Langsung ke konten utama

dan kulihat kau telah jadi M U S U H !

Kenapa tidak sedari dulu kau seperti sekarang ?

Seandainya saja kau sedari dulu seperti sekarang,
tentu saya tidak akan kesulitan memposisikan dirimu.
Tak akan ada kesulitan untuk menempatkanmu sebagai musuh.
Tak akan ada pula cerita dimana kita pernah berteman,
kita musuh tanpa ada cerita lain yg mengikutinya.

Sekarang kondisinya jadi sulit,
kau telah jadi selayaknya musuh.
Kalaupun karena sebuah kenyamanan yg buatmu mapan
jadi sebuah alasan perubahan sikap dan pandanganmu,
silahkan saja tak lagi ambil bagian dalam permainan yg dulu bersama kita mainkan.
Tapi karena kau pernah ikut bermain
maka sebaiknya kau mengambil posisi di sudut sana
menonton dan jika tidak ingin memberikan dukungan
sebaiknya kau menutup mulut rapat-rapat.

Keadaan hanya berulang dan terus berulang
karena orang-orang seperti dirimu.
Keadaan bisa lebih baik
jika orang-orang seperti dirimu sedari awal sudah jadi musuh.
Saya lebih salut dengan mereka yg konsisten menjadi musuh,
ketimbang dirimu yg dulu bermain bersama lantas karena sesuatu dan lain hal berbalik arah.

Ok ... semua sudah terjadi,
sebaiknya semakin lebih seringlah memposisikan diri bersebrangan
biar posisimu sebagai musuh lebih mantap,
dan jika itu terjadi saya akan angkat topi untuk permusuhan kita yg menjadi jelas.


SALAM DARI MUSUH BARU MU !

SEMOGA KAU PANJANG UMUR,
AGAR DAPAT MEMANTAPKAN POSISIMU SEBAGAI MUSUHKU !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...