Langsung ke konten utama

Gerakan Makan Tanpa Nasi ?

hari ini saya menonton acara anak di salah satu stasion televisi nasional yang membahas tentang "Gerakan Makan Tanpa Nasi". ini indikasi bahwa gerakan ini mulai dijalankan serius. gerakan ini sebenarnya sudah lama hanya kali ini landasannya dibuat sedemikian rupa jadi lebih terkesan ilmiah dan tidak sekedar berlandaskan asumsi kesehatan (nasi dianggap tidak bagus bagi kesehatan karena kandungan gulanya yang sangat besar). dalam salah satu media online saya pernah membaca ulasan yang kira-kira intinya kurang lebih seperti ini "konsumsi nasi orang indonesia sangat tinggi karena itu diprediksi pada tahun 2035 untuk memenuhi kebutuahan nasi orang indonesia dibutuhkan lahan seluas 20 juta hektar lebih untuk menanam padi saja", sementara ketersediaan lahan pertanian di indonesia terus berkurang karena desakan kota yang terus tumbuh membesar. kebutuhan lahan ini menjadi salah satu alasan yang sering diungkapkan untuk mendukung "Gerakan Makan Tanpa Nasi" karena lebih rasional dan empirik sehingga lebih mudah diterima, berbeda dengan alasan kesehatan yang menimbulkan banyak perdebatan serta memerlukan penjelasan dan pemahanan lebih untuk bisa diterima .

untuk "Generasi Now", gerakan ini tentu bukanlah masalah. mereka sudah terbiasa "makan tanpa nasi". lihatlah mereka jika berkumpul di "pusat-pusat peradaban mereka" sangat jarang yang makan nasi, mereka biasanya makan "roti, kentang atau mie". berbeda dengan orang-orang tua di kampung jika berkumpul, selalu diupayakan tersedia nasi jika waktu makan telah tiba. jadi untuk "Generasi Now" beralih dari nasi ke "roti atau kentang atau mie" tentu bukan masalah, hanya saja ada kebiasan mereka untuk merayakan "kejayaan masa lalu" jadi ketika orang-orang sudah beralih ke "makan tanpa nasi" mereka mungkin akan kembali ke nasi dan menjadikannya hasil daur ulang budaya yang keren sebagai bentuk perayaan "kejayaan masa lalu pertanian kita". Yang menjadi korban adalah petani dan masyarakat secara umum, dulu mereka dipaksa untuk seragam "makan nasi", kini setelah makan nasi sudah menjadi bagian dari budaya tiba-tiba di suguhkan "Gerakan Makan Tanpa Nasi". Tentu perut kita butuh penyesuaian lagi dengan makan tanpa nasi, sementara petani yang sudah bermasalah dengan minat bertani generasi muda yang rendah harus beralih ke tanaman gandum atau kentang yang tidak umum bagi pertanian mereka. jadi haruskah petani beralih menanam gandum atau kentang untuk kebutuhan lidah "Generasi Now" ?

untuk aspek ke-praktis-an dan efisiensi, kebiasaan konsumsi nasi memang menjadi masalah karena budaya konsumsi nasi membutuhkan proses lama dalam produksi makanan hingga siap santap, butuh waktu paling cepat 15 menit untuk mengolah beras hingga menjadi nasi siap santap dan sampai hari ini walau pun sudah dicoba namun belum ada perusahaan yang sukses membuat nasi instan yang bisa diterima masyarakat secara luas untuk menggantikan nasi konfensional. berbeda dengan gandum atau kentang, saat ini sudah sangat banyak tersedia makanan instan hasil olahan gandum atau kentang. sebut saja yang umum, roti. roti adalah hasil olahan gandum yang sangat mudah ditemukan di toko-toko. dengan waktu kurang dari 10 menit roti yang dibeli sudah bisa menjadi makanan siap santap atau bahkan jika ingin yang lebih praktis lagi bisa langsung membeli roti yang sudah diolah hingga bisa langsung dimakan setelah membuka bungkusnya. nasi yang bahkan dalam mengkonsumsinya tidak praktis dan efisien jelas sangat tidak berkesesuaian dengan dunia kerja. waktu yang lama dalam pengolahan dan proses konsumsinya yang juga lama tentu akan berpengaruh terhadap produktifitas kerja, sangat berbeda dengan konsumsi makanan berbahan dasar gandum, misalnya roti, anda bisa mengkonsumsi roti dengan cepat atau kalau terpaksa anda bisa makan roti sambil tetap bekerja. bagaimana dengan nasi, coba bayangkan anda makan nasi pecel ditambah es teh manis sambil memeriksa berkas-berkas stok di gudang atau sambil memeriksa email perusahaan yang masuk, merepotkan ? makanya makan roti saja, atau biar tidak dianggap orang susah suruh saja office boy untuk membelikan anda burger di waralaba terdekat dan jangan lupa beli juga air mineral dalam kemasan botol yang praktis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.