara kalian aneh-aneh, mungkin isi kepala kita sudah berbeda tapi sampai saat ini sy tdk ingin mengganti isi kepala sy agar bisa menerima argumen pemilik kontrakan. Jika ternyata sy harus sendiri, biarlah sy sendiri.
Terima kasih untuk cerita-cerita yg telah lalu.
Komentar