Kalianlah para revolusioner berikutnya, tapi entahlah yg jelas bukan sy karena sy telah gagal. Kesempatan untuk ku telah berlalu dan semua proyek-proyek revolusi telah gagal. Bahkan untuk sekedar mewariskan kebebasan yg pernah sy cicipi saja rasa sy gagal, mungkin masih ada sedikit kebebasan yg tertinggal tapi hanya pada diri ini dan berputar-putar pada diri sendiri menjadi sebuah kabut tipis dlm hidup. Sy telah gagal, mungkin ada yg sukses dgn segala proyek-proyek fantastisnya tapi mereka yg berhasil sepertinya adalah orang-orang yg dulunya berdiri di seberang jalanku. Mereka dulu hanya berdiri melipat tangan di dada dan sekali-kali menggelengkan kepala serta tersenyum tipis yg tak ku tahu apa makna di balik senyuman itu. Sepertinya mereka itulah yg kini wajahnya bersinar bahagia serta berdiri tegak dgn punggung lurus penuh wibawa di dlm pesta-pesta perayaan keberhasilan.
Sepertinya memang kalianlah para revolusioner berikutnya yg penuh dgn mimpi-mimpi spektakuler dan memilik gambaran-gambaran dunia yg indah nan fantastis. Tapi entahlah, karena yg kalian temukan hanya bangkai-bangkai mimpi yg berbau busuk. Atau mungkinkah dari bangkai-bangkai itu kalian bisa merajut kebebasan seperti kebebasan yg pernah sy cicipi dan dgn berbekal kebebasan itu kalian rangkai mimpi-mimpi akan dunia yg sungguh sangat indah ? Ah ... sy tak tahu, karena sy hanyalah sisa-sisa dr proyek-proyek revolusi yg gagal dan bagian dr bangkai-bangkai busuk yg bertebaran di sana-sini menjadi santapan kecoak dan tikus got serta kucing jalanan yg pandai mencolong sekerat daging diatas meja makan di sebuah restoran mewah.
Betulkah kalian para revolusioner berikut ?
Sy tak begitu yakin karena kalian tak punya apa-apa sebagai modal sebab modal itu harusnya dr sy tapi sy tak mampu memberikan modal apa-apa selain bangkai-bangkai busuk sisa proyek revolusi yg gagal.
Hey ... bukankah ada slogan "tak perduli bagaimana hasilnya, yg penting usaha dan prosesnya" ... hahahaha ... kacau, betul-betul kacau. Sudahlah, tdk ada gunanya melanjutkan tulisan ini kalau pun dilanjutkan pastilah tak ada yg berhasrat membacanya jika ada yg tersesat dan membaca paling hanya sampai paragraf pertama dia sudah berhenti karena rasa mual yg muncul tiba-tiba.
Hahahahaha ... sudahlah.
NB : tulisan ini jangan ditanggapi serius, ini hanya gumam seseorang yg kelelahan bekerja.
^O^
Komentar