Langsung ke konten utama

THIS MY LIFE, FUCK YOUR LIFE !!!


kita adalah kelas menengah brengsek yang masih bisa menyalakan api unggun tuk sebuah pesta omong kosong pemujaan sesuatu yang sama sekali tak mengubah apa-apa. tapi apalah arti omong kosongku ketika semua terkena dampak dari banjir basa-basi hidup yg melenakan dalam derasnya arus hal-hal yg sama sekali tak jauh dari omong kosong.
mungkin kau beefikis aku tak lebih dari pembual tapi cobalah menghancurkan batu karang dengan tanganmu! jika kau telah merasakannya mungkin kau akan paham tentang yang aku jalani. tapi sudahlah, kehidupab tak pernah berjalan linier. ada omong kosong yg terbalut kejujuran di persimpanga  jalan.
mungkin kau akan berusaha berpegang pada cerita orang tua bahwa ketika sampai di akhir zaman, dajjal akan menawarkan api yang sebenarny air dan menawarkan air yang sebenarnya api. persetan dengan cerita itu, semua kembali pada dirimu kau mau melihat seperti apa diriku. itu urusanmu karena aku hanya bercerita terserah kau mau menilainya bagaimana.
aku bukanlah manusia yang selalu berharap menjadi malaikat yang punya rasa dan simpatik lantas membakar sayapnya. aku manusia yang berdiri diantara menara gading rasa sakit dan kesenangan. aku adalah pemuja dari semua omong kosong yang tak pernah aku sangkal untuk mencari simpatik kalian-kalian yang memuakkan.
aku berkata pada diriku, pada teman-temanku ... TETAPLAH KUAT!!!
karena kita memang omong kosong bagi peradaban ini.

sudahlah ...
masa depan dan masa lalu tak pernah indah untuk dituliskan bagi mereka-mereka yg jujur yang tak mencoba mengingkari masa lalu dan masa depan.

sudahlah ...
pergilah tidur karena esok kau harus menyambut matahari yang bersinar cerah dengan semua omong kosongnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.