Langsung ke konten utama

SI PENCERITA

sy ingin sekali merangkai huruf-huruf menjadi kalimat-kalimat namun rasanya berat sekali seperti beratnya nafasku yg selalu diinterupsi oleh batuk yg beberapa hari ini menghinggapiku. saya merasa berat dan takut untuk merangkai kata-kata menjadi sebuah cerita-cerita perwakilan isi kepalaku yg tak pernah sy tau bagaimana isi sebenarnya. terkadang di dalam kepalaku ada sesuatu yg terus bercerita tak henti-hentinya, bercerita tentang apa saja mulai dr sy sebagai pusat kehidupan sampai dunia sebagai pusat kehidupan. seandainya saja sy seorang penulis yg piawai merangkai kata mungkin sy sudah menghasilkan lusinan karya-karya yg menyabet berbagai macam penghargaan, dari penghargaan tingkat majalah sampai penghargaan bergengsi dalam dunia kesusastraan. bagaimana tdk, coba bayangkan, saat akan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka di pagi hari saja si pencerita dalam kepalaku sudah berceloteh panjang lebar yg jika dijadikan film serial tv mungkin menjadi puluhan bagian dgn berpuluh-puluh episode di setiap bagiannya, belum lagi cerita-cerita yg muncul saat akan sarapan, berangkat kerja, istirahat siang di kantor, perjalanan pulang ke rmh kontrakanku dan saat menghela nafas lelah ketika melonggarkan ikatan dasiku ketika hendak menanggalkan pakaian kerjaku yg telah lusuh.
si pencerita dlm kepalaku juga senang menceritakan banyak cerita-cerita saat sy memperhatikan rmh kontrakanku yg sebenarnya tak layak untuk disebut sebagai rumah karena sebenarnya sy hanya menempati sebuah kamar di bagian belakang. dia mulai bercerita tentang tempat ini 15 tahun yg lalu saat pertama sy memasukkan anak kunci ke dalam lubangnya di pintu kamarku. dan ceritanya terus berlanjut, saat sy memperhatikan tumpukan piring-piring dan gelas-gelas kotor yg mulai berjamur di tempat cuci puring setiap sy akan makan atau hendak membuat segelas kopi, saat sy mulai kesal ketika tau bahwa hampir semua pakaian sy telah berada dlm tumpukan pakaian kotor yg belum sempat sy bawa ke tempat laundry di seberang jalan, saat sy memperhatikan lampu pijar 5 watt yg cahaya kuningnya sungguh sering sekali menjadi penyebab kepalaku terasa sakit dan ingin sekali sy ganti dgn lampu lain yg memilik daya lebih besar dgn cahaya putih yg mungkin memberi efek sejuk pada tempat ini namun sy tak mungkin menggantinya karena letaknya yg tak mungkin ku jangkau kecuali pakai tangga yg entah di mana sy bisa mendapatkannya, saat akan tidur pun si pencerita mengoceh tentang kasur yg dulunya berwarna putih bersih telah berganti warna coklat tua dgn bintik-bintik hitam jorok di beberapa tempat, saat memperhatikan puntung-puntung rokok yg memenuhi tiga buah gelas yg telah beralih fungsi jadi asbak, saat tanpa sengaja sy melihat bangkai kecoak yg tak pernah sy ketahui penyebab kematiannya, atau tentang bau busuk yg sejak kemarin meneror tempatku yg sepertinya berasal dari bangkai tikus. hampir setiap sy ingin menggunakan otakku untuk berpikir si pencerita selalu muncul dan langsung mengoceh ini itu, dia seperti seorang security yg sangat suka bercerita pada tamu yg datang padanya hingga sang tamu lupa tujuan sebenarnya.
sejak 15 tahun yg lalu sampai sekarang si pencerita dlm kepalaku masih terus bercerita, sudah sangat banyak cerita yg dia ceritakan dan memenuhi ruang-ruang dlm kepalaku. seandainya kepalaku ini terbuat dr karet tentu ukurannya sudah sangat besar jika dibandingkan dgn ukurannya 15 tahun yg lalu. beberapa cerita berhasil sy tuangkan dlm beberapa tulisan tapi sekarang sy rasanya berat sekali untuk menuliskan cerita-cerita yg telah dia ceritakan padaku. kadang sy ingin sekali si pencerita pergi dari dlm kepalaku atau jika saja dia meminta liburan sy dgn senang hati akan memberinya liburan selama mungkin plus tambahan liburan beberapa bulan sebagai penghargaan atas kerja kerasnya selama 15 tahun. tapi terkadang ketika membayangkan hari-hari dimana si pencerita telah pergi sy ketakuatan, jika dia pergi tentu sy akan sangat kesepian karena tak ada lagi yg akan mengisi kekosongan-kekosongan hidupku dgn cerita-cerita.
ah ... seandainya sy tdk merasa berat dan masih punya keberanian merangkai kata menjadi tulisan-tulisan tentu masalah sy dengan si pencerita dlm kepalaku bisa sedikit lebih ringan.
sudahlah ... perut sy mulai lapar, sy harus segera memasak sebungkus mie instan untuk mengisi perutku yg kosong sedari pagi. kapan-kapanlah sy lanjutkan cerita tentang si pencerita yg bercokol dlm batok kepalaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...