Langsung ke konten utama

MONO[9O+B]log

tidak ... aku tidak bisa, aku sungguh-sungguh tidak bisa

sadarlah, kamu harus tahu diri. coba liat baik-baik dirimu.
kau itu orang tak berguna, jadi sadarlah.

betul ... betul ... apa yg kau bilang
tapi aku tidak bisa ... aku betul betul tidak bisa.

kamu harus bisa, sudah cukup semuanya.
jadi berhentilah dan jangan coba -coba untuk bertingkah lagi.

aku memang memang mengecewakan dan memalukan, aku tahu itu

nah, akhirnya kau sadar juga. syukurlah kalau kau sudah tau diri.

tapi ... tapi ... tapi aku tidak bisa, aku betul-betul tidak bisa.
tolonglah ... tolonglah aku. aku betul-betul tidak bisa

aduuuh ... kau ini sungguh menjengkelkan. sadar ... sadarlah
liat baik-baik dirimu sekali lagi, kamu ini apa ?

apa ... aku bukan apa-apa

nah ... jelaskan ! jadi berhentilah, tidak usah dilanjutkan

jelas ... ya ... jelas ... sangat jelas
jadi kau sudah jelas melihatnya, jadi ... jadi kau sudah paham ?

paham apa ?
dasar bodoh.

iya ... iya ... aku memang bodoh atau terserah apalah katamu
tapi tolong aku, aku betul betul tidak bisa.
sungguh aku tidak bisa.

aaah ... baiklah, sekarang katakan kenapa kamu tidak bisa !

kenapa ... kenapa ... aku tidak tahu kenapa
aku hanya tahu bahwa aku tidak bisa, betul-betul tidak bisa

aaaah ... hey ... copa perhatikan arah tempat matahari terbit

iya

sekarang perhatikan tempatnya terbenam

sudah

nah, coba kau mendongak dan lihatlah matahari yg bersinar sangat terang tepat diatas kepalamu

ehm ... silau ... silau sekali

sekarang ... lihat bayanganmu yg berada dibawahmu

iya ... iya ... aku bisa lihat bayanganku tapi agak kabur

bagus ... sekarang kau sudah tahu semuanya, nah lakukanlah yg mau kau lakukan

maksudnya ?

ah ... sudalah !

hei ... kau mau kemana ?
kamu jangan pergi ... hei ... kamu jangan pergi
aku tidak bisa, sungguh tidak bisa
aku betul-betul tidak bisa
hei ... hei ... jangan pergi
jangan pergi ... tolong jangan pergi ... aku betul-betul tidak bisa
hei ... hei ... heiii
ah ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...