manusia dan kehidupan seperti hubungan laki-laki dan perempuan. butuh kebohongan untuk membuatnya terus berjalan dan omong kosong sangat diperlukan untuk membuatnya penuh cerita-cerita yg membuat tawa pecah dan tangis menjadi begitu menyentuh. tanpa kebohongan dan omong kosong hidup hanya akan menjadi sebuah cerita datar yg tak lebih dr drama-drama picisan tontonan sepintas lalu di sebuah ruang tunggu. kebohongan dan omong kosong melahirkan intrik-intrik yg membuat jalan kehidupan basah oleh darah mereka-mereka yg lemah dan mereka-mereka yg menolak semua kebohongan serta omong kosong yg jadi bagian penting kehidupan. mereka yg lemah memang pantas untuk dikorbankan karena hanya akan menjadi beban bagi kehidupan. orang-orang lemah hanya mampu mengiyakan semua kebohongan dan omong kosong, mereka hanya meniknatinya, itu berbahaya karena akan menjadikan kehidupan ini sampai pada titik jenuh dan jika itu terjadi maka akan banyak orang-orang yg akan mencoba menolak kebohongan dan omong kosong kehidupan, penolakan-penolakan akan membuat intrik-intrik yg melimpah melampau batas kewajaran. dalam batasan wajar, intrik sangat diperlukan untuk membunuh para penolak yg mencoba menolak kebohongan dan omong kosong kehidupan. pembunuhan orang lemah dan para penolak akan melahirkan horor yg akan diberi label cerita tragis. cerita tragis ini akan beraroma kepahlawanan dimana para pembunuh penolak akan diberi gelar pahlawan dimana kadar kepahlawanannya diukur dr seberapa banyak para penolak yg mampu dibunuhnya dan seberapa basah oleh darah jalan kehidupannya. karena itulah pahlawan adalah pihak yg sangat berkepentingan dalam peningkatan jumlah orang-orang lemah dan bodoh. adapun intrik-intrik yg mereka ciptakan adalah intelektualitas dimana ketinggian intelektualitas mereka berbanding lurus dgn seberapa banyak orang-orang lemah dan bodoh yg mereka habisi.
lalu bagaimana dgn orang-orang yg hidup di dunia antara dunia orang-orang lemah dan dunia para penolak ?
mereka yg hidup di dunia antara adalah orang-orang yg selain menikmati kebohongan dan omong kosong kehidupan, mereka juga kadang mencoba melakukan penolakan-penolakan yg semu atau kadang-kadang mengambil bagian dlm antrian panjang calon pahlawan. sama halnya dgn penolakan-penolakan semu, menjadi bagian dr antrian panjang calon pahlawan adalah hal yg sangat berperan dlm mempertahankan kelangsungan kebohongan dan omong kosong kehidupan.
kira-kira seperti itulah kehidupan ini, kalau pun salah itu artinya ini tidak lebih dr bagian kebohongan serta omong kosong kehidupan dan yg menuliskannya ini tidak lebih dr penghuni dunia antara yg mencoba mengambil salah satu bagian dari bagian kehidupan dunia antara.
jadi lupakanlah !
lalu bagaimana dgn orang-orang yg hidup di dunia antara dunia orang-orang lemah dan dunia para penolak ?
mereka yg hidup di dunia antara adalah orang-orang yg selain menikmati kebohongan dan omong kosong kehidupan, mereka juga kadang mencoba melakukan penolakan-penolakan yg semu atau kadang-kadang mengambil bagian dlm antrian panjang calon pahlawan. sama halnya dgn penolakan-penolakan semu, menjadi bagian dr antrian panjang calon pahlawan adalah hal yg sangat berperan dlm mempertahankan kelangsungan kebohongan dan omong kosong kehidupan.
kira-kira seperti itulah kehidupan ini, kalau pun salah itu artinya ini tidak lebih dr bagian kebohongan serta omong kosong kehidupan dan yg menuliskannya ini tidak lebih dr penghuni dunia antara yg mencoba mengambil salah satu bagian dari bagian kehidupan dunia antara.
jadi lupakanlah !
Komentar