Ini adalah kalam terakhir yang melesat dari kerongkongan terpicu nafas penghabisan. Meninggalkan seonggok tulang berbalut otot-otot kekar mengokohkan tubuh tuk tetap berdiri kosong. Masih tetap kan selalu berkata-kata dalam sabda kosong kebohongan yang hadirkan sejuta kenormalan bersanding senyum manis nan bahagia para tertipu.
Takkan pernah kan kau liat rajah-rajah beralirkan darah laksana bangkai lawan para keluarga pandawa yang tertembus jutaan anak panah arjuna. Cupitlah yg tersenyum, anak panah cupit-lah yang melesat mengenai jantung hingga kematian yang hadir namun tak tampak sebab kepolosan serta keluguan cupit mengabuti kematian dalam cinta kasih seorang ibu pada anaknya. Karena itu nyawa tak pula pernah terlihat meregang sebab tak ada hati yang menerawang jauh wawasan abstark hal tak terindrai. Erangan, rintihan, ringisan, tangisan, sedu sedan tak terdengar atau bahkan untuk sekedar terlihat sebab indra telah lama tertutupi sampah-sampah kehidupan. Sebab indra tak lagi menangkap setiap isyarat maka rasa jauh dari kehadirannya. jika rasa ada maka tak lebih dari sekedar rasa sebiji permen atau coklat atau minuman bersoda dengan kadar alkohol nol persen. Itulah yang kan dihadirkan rasa ketika dia ada bersanding tubuh zombie yang seelegan frankenstein yang beradab susila.
Ketika ini berakhir maka akan hadir kesulitan tuk membedakan ini, itu dan sebelum-sebelumnya dengan kebohongan yang akan hadir kelak.
Jika saat itu tiba maka tak ada yang salah, karena kesalahan tidak lebih dari upaya menghadirkan keduanya.
Masa lalu, kini dan yang akan datang tak boleh hadir bersamaan, harus ada pilihan "masa kini yang terpenjarakan oleh masa lalu ataukah masa lalu yang tertikam mati oleh masa kini dan yang akan datang". Silahkan memilih sesuai selera, anggap saja kedua pilihan itu deretan pilihan menu dalam hidangan penutup pesta topeng helloween.
Inilah kalam terakhir yang melesat keluar dari kerongkongan terpicu nafas penghabisan. Yang kelak kan berubah jadi satu dari sekian banyak bongkahan api kebohongan dajjal dipenghujung kehidupan.
Takkan pernah kan kau liat rajah-rajah beralirkan darah laksana bangkai lawan para keluarga pandawa yang tertembus jutaan anak panah arjuna. Cupitlah yg tersenyum, anak panah cupit-lah yang melesat mengenai jantung hingga kematian yang hadir namun tak tampak sebab kepolosan serta keluguan cupit mengabuti kematian dalam cinta kasih seorang ibu pada anaknya. Karena itu nyawa tak pula pernah terlihat meregang sebab tak ada hati yang menerawang jauh wawasan abstark hal tak terindrai. Erangan, rintihan, ringisan, tangisan, sedu sedan tak terdengar atau bahkan untuk sekedar terlihat sebab indra telah lama tertutupi sampah-sampah kehidupan. Sebab indra tak lagi menangkap setiap isyarat maka rasa jauh dari kehadirannya. jika rasa ada maka tak lebih dari sekedar rasa sebiji permen atau coklat atau minuman bersoda dengan kadar alkohol nol persen. Itulah yang kan dihadirkan rasa ketika dia ada bersanding tubuh zombie yang seelegan frankenstein yang beradab susila.
Ketika ini berakhir maka akan hadir kesulitan tuk membedakan ini, itu dan sebelum-sebelumnya dengan kebohongan yang akan hadir kelak.
Jika saat itu tiba maka tak ada yang salah, karena kesalahan tidak lebih dari upaya menghadirkan keduanya.
Masa lalu, kini dan yang akan datang tak boleh hadir bersamaan, harus ada pilihan "masa kini yang terpenjarakan oleh masa lalu ataukah masa lalu yang tertikam mati oleh masa kini dan yang akan datang". Silahkan memilih sesuai selera, anggap saja kedua pilihan itu deretan pilihan menu dalam hidangan penutup pesta topeng helloween.
Inilah kalam terakhir yang melesat keluar dari kerongkongan terpicu nafas penghabisan. Yang kelak kan berubah jadi satu dari sekian banyak bongkahan api kebohongan dajjal dipenghujung kehidupan.
Komentar