Langsung ke konten utama

Ke-KOSONG-an itu abadi

Apa yg terjadi denganku, kenapa tiba-tiba aku seperti terjatuh dalam sebuah lubang yg gelap. Kegelapan yg hitam nan pekat, kesunyian yang hampa. Berputar mengelilingiku, mencemooh dan membuatku tak berdaya untuk sekedar menarik ujung-ujung bibir membentuk sebuah senyuman.

Ada apa ini, kabut tebal seolah menyelimutiku ... membuatku tak mampu melihat jalan di depan dan membuat sesak dada ini. Syair-syair kekosongan mengalir berirama memenuhi seluruh benakku. Hembusan angin dingin membawa butiran-butiran air terus membelai dan mengelus tapi hanya aku, yang lain tak merasakannya karena tak ada yg bergerak tanda tak adanya angin.

Jiwa-jiwa tampak meradang di sekelilingku, menambah kacau semuanya. Aku tak tahu, apa ini semua ... aku hanya tahu bahwa darahku tiba-tiba terpompa dengan cepat. Dadaku berdebar seolah ingin pecah menghamburkan seluruh isinya. Kepala pun tak kalah mengerikan kondisinya, berdenyut-denyut seakan ingin ikut pecah membuat seluruh isi kepalaku berhamburan.

ah ... ... ... momen ini, mungkin sungguh berharga, momen ini mungkin sungguh penting ... hingga mesti diulang dan terus diulang setiap tahunnya.
Membuatku selalu dan selalu menjadi pecundang dalam kaca mataku sendiri.

ah ... ... ... kondisi sempurna dan klimaks dari sebuah perjalanan ...

Batu telah di puncak dan tak ada apa-apa dan aku harus menggulingkannya lagi ke bawah. Semua agar aku dapat mengulangnya lagi

semua agar aku punya alasan untuk hidup ...

sebuah alasan naif ...

"karena masih ada tugas yg belum terselesaikan dan harus diselesaikan" ...


18:55 Jumat, 31 Desember 2010

Komentar

sampahji mengatakan…
sisipush jiii ... tiati kalo mengguling batu ke bawah nah ... nanti kennaka' kesian ... heheh
Sisipush mengatakan…
hehehehehehe

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.