Langsung ke konten utama

Bangku Taman





Pernahkan terwujud sebuah gambaran dalam kepalamu untuk duduk di bangku taman kota pada suatu siang, dan menghabiskan waktu hingga sore hari, sambil menikmati matahari yang terus memancarkan sinarnya hingga ke batas akhir?
Mungkin juga tidak. Karena masih banyak rencana-rencana besar yang sangat mendesak yang ingin kau lakukan untuk menciptakan hidup yang bahagia.
Jikapun iya, apakah itu yang memang benar-benar ingin kau lakukan?
Jujurlah.
Apakah itu sepenuhnya didedikasikan untuk aktivitas duduk dibangku taman yang merupakan sebuah aktivitas yang sederhana?
Terkadang, duduk di bangku taman memang dilakukan. Namun, aktivitas itu tidak lebih hanya sebuah ornamen-ornamen indah yang menghiasi bingkai rencana spektakuler yang ingin dilakukan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik, yang kelak akan membawa kebahagiaan.
Aktivitas sederhana selalu menjadi sebuah boneka yang imut yang dapat diperlakukan sesuka hati untuk menutupi kesedihan. Dan, ketika hati telah bahagia, boneka itu diletakkan kembali di atas sebuah rak di tengah kumpulan boneka-boneka lain. Begitulah nasib sebuah aktivitas sederhana.
Duduk di sebuah bangku di taman kota pada suatu siang atau sore, menikmati matahari yang terus memancarkan sinarnya hingga ke batas terakhir, memang takkan mengubah apa-apa. Tapi, tunggu dulu. Apakah semua itu memang tak mengubah apa-apa sehingga tak akan memberi kebahagian bagi kehidupanmu?
Apa sebenarnya yang kau maksud dengan mengubah keadaan dan kebahagiaan?
Jika yang kau maksud dengan mengubah keadaan adalah merebut kekuasaan, baik itu berupa mengubah kebijakan yang akan berefek menggerogoti kekuasaan sampai perjuangan politik merebut kekuasaan, aku akui jujur: duduk di bangku taman memang tidak akan melahirkan semua itu.
Tapi, ada sesuatu yang lain. Aku anjurkan padamu untuk mencobanya.
Jika suatu saat kau terjebak dalam aktivitasmu di siang hari yang sangat panas dan menggerahkan, cobalah mencari pohon yang rindang lalu duduklah. Jika kau seorang perokok, bakarlah dan nikmati ia. Nikmatilah setiap hisapan dan hembusannya. Jika kau bukan seorang perokok, belilah sebotol air minum dan nikmatilah setiap tegukannya. jika hal itu telah kau lakukan, niscaya kau akan merasakan bahwa setiap bebanmu akan larut dalam dirimu bersama hisapan rokok atau teguk air minum. Kemudian lenyap bersama semua itu. Atau menghilang bersama keringatmu yang mengering disapu hembus angin. Indikasi dari hilangnya semua bebanmu adalah terciptanya kondisi di mana badanmu akan terasa rileks. Kau akan merasakan seluruh kelelahanmu. lalu kau merasa ingin tidur. Jika kau tak melawan segenap kondisi itu, kau akan tertidur. Beberapa jam kemudian kau akan terbangun dengan tubuh yang fit. Kau akan merasakan seluruh potensimu dapat kau kembangkan. Seolah-olah seluruh alam semesta tersenyum padamu.
Tapi, ada satu hal yang harus kau sadari: ketika kau sementara menikmati keindahan dan kesejukan suasana di bawah rindang pohon, sesungguhnya di tempat yang terpisah seorang boss marah besar karena seorang karyawannya yang telah digaji menghilang entah kemana. Padahal, saat itu kerja menumpuk. Kemarahan seorang boss itu disebabkan ketidak hadiran seorang karyawannya yang membuatnya harus mengerjakan sendiri pekerjaan itu. Ia juga dengan terpaksa membatalkan janji santap siang dengan istrinya di restoran Perancis yang telah dipersiapkan sedari pagi.
Ada satu lagi yang harus kau ketahui: ketika kau yang betul-betul menikmati istirahatmu di bawah rindang pohon, karyawan lain hanya menikmati istirahat mereka di kantin perusahaan. Katanya ingin segera kembali bekerja jika jam istirahat telah selesai. Tapi, dengan sangat terpaksa mereka tak dapat menikmati jam istirahatnya. Boss tiba-tiba menginstruksikan seluruh karyawan agar segera kembali bekerja. Katanya, ada kondisi yang tidak biasa meninmpa perusahaan.
Sekarang, apakah kau telah melihat dampak perbuatan bersantai-santai di bawah pohon rindang? Jika belum, aku anjurkan kau segera kembali ke kantormu. Bekerjalah. Jika tidak, bossmu akan marah. Dan kau akan celaka.
Oh, iya. Tahukah engkau, siapa karyawan yang menghilang itu? Dia adalah seorang yang sedang menikmati suasana santai dibangku taman kota di bawah pohon yang rindang. Tertidur.


--- C2PUSH ---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...