Langsung ke konten utama

Cerita Kehidupan

Duduklah dan buat dirimu senyaman mungkin,
akan aku ceritakan padamu tentang sebuah kehidupan.

Kehidupan itu adalah kehidupan para mahluk yang menamai diri mereka manusia.
Kehidupan manusia ternyata cukup menyenangkan. Hampir semua kesenangan yang disediakan bisa dinikmati meski harus diawali dengan kerja untuk memperoleh uang dan dengan uang itulah kesenangan itu dibeli. Kerja memang melelahkan dan hampir menyita seluruh kehidupan manusia hingga membuat manusia seperti bukan manusia lagi, tapi karena ada janji kesenangan dibalik kerja maka manusia dengan sukarela mendedikasikan hidupnya untuk kerja. Kerja dalam kehidupan manusia sangat banyak tapi setiap orang hanya boleh memilih satu dari sekian banyak kerja yang disiapkan dengan catatan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh penyedia kerja. Kerja yg dipilih tak boleh lebih dari satu karena setiap manusia memang tidak boleh menjadi dua sosok sekaligus. Seorang pekerja tidak dapat sekaligus menjadi majikan begitu pun sebaliknya, seorang seniman atau artis atau lebih tepat disebut penghibur tidak dapat sekaligus menjadi penikmat hiburan begitu pun sebaliknya. Setiap orang harus mengambil peran tunggal dan dalam kehidupan dan sebisa mungkin peran itu dijalaninya sampai mati. Ada jenjang yang ditempuh dalam setiap kerja dan manusia menyebutnya karir. Setiap karir berhubungan dengan seberapa besar uang yang akan diperoleh, dan karena ini berhubungan dengan uang maka ini erat kaitannya dengan seberapa besar kesenangan bahkan kemewahan yang bisa dibeli.

Sebagai mana kerja, sangat banyak pula kesenangan yang disiapkan dan yang bisa dibeli dengan syarat uang yang kau miliki cukup. Oh iya, selain dengan uang kesenangan dapat juga dibeli dengan kekuasaan tapi lagi-lagi kekuasaan itu erat hubungannya dengan seberapa besar uang yang kau miliki. Dulu katanya kekuasaan itu tidak ada hubungannya dengan uang, kekuasaan itu muncul dari kebijaksanaan dan kebaikan budi pekerti serta moralitas seseorang tapi itu dulu, kini semua itu hanya ada dalam cerita-cerita masa lalu yang bercampur dengan mitos-mitos yang tak lebih dari salah satu sumber kesenangan bagi manusia. Sangat banyak kesenangan yang disiapkan untuk, apalagi dimana industri sudah sangat maju. Banyaknya kesenangan yang disiapkan berhubungan dengan kemudahan kesenangan itu dibuat. Kesenangan manusia dibuat dari bahan imitasi seperti plastik atau zat-zat kimia. Semua kesenangan bisa dibuat tapi sebelum pembuatan sebuah kesenangan harus diawali dengan analisa pasar yang cukup rumit untuk mengetahui seberapa besar keinginan manusia akan kesenangan tersebut. Keindahan adalah salah satu kesenangan yang cukup digemari dan kebanyakan keindahan itu dibuat dari plastik dan kombinasi zat-zat kimia. Kelesatan makanan juga dibuat karena ini salah satu kesenangan yang diburu manusia, dan kelesatan makanan itu sangat gampang dibuat karena hanya dengan mencampur penyedap rasa maka makanan apapun bisa menjadi lesat dan manusia rela membayar untuk itu. Kesenangan akan hal-hal yang alami juga disenangi bahkan diburu oleh beberapa manusia karena ini merupakan salah satu kesenangan yang sudah menjurus pada sebuah kemewahan dan karena biasanya harus dibayar dengan harga yang cukup mahal maka kesenangan atas hal-hal alami juga dibuat walau harus dengan merekayasa alam yang mau tidak mau harus mengorbankan sesuatu yang sebenarnya lebih alami. Kecerdasan, kearifan, kebijaksanaan juga disiapkan dan mereka yang mampu bisa membelinya di sekolah, di toko-toko buku kesayangan, di televisi, di bioskop-bioskop, di seminar-seminar, atau di tempat para pendakwah bekerja. Masih banyak lagi kesenangan-kesenangan yang disiapkan dan bisa dibeli tapi kesenangan-kesenangan itu juga bisa dihilangkan atau bahkan dilarang, semua tergantung dari hasil analisa pasar dan seberapa besar keinginan manusia akan kesenagan tersebut. Kehidupan manusia memang menyenangkan karena hanya berputar pada wilayah kesenangan yang bisa dibeli. Tak ada tanggung jawab yang harus dipikul karena persoalan tanggung jawab sudah diserahkan pada seseorang atau kelompok atau institusi yang mereka pilih secara berkala. Jika pun orang atau kelompok atau institusi yang telah dipilih melakukan kesalahan maka beban tetap dilimpahkan ke orang atau kelompok atau institusi yang telah memenangkan pemilihan. Kalau melakukan kesalahan artinya dia gagal dan kalau begitu harus diturunkan dan dipilih orang atau kelompok atau institusi yang baru untuk memikul tanggung jawab, begitulah siklusnya. Memang terkesan konyol tapi begitulah yang terjadi.

Begitulah kehidupan manusia. Dan untuk mencegah berakhirnya cerita kehidupan manusia maka manusia mencari pasangan diantara mereka dan sebenarnya ini juga adalah salah satu bentuk kesenangan yang terkait dengan seberapa besar uang yang kau miliki karena itu pulalah maka hal ini menjadi salah satu hal yang membuat manusia larut dalam dunia kerja. Setelah menemukan pasangan yang dirasa cocok maka manusia memasukkan dirinya dalam sebuah institusi yang mereka beri nama rumah tangga. Manusia baru mereka ciptakan dalam institusi itu dan merawatnya dengan berbagai proses yang sangat kompleks serta rumit bahkan terkadang sangat irasional dan tentu saja persoalan kesenangan terintegrasi didalamnya. Manusia baru itu dibuat lalu dirawat hingga dewasa dan selanjutnya dilepas dalam kehidupan untuk menjadi bagian dari cerita kehidupan manusia selanjutnya.


Nah begitulah kira-kira cerita kehidupan manusia. Memang tidak detail, karena jika diceritakan secara detail maka akan menjadi sebuah cerita kolosal yang sangat panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.