Langsung ke konten utama

Self Quantum

Entah dimana sy melewati pintu dimensi waktu yg jelas sy tiba-tiba bertemu dengan diriku yg 20 tahun lalu. Diriku yg bersemangat melawan putaran waktu, berharap mampu memutar balik arah waktu atau paling tidak menghentikannya. Dia begitu kuat namun selalu merasa lemah, wajah datar dan keras namun selalu berusaha nanar menatap kosong ke depan. Tak perduli dengan sekitar seperti arwah penasaran yg bergentayangan gelisah di tengah-tengah hiruk pikuk kesibukan pesta.
Aku tak tahu apakah dia melihatku juga atau tdk. Hanya senyuman yg entah bermakna apa kerap muncul saat mataku tepat mengarah ke bola matanya yg berbinar hampa. Jika kau pernah melihat dari dekat seorang petarung yg kuat namun kalah dan bersimbah darah tapi tetap tersenyum kira-kira seperti itulah senyumannya. Senyuman lemah namun kuat. Wajahnya selalu tertunduk saat berjalan namun begitu panik dan setelah kemunculan kepanikan itu tiba2 semua terkunci sangat rapat yg bahkan sehembusan angin pun tak dapat mencuri sedikit bau di dalamnya. Ah ... aku jatuh cinta pada diriku, sangat sayang padanya. Aku adalah dia, apakah dia juga menyadari bahwa dia adalah aku.
Hahahahaha ... lihat ... dia menoleh, ke kiri lalu ke kanan dan setelah itu dia menatap langit lalu menghembuskan nafas sebelum kembali menundukkan wajahnya dan melanjutkan mengikuti gerak langkah kakinya. Jika saja teman-teman duluku betul-betul memperhatikan diriku pasti juga melihat hal yg sama. Itu aku 20 tahun yg lalu.
Oh ... sial, dimana aku melewati pintu dimensi waktu itu ? Atau jangan-jangan bukan aku yg melewati pintu dimensi waktu tapi dia yg telah melipat waktu mempertemukan dua titik yg sebenarnya memiliki jarak dan waktu. Menghapus yg memang pantas dihapus dgn menciptakan faktor "x" yg bisa menghasilkan sebuah persamaan yg hasilnya "waktu sama dengan nol" dan kecepatan menjadi tak terhingga jadi meski jarak tetap ada namun karena waktu sama dengan nol maka jarak seperti tak ada lagi.
Hahahaha ... omong kosong ... omong kosong ... ini omong kosong besar. Aku yg diseret oleh waktu dan dipaksa bertemu dan melihat diriku sendiri, sembari seolah berkata dengan nada membentak "lihat baik-baik, itu dirimu !"
Dan jika aku adalah minus (-) dan diriku itu plus (+) atau sebaliknya. Maka pertemuan ini akan menghasilkan sesuatu yg "tak terdefenisikan". Atau jika aku minus (-) dan diriku itu (-) atau sebaliknya maka hasilnya adalah plus (+).
Atau apakah ada persamaan lain yg tercipta dan tidak aku ketahui dari pertemuan aku dgn diriku ini ???

Puji Tuhan ... Maha Suci Engkau Atas PengetahuanMu Terhadap Segala Yg Terhijab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.