Langsung ke konten utama

Postingan

..........................

k-e-h-i-d-u-p-a-n Kotor dan menjijikkan ... Kesan suram sangat jelas dan nampak tak tersirat. Tak ada kebaikan yang bersinar dan kejahatan juga tak tampak. Letupan-letupan kecil kadang muncul menandai ada kehidupan yang sementara bertarung melawan kematian. Tak ada gerak yang berarti namun gerak itu pasti ada diantara ketenangan yang pasti. Meski kotor dan menjijikkan, unsur hidup dan mati tetap pasti di dalamnya. Terus saling berebut ruang yang tak pernah jelas batasnya. Tetap ada air dan ada tanah, tetap ada angin dan ada api, namun kadar mereka yang berbeda. Ada yang mendominasi meski itu tidak berada dalam stagnan karena tetap ada gerak di dalamnya meski tak terlihat dengan jelas. Walau semua tetap ada di dalamnya namun kehidupan kerap menghindarinya. Hidup selalu mencari ruang dimana dia bebas untuk bergerak meski dengan begitu mati pun akan bebas bergerak seiring bebasnya hidup bergerak. Dalam ruang yang bebas semuanya bebas bergerak termasuk penginjak-injakan dan penikam-nikaman...

Demi Hidup !!!

Banyak diantara kita yang mennghindari kematian, bahkan ada yang mencoba lari dari kematian dengan bersusah payah menghambat ke-tua-an (mereka menghambat ke-tua-an sebab ke-tua-an adalah jalan pasti menuju gerbang kematian). Mereka merasa berhasil menunda ke-tua-an yang berarti menunda kematian, yah benar, mereka berhasil menunda ... tapi hanya menunda dan suatu saat pasti mereka tidak akan pernah bisa menghindari kematian, suatu saat kematian pasti akan datang bersama rasa sakit yang sangat/lebih menyakitkan. Kenapa orang-orang tidak memperlakukan kematian sebagaimana mereka memperlakukan kelahiran dan pernikahan. kelahiran dan pernikahan selalu disambut dengan penuh cinta kasih, lantas kenapa kematian tak pernah disambut dengan cinta kasih ? kelahiran dan pernikahan selalu dicari dan didekati, lalu mengapa kematian mereka hindari ? kenapa kematian selalu ditampilkan dalam sosok seorang perampok tak berbelas kasih yang siap mencuri apa yang kita miliki ? padahal "kehidupan takkan...

HITAM, LILIN & DIRIKU

Ku dapati diriku kembali terhempas disudut ruangan hampa nan gelap, yang ada cuma diriku dan hitam yang teramat sangat pekat. Walau telah ku nyalakan sebuah lilin sisa dari ritual pemujaan namun cahayanya tak mampu mengusir pekatnya hitam yang menyelimutiku. Hitamnya terus menghitam dan terus berusaha menyelimuti seluruh diriku hingga terasa sampai kedalam sukmaku. Tarian lidah api di ujung sumbu lilin yang terbakar sama sekali tak berarti. Aku merasa nasibnya sama dengn diriku, ditertwai oleh hitam pekat yang mempecundangi keberadaannya. Siapa diri ini ? Siapa hitam yang pekat ini ? Siapa lilin yang berlidah api ini ? Semula yang ada hitam, diriku, dan lilin. Kini sesekali ku dengar lolongan serigala seolah mendekatiku tapi sosoknya tak kunjung nampak. Setelah lolongan serigala menghilang muncul suara-suara aneh bagai raungan monster. Suara-suara aneh itu terasa sangat dekat, tapi dimanakah dia ? Tak ada apapun disini selain hitam, diriku, dan sebatang lilin yang nampaknya akan segera...

AAAAAAAAAAAA

Barisan Nisan

By : Homicide Album : ILLSURREKSHUN matahari terlalu pagi mengkhianati pena terlalu cepat terbakar kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan sehingga setiap orang yang kami temui tak temukan lagi satu pun sudut kemungkinan untuk berkata “Tidak mungkin” tanpa darah mereka mengering sebelum mata pena berkarat menolak kembali terisi sebelum semua paru disesaki tragedi dan pengulangan menemukan maknanya sendiri dalam pasar dan semerbak deodorant atau mungkin dalam limbah dan kotoran atau mungkin dalam seragam sederetan nisan atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inci yang menawarkan hasrat pembangkangan ala Levi’s dan Nokia atau dalam 666 halaman hikayat para biggot dan despot yang menari ketika jelaga zarkot berangsur menjadi kepulan hitam berselubung Michael Jordan di pojokan pabrik-pabrik ma’lun para produsen kerak neraka berlapis statistik pembenaran teatrikal super-mall opera sabun panitia penyusun undang-undang pemilu yang men...

Laporan Pandangan Mata Dari Sebuah Celah Kecil

Disini langit tak pernah cerah ataupun mendung dan matahari juga tak pernah nampak. Orang-orang senantiasa malu menegakkan wajahnya yang tersenyum dan hanya berani mengangkat wajah bertopeng kepalsuan, melengkapi kesuraman tempat ini. Mereka tak berhasrat sebab rasio adalah segalanya, pemandu bagi gerak hidup mereka. Para pelengkap kesuraman ini sebenarnya hanyalah robot-robot fasis yang terus bergerak mengikuti irama dentuman mesin-mesin produksi. Irama pengiring gerak mereka hadir tanpa mengenal ruang dan waktu. Menciptakan harmoni rutinias kehidupan dari bangun ke tidur hingga bangun lagi. Kebosanan atas harmoni ini adalah aib yang membuat mereka yang bosan dianggap pantas untuk dihinakan dan dimusnahkan. Memang, seolah-olah semuanya bebas bergerak, karena lorong yang menjadi jalur memang cukup luas sehingga kau dapat bergerak kekiri atau kekanan. Tapi, sebagaimana halnya lorong, ada dinding pembatas yang memang tak terlihat sebab di kepala para robot ada sebuah sensor yang akan me...

DIRIKU

Masa lalu, yah ... masa lalu yang indah selalu mengikat lalu menyeretku dan memenjarakanku dalam dunia hitam-putih dunia sekarang dan masa lalu. Masa lalu indah itu berbelati, menodongku dan memaksa untuk menangisi dia yang telah berlalu. Setiap aku mencoba berbalik melawannya setiap itu pula sebuah luka sayatan yang dalam tertoreh di dadaku. Akupun meringis lalu menangis dan saat itulah dia tersenyum sangat manis. Senyumannya terlihat olehku sangat menawan dan terciptalah kenangan indah akan dirinya. Ketika akupun mencoba tersenyum, dia menghempaskanku lalu menendangku. Aku pun tercampak di sudut ruang tak bertuan. Menyadari diriku akupun meraung tapi tak ada yang mendengar. Aku mencari dirinya namun dia pun telah menghilang, hanya seberkas cahaya putih suram yang terlihat jauh dibelakangku. Dia telah melepaskanku, dia telah membebaskanku. Saat masa lalu tak lagi mengikat dan memenjarakanku, aku merangkak menyusuri lurung gelap yang tak pernah jelas ujungnya dan ap...