Langsung ke konten utama

Tarif Kontrakan Kita Naik

Awalnya sy mencoba memahami sikap kalian yg ikut dalam gegap gempita pesta namun setelah kalian ikut-ikutan membenarkan kenaikan tarif kontrakan sy tak bisa lagi memahami apa yg kalian lakukan. Bagaimana bisa sy memahami kalian yg menerima argumen pemilik kontrakan, "tarif kontrakan dinaikkan untuk meningkatkan penghasilan dr kontrakan yg nantinya akan digunakan untuk usaha lain yg lebih produktif sehingga bisa menghasilkan  peningkatan pendapatan. Meningkatnya pendapatan akan digunakan untuk peningkatan fasilitas kontrakan yg efeknya akan dirasakan langsung pengontrak dgn meningkatnya layanan bagi pengontrak". Ini argumen lama yg sudah kita dengarkan sejak pertama kita tinggal di kontrakan ini, lalu kenapa kalian sekarang bisa menerimanya ?

Sy pikir kita merasakan hal yg sama, ternyata sy salah. Mungkin karena kalian sudah terlalu sering keluar sendiri-sendiri bahkan berhari-hari nginap entah di mana jadi sy tak mengenal kalian lagi. Sy tak tau sama siapa lagi kalian berteman dan apa yg kalian baca. Bisa jadi kalian diluar sana sudah bermesraan dgn pemilik baru kontrakan ini. Memang sih, jika sepintas lalu kita melihat pemilik baru kontrakan ini, dia nampak baik tapi apakah kalian sebodoh itu percaya dgn tampakan baiknya. Sy pikir kita sudah sama-sama belajar banyak hal yg membuat pikiran kita terbuka dan dapat melihat persoalan secara benar dgn berbagai analisis tdk seperti anak-anak baru yg kata kalian "harus disadarkan". Bagaimana lagi mau disadarkan kalau kalian sudah menjadi bagian dr barisan para pendukung loyal pemilik kontrakan. Apakah anak-anak baru itu mau disadarkan bagaimana cara memahami kebijakan-kebijakan pemilik kontrakan, atau yg lebih kasar lagi "bagaimana cara menjilat agar mendapat tempat di hati sang pemilik kontrakan".

Hahahaha ...

Oh iya, sebelum kalian menuduh sy macam2, sy tak memungkiri bahwa sy orang pertama yg memiliki tempat tinggal lain selain kamar di kontrakan ini. Tapi dari awal sy sudah memberi taukan kalian tentang hal ini dan kalian menerimanya, apakah kalian sebenarnya dr awal sudah tdk menerima kondisi sy ? Kalau benar seperti itu, kenapa tdk sedari awal kalian nyatakan biar sy bisa memposisikan diri dgn benar dan tdk lagi berharap banyak pada kalian sebagai seorang kawan.
Sekarang pembicaraan-pembicaraan kalian sudah sangat susah sy pahami karena berbeda dengan pembicaraan-pembicaraan kita dulu. Bicara kalian aneh-aneh, mungkin isi kepala kita sudah berbeda tapi sampai saat ini sy tdk ingin mengganti isi kepala sy agar bisa menerima argumen pemilik kontrakan. Jika ternyata sy harus sendiri, biarlah sy sendiri.

Terima kasih untuk cerita-cerita yg telah lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...