Langsung ke konten utama

Postingan

Mayday ... Mayday ... Mayday ...

29 April, yah hari ini tanggal 29 april dan itu berarti 2 hari lagi tanggal 1 Mei. 1 Mei, Hari Buruh Sedunia ! Entah sudah berapa tahun sejak pertama kali saya tahu bahwa 1 mei itu adalah hari buruh sedunia, aku sudah lupa kapan pertama kali aku tahu kalau hari buruh sedunia itu jatuh pada tanggal 1 mei. Kapan pertama kali saya tahu, saya pikir itu bukan lagi hal penting karena sekedar mengingat dan itu tidak lebih dari sekedar mengenang masa lalu yg jelas-jelas hanyalah basa-basi hidup yg berputar dalam pikiran. Masalah yg penting saat ini adalah keadaan diriku yg telah menjadi bagian langsung dari sistem perburuhan, aku saat ini telah menjadi sebuah bagian terkecil dari pabrik sosial yg telah merangkum dan menjadikan seluruh kehidupan sebagai bagian dari pabrik. Aku sekarang kerja, letih, butuh istirahat, dan rekreasi untuk meredam kemarahan pada sistem yang telah menjadikan seluruh hidupku tak lebih dari bagian dari kerja. Semuanya, ya semuanya. Bahkan istirahat dan rekreasi juga ad...

AMARAH SEORANG PEMBOHONG GILA

Dunia ini hari kehari semakin menjengkelkan, semakin banyak omong kosong yg selalu dipaksakan untuk ditelan. Omong kosong berbau anyir darah dan nanah sisa luka-luka perjuangan sia-sia yang tak berujung. Belum lagi kepalsuan-kepalsuan dari kesenangan semu yang semakin banyak berceceran disetiap jalan-jalan kehidupan bahkan sampai ke lorong-lorong kumuh tak bertuan. Anjing-anjing pun semakin nyaring lolongannya hingga bukan lagi ketakutan atau kengerian yg dihasilkan melainkan kemarahan yang memuncak hingga titik didih yang siap meledak kapan saja. Dunia ini betul-betul semakin mirip dengan orang tua renta yang selalu berkhotbah tentang kebijaksanaan pahamannya hingga mengerdillah anak-anak yang berhasrat liar dalam kerangkeng moralitas yang tak lebih dari budak sebuah hutang sosial warisan leluhur yg diterima tanpa melalui proses penawaran. Sebuah jalan kehidupan yang terus berbicara banyak tentang keterlepasan atas ikatan dunia namun terus pula meratapi dun...

K . E . H . I . D . U . P . A . N

Semalam aku bertemu Rembulan, dan dia berkata padaku bahwa mentari telah meng khianat inya. Pagi tadi aku bertemu Mentari, dan dia bercerita padaku tentang rembulan yg telah me lupa kannya. dua hari yg lalu aku bertemu Kegelapan, dan dia mencurahkan isi hatinya tentang terang yg meninggal kannya, Keesokan harinya aku bertemu Terang, dan dia menanyakan dimanakah kini kegelapan ber ada . Saat ini aku bertemu dengan Diriku dan dia berkata dengan sedih " ah ... kehidupan " lalu dia tertawa terkekeh mencemooh aku

Menjadi Tidak Menjadi

dalam ketiadaan awal dan akhir Bergerak maju ke titik mati meninggalkan diam. Mencapai surga ketiadaan bersama kedirian yg bukan aku. Tak bersayap capai langit tak bertepi, bersatu bersama awan kecil putih dan hitam jadi bagian penghidup bumi yg semakin renta. Seperti awan yg terus bergerak seiring angin dan badai, menjadi bagian dari panasnya terik mentari dan dingin serta basahnya hujan dan badai. Sayap putih dan halus malaikat yg jadi bagian dari diri hancur terburai ... bukan terkoyak terserang tapi terlalu rapuh untuk sekedar memeluk kehidupan dengan sayap yg putih dan halus namun rapuh. Tapi ketak bersayapan justru membuat diri terasa ringan, terbang bebas menjadi satu diantara helai-helai bulu sayap yg melayang dan terbang bebas lepas dari tubuh. Melayang dan terbang bebas tanpa pernah terikat dalam sebuah ketentuan berpola yg kerap membatasi dan menciptakan ke-aku-an yang tak lebih dari sebuah omong kosong peradaban. Menjadi dalam ketiadaan kondisi awalan dan akhiran, karena ...

Sebuah Catatan Refleksi Tahunan Yang Terlambat

Malam tanggal 21 januari 2010. Tanggal 1 januari telah berlalu 20 hari, mungkin belum terlambat* untuk sekedar menegok ke belakang. Malam ini ku coba menguraikan perjalanan hidup yang telah lalu dalam sebentuk peta geografis tiga dimensi imajiner. Terlihat sebuah kepulauan yg sangat kecil akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama akan terlihat tanda-tanda daerah pulau yg dulunya berupa bagian daratan pulau namun kini telah terbenam menjadi bagian dari dasar laut. Pulau kecil itu lengkap sebagai pulau, ada bagian yang berbunga, ada bagian yang gersang, ada bagian yang berair jernih, dan ada bagian yang berlumpur kotor dan menjijikkan. Setiap bagian akan terlihat sebagaimana adanya, daerah berbunga, daerah gersang, daerah berair, dan daerah berlumpur. Semua nampak asri dan sudah menjadi bagian-bagian yg saling melengkapi dengan berada di daerahnya masing-masing, tapi coba perbesar gambarnya. Akan terlihat bahwa daerah berbunga tidak lebih dari kumpulan bunga-bunga yg saling berjara...

KARAT - KOIL Album Self Titled

aku berkarat seperti besi setengah mati hidupku belum berarti simpan dalam hati menghisap malam kelam menatap langit jingga terasa sangat gelap terhenyak diam tenggelam dalam gelap terbenam lumpur yang pekat sia sia bohong belaka tua renta hina aku berkarat seperti besi seakan mati hidupku tidak berarti mengubur cita cita tertawa langit jingga tertindas alam kejam terserap hitam kelam terhenyak diam terbenam sia sia terbenam sia sia terbenam sia sia Download Album Self Titled - Koil