Langsung ke konten utama

Hidup Itu Seperti ...

Dulu saya sering memainkan file-file lagu dengan audio-player berdasarkan album atau berdasarkan artis atau per-playlist yg sudah saya buat susunannya rapi sesuai selera tapi belakangan ini saya lebih sering mengaktifkan mode acak dalam memainkan file-file lagu yg tersimpan di audio-playerku. Saat memainkan file-file lagu berdasarkan album atau artis atau playlist ada kebosanan yg kerap muncul, mungkin karena file-file yg akan dimainkan sudah diketahui dan susunannya begitu-begitu terus tak pernah berubah, monoton. Berbeda ketika saya mengaktifkan mode acak, ada kejutan-kejutan yg sangat menyenangkan walau tak jarang pula membuat jengkel. Kejutan-kejutan muncul karena saya tak pernah tahu file yg mana yg akan dimainkan selanjutnya. Memainkan file-file lagu dalam mode acak memang tetap memiliki sebuah kepastian dan sama jika kita memainkannya dalam susunan pasti sebuah playlist atau album atau artis, kepastian itu adalah ada awal dan pasti suatu saat akan berakhir. Namun dalam mode acak, saat pertama kali memainkan file-file lagu saya tak pernah tahu akan mulai dari file apa dan begitupun akhirnya saya tak pernah tahu akan diakhiri dengan file apa. Ketidak jelasan ini membuat saya selalu bisa menikmati awal dan akhirnya, seperti apapun awal dan akhir itu.

Mode acak sungguh menyenangkan, kejutan-kejutannya membuat saya bisa tiba-tiba ikut bernyanyi tapi bisa juga tiba-tiba membuat saya ingin segera lagu itu berakhir sembari berharap semoga lagu selanjutnya sesuai dengan harapanku.

mungkin seperti itu pula hidup ini ^_^

Komentar

threeBeggars mengatakan…
kentara tendensinya wkwkwkwk

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...