Langsung ke konten utama

Mayday ... Mayday ... Mayday ...

29 April, yah hari ini tanggal 29 april dan itu berarti 2 hari lagi tanggal 1 Mei.
1 Mei, Hari Buruh Sedunia !
Entah sudah berapa tahun sejak pertama kali saya tahu bahwa 1 mei itu adalah hari buruh sedunia, aku sudah lupa kapan pertama kali aku tahu kalau hari buruh sedunia itu jatuh pada tanggal 1 mei. Kapan pertama kali saya tahu, saya pikir itu bukan lagi hal penting karena sekedar mengingat dan itu tidak lebih dari sekedar mengenang masa lalu yg jelas-jelas hanyalah basa-basi hidup yg berputar dalam pikiran.
Masalah yg penting saat ini adalah keadaan diriku yg telah menjadi bagian langsung dari sistem perburuhan, aku saat ini telah menjadi sebuah bagian terkecil dari pabrik sosial yg telah merangkum dan menjadikan seluruh kehidupan sebagai bagian dari pabrik. Aku sekarang kerja, letih, butuh istirahat, dan rekreasi untuk meredam kemarahan pada sistem yang telah menjadikan seluruh hidupku tak lebih dari bagian dari kerja. Semuanya, ya semuanya. Bahkan istirahat dan rekreasi juga adalah bagian dari kerja, dimana istirahat dan rekreasi tidak lebih dari upaya mengembalikan tenaga untuk kerja esok hari ....
......... ......... .........
sudah tanggal 7 Mei dan saya belum bisa melanjutkan catatan ini, ah ... mungkin ini bagian dari kerja (aku kelelahan hingga tak lagi mampu untuk sekedar melanjutkan catatan ini). Kalau seperti ini adanya baiklah ... saya cukupkan saja sampai disini catatan ini, sembari menebar mimpi-mimpi ... semoga hari esok masih ada yang bisa dijadikan harapan
... .. .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.