Langsung ke konten utama

Para Revolusioner Berikutnya

Kalianlah para revolusioner berikutnya, tapi entahlah yg jelas bukan sy karena sy telah gagal. Kesempatan untuk ku telah berlalu dan semua proyek-proyek revolusi telah gagal. Bahkan untuk sekedar mewariskan kebebasan yg pernah sy cicipi saja rasa sy gagal, mungkin masih ada sedikit kebebasan yg tertinggal tapi hanya pada diri ini dan berputar-putar pada diri sendiri menjadi sebuah kabut tipis dlm hidup. Sy telah gagal, mungkin ada yg sukses dgn segala proyek-proyek fantastisnya tapi mereka yg berhasil sepertinya adalah orang-orang yg dulunya berdiri di seberang jalanku. Mereka dulu hanya berdiri melipat tangan di dada dan sekali-kali menggelengkan kepala serta tersenyum tipis yg tak ku tahu apa makna di balik senyuman itu. Sepertinya mereka itulah yg kini wajahnya bersinar bahagia serta berdiri tegak dgn punggung lurus penuh wibawa di dlm pesta-pesta perayaan keberhasilan.
Sepertinya memang kalianlah para revolusioner berikutnya yg penuh dgn mimpi-mimpi spektakuler dan memilik gambaran-gambaran dunia yg indah nan fantastis. Tapi entahlah, karena yg kalian temukan hanya bangkai-bangkai mimpi yg berbau busuk. Atau mungkinkah dari bangkai-bangkai itu kalian bisa merajut kebebasan seperti kebebasan yg pernah sy cicipi dan dgn berbekal kebebasan itu kalian rangkai mimpi-mimpi akan dunia yg sungguh sangat indah ? Ah ... sy tak tahu, karena sy hanyalah sisa-sisa dr proyek-proyek revolusi yg gagal dan bagian dr bangkai-bangkai busuk yg bertebaran di sana-sini menjadi santapan kecoak dan tikus got serta kucing jalanan yg pandai mencolong sekerat daging diatas meja makan di sebuah restoran mewah.
Betulkah kalian para revolusioner berikut ?
Sy tak begitu yakin karena kalian tak punya apa-apa sebagai modal sebab modal itu harusnya dr sy tapi sy tak mampu memberikan modal apa-apa selain bangkai-bangkai busuk sisa proyek revolusi yg gagal.
Hey ... bukankah ada slogan "tak perduli bagaimana hasilnya, yg penting usaha dan prosesnya" ... hahahaha ... kacau, betul-betul kacau. Sudahlah, tdk ada gunanya melanjutkan tulisan ini kalau pun dilanjutkan pastilah tak ada yg berhasrat membacanya jika ada yg tersesat dan membaca paling hanya sampai paragraf pertama dia sudah berhenti karena rasa mual yg muncul tiba-tiba.
Hahahahaha ... sudahlah.

NB : tulisan ini jangan ditanggapi serius, ini hanya gumam seseorang yg kelelahan bekerja.

^O^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.