kita adalah kelas menengah brengsek yang masih bisa menyalakan api unggun tuk sebuah pesta omong kosong pemujaan sesuatu yang sama sekali tak mengubah apa-apa. tapi apalah arti omong kosongku ketika semua terkena dampak dari banjir basa-basi hidup yg melenakan dalam derasnya arus hal-hal yg sama sekali tak jauh dari omong kosong.
mungkin kau beefikis aku tak lebih dari pembual tapi cobalah menghancurkan batu karang dengan tanganmu! jika kau telah merasakannya mungkin kau akan paham tentang yang aku jalani. tapi sudahlah, kehidupab tak pernah berjalan linier. ada omong kosong yg terbalut kejujuran di persimpanga jalan.
mungkin kau akan berusaha berpegang pada cerita orang tua bahwa ketika sampai di akhir zaman, dajjal akan menawarkan api yang sebenarny air dan menawarkan air yang sebenarnya api. persetan dengan cerita itu, semua kembali pada dirimu kau mau melihat seperti apa diriku. itu urusanmu karena aku hanya bercerita terserah kau mau menilainya bagaimana.
aku bukanlah manusia yang selalu berharap menjadi malaikat yang punya rasa dan simpatik lantas membakar sayapnya. aku manusia yang berdiri diantara menara gading rasa sakit dan kesenangan. aku adalah pemuja dari semua omong kosong yang tak pernah aku sangkal untuk mencari simpatik kalian-kalian yang memuakkan.
aku berkata pada diriku, pada teman-temanku ... TETAPLAH KUAT!!!
karena kita memang omong kosong bagi peradaban ini.
sudahlah ...
masa depan dan masa lalu tak pernah indah untuk dituliskan bagi mereka-mereka yg jujur yang tak mencoba mengingkari masa lalu dan masa depan.
sudahlah ...
pergilah tidur karena esok kau harus menyambut matahari yang bersinar cerah dengan semua omong kosongnya.

Komentar