Langsung ke konten utama

Postingan

Malam & Kegelapan

Sendiri menatap sang mentari di langit senja yg memerah, sang mentari yg sebentar lagi menghilang di kaki langit. Ku kenakan kembali jubah hitamku tuk menyambut sang malam yg siap melebarkan sayapnya menyelimuti tempatku. Di depan, kegelapan itu sebuah kepastian dan rembulan serta bintang-bintang adalah sesuatu yg tak pasti, mereka hanya harapan-harapan yg dipermainkan oleh rencana-rencana yang serba tak pasti. Di kaki langit tinggal ujung-ujung berkas cahaya matahari berwarna merah bata, ku tatap sekali lagi dan kunikmati untuk terakhir kalinya sebelum membalikkan badan dan berjalan menyusuri gelap malam hingga mentari terbit lagi di ufuk timur menyapu malam beserta kegelapan lalu menyeret manusia-manusia dalam kehidupan menyedihkan. Berbalik, aku telah berbalik dan itu artinya tak mungkin lagi aku lari dari sang malam. Aku menjadi bagian dari malam yg dilupakan begitu saja oleh manusia-manusia yg terlelap kelelahan dan bermain-main di alam mimpi. Ku rapatkan jubah hitamku dan ku cabu...

you-have-0-friends

+ so, are you gonna add me as a friend ? - I really don't want to get more into it + Oh okay, So i'm not your friend, then ? - you are my friend + But you just don't want to add me as a friend - it's just a stupid click of a button that takes two seconds + Right, but you don't have the two seconds or ... - Fuck You ! South Park - you-have-0-friends

tentang kurang lebih tiga tahun yg lalu dan saat ini

Secangkir kopi menemaniku menuliskan catatan ini. Entah untuk yg keberapa kalinya saya terduduk menuliskan catatan-catatan sampah ditemani segelas kopi. Catatan-catatan sampah yg berakhir di blog atau berakhir di secarik kertas yg kemudian menjadi bagian dari kertas-kertas yg bertumpuk di kamarku, bertumpuk menjadi bagian dari kebusukan kamarku. Grutuan-grutuan atau sekedar caci maki atau amarah yg meluap-luap menjadi tema utama dihampir semua catatan-catatan sampahku, ada juga satu dua yg berisi ungkapan keputus asaan melihat tampang dunia yg memelas atau mencemooh diriku. Tapi peduli apa aku dengan semua ini, semua ini hanya bagian dari kepalsuan yg terus berjalan membayang-bayangi diriku, atau mungkin karena itulah catatan-catatanku bermunculan di blog ini secara temporal. Desember 2007, kali pertama aku menitipkan tulisan-tulisanku di blog ini. Saya sudah lupa alasanku melakukan aktivitas ini, sebuah aktivitas yg banyak diistilahkan oleh orang-orang dengan "Ngeblog". Seja...

Ke-KOSONG-an itu abadi

Apa yg terjadi denganku, kenapa tiba-tiba aku seperti terjatuh dalam sebuah lubang yg gelap. Kegelapan yg hitam nan pekat, kesunyian yang hampa. Berputar mengelilingiku, mencemooh dan membuatku tak berdaya untuk sekedar menarik ujung-ujung bibir membentuk sebuah senyuman. Ada apa ini, kabut tebal seolah menyelimutiku ... membuatku tak mampu melihat jalan di depan dan membuat sesak dada ini. Syair-syair kekosongan mengalir berirama memenuhi seluruh benakku. Hembusan angin dingin membawa butiran-butiran air terus membelai dan mengelus tapi hanya aku, yang lain tak merasakannya karena tak ada yg bergerak tanda tak adanya angin. Jiwa-jiwa tampak meradang di sekelilingku, menambah kacau semuanya. Aku tak tahu, apa ini semua ... aku hanya tahu bahwa darahku tiba-tiba terpompa dengan cepat. Dadaku berdebar seolah ingin pecah menghamburkan seluruh isinya. Kepala pun tak kalah mengerikan kondisinya, berdenyut-denyut seakan ingin ikut pecah membuat seluruh isi kepalaku berhamburan. ah ... ... .....
... ... ... ... ... ... .

Untuk Ibu

Selamat Hari Ibu Ibu ... kata temanku hari ini hari ibu, meski saya tak tahu kebenaran hari ibu itu dan saya juga tak tahu alasan kenapa hari ini dikatakan hari ibu tapi ketahuilah karena alasan itulah aku tulis surat ini. Ibu ... sebahagian besar teman-temanku memberikan kado yg manis pada ibu mereka. Ada yg memberi benda-benda yang kira-kira disukai oleh ibu mereka. Teman yg mementingkan persoalan harga memberi benda yang harganya mahal sementara teman yg melihat substansi sebuah hadiah tidak mempersoalkan harga banyak diantara mereka yg memberi benda yg harganya murah namun sangat berarti seperti bunga atau coklat. Ada juga teman yg membuat sebuah puisi, sajak, atau sebuah lagu yg didedikasikan khusus untuk ibu mereka. Oh iya, ada juga teman yg memberikan hadiah pada ibu mereka "kebebasan untuk tidak mengerjakan apapun pada hari ibu". Ibu-ibu mereka tentu sangat bahagia menerima persembahan-persembahan anak-anak mereka. Aku, maaf ibu ... bersama surat ini aku juga mengirim...