Langsung ke konten utama

Hidup Kembali ... Hidup Kembali ... HIDUP KEMBALI !

13 tahun yg lalu (atau mungkin lebih) sy merayakan kesunyian dan kesendirian, kawan sisipush tentu masih ingat semua itu. Tapi perlahan seiring berjalannya waktu, semua itu terlupakan dan memang banyak teman-teman (untuk tdk mengatakan semua) yg mengalami hal itu. Ada yg larut dlm sebuah dunia dimana dia mampu masuk di dalamnya, ada pula yg menciptakan dunianya sendiri lalu merayakannya dalam sebuah pesta yg meriah dgn suara bising. Semua berubah, sy pun ikut berubah. Kebiasaan lama seolah menjadi sesuatu yg tidak layak dgn berbagai alasan. Semua harus berubah atau semua harus menjadi lebih baik atau semua ini terpaksa karena usia telah menyeret kita secara paksa untuk maju melintas apa yg ada. Itulah yg mungkin menjadi alasan bagi teman-teman. Sebenarnya sy juga ingin meninggalkan semua ini, berubah dgn berbagai alasan pembenaran yg serasional mungkin. Namun sepertinya sy tak bisa, sy tak tahu mengapa. Masa depan. yah, itu mungkin ketakutan sebahagian orang. Namun sekarang sy tak lagi merasakan ketakutan itu. Oh ... jangan mengira sy menguat seperti beberapa teman. Tdk, sy tdk menguat. Sy malah merasa melemah, nah mungkin kondisi lemah ini yg membuat sy tak ketakutan lagi dgn masa depan sebab apa dayaku tuk menolak atau berlari mengejar masa depan. Rasanya kaki ini terlalu lemah untuk berlari mengejar masa depan dan tak ada lagi tenaga untuk berteriak marah pada masa depan. Kalau pun sy maju itu karena waktu yg mengikat tubuh ini dan menggiringnya layaknya pasukan yg kalah perang.
Ah ... kawan sisipush. Ini bukan melow atau dlm istilah saat ini "lebay". Sy pikir ini bukan hal baru bagi kawan sisipush. Dari dulu kita sering berbicara dengan tema dan gaya seperti ini, inilah yg membuat kita dulu bisa memikirkan serta merenungkan banyak hal dan mampu melihat indahnya secercah cahaya dalam kegelapan yg membersitkan senyuman tipis di bibir. Sy pikir, orang-orang yg menuduh semua ini "lebay" sebaiknya dimaklumi saja. Mereka tdk lahir di masa kita, mereka lahir di masa dimana mereka memang harus bergerak cepat menuju tujuan yg pasti karena itulah tak ada toleransi buat mereka yg dianggap lemah atau menganggap dirinya lemah atau mengakui dirinya lemah. Bagi mereka lemah adalah aib yg tak pantas dipertontonkan, kesunyian dan kesedihan mungkin bagi mereka adalah kondisi yg harus dihindari karena hanya akan melahirkan kelemahan yg hanya akan mempersulit keadaan bahkan membawa kebuntuan. Kawan sisipush tentu tak demikian adanya sebab semuanya bukan hal baru bagi kita. Kesunyian dan kesedihan adalah budaya dalam relasi sosial kita. Yah, kau benar. Tragedi. Kau masih seperti dulu, selalu bersinar secara tiba-tiba. Kalau dipikir-pikir ini memang tragedi. Tragedi yg (dari zaman manusia masih menyembah kekuatan alam sampai manusia dgn segala kekuatannya menyembah dirinya sendiri) selalu ada menginstrupsi kehidupan. Tragedi dibalik tawa di pesta-pesta, tragedi dibalik tangis kelahiran, Tragedi dibalik raungan sedih atas kematian. Tapi karena kesunyian dan kesedihan adalah aib maka tragedi itu terhijab dari mereka yg merasa kuat.
Sepertinya pembicaraan kita malam ini sampai pada "PERAYAAN KESUNYIAN DAN KESEDIHAN adalah PERAYAAN TRAGEDI"
Hahahaha ... ini bukan hal baru, kawan sisipush juga pasti tau. Inilah perayaan kehidupan yg sesungguhnya, perayaan yg terus berlangsung hingga saat ini. Perayaan yg penuh kebahagian atas kehidupan.

Kawan sisipush, sy pikir pembicaraan ini kita cukupkan saja. Mungkin besok kita bisa melanjutkan pembicaraan ini atau lusa atau minggu depan atau mungkin bulan depan atau mungkin di waktu yg tak  pernah kita tau dgn tema yg sama atau mungkin dgn tema yg berbeda serta gaya yg berbeda atau mungkin juga tetap dgn gaya yg sama.
Sekarang, mari kita nikmati kopi yg mulai dingin ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.