Langsung ke konten utama

SELAMAT TIDUR

Kau pasti telah tertidur
Sebenarnya aku ingin mengirimkan pesan lewat email seperti biasanya, sekedar bertanya "lagi bikin apa ?" Tapi pasti kau tdk akan membacanya, kalau pun kau membacanya pastilah kau membacanya besok pagi serta  mungkin tidak akan pernah kau balas karena telah menjadi pertanyaan basi yg tak lagi tepat waktu dan karena aku bukan lagi apa-apa bagimu.

Kau pasti telah tertidur
Semoga kau tidur nyenyak dan bermimpi bertemu lelaki itu lagi yg tak lagi sekedar menatap dirimu yg ketakutan. Ku harap dia kini menyapamu dgn lembut dan mengulurkan tangannya yg kokoh dan penuh harapan indah. Aku sebenarnya tak ingin percaya pada cerita tentang lelaki yg selalu hadir dlm mimpimu tapi karena menurutku kau tak pernah berbohong padaku maka aku percaya dgn ceritamu itu.

Kau pasti telah tertidur
Terlelap dlm istirahat yg damai setelah bertarung seharian melawan dunia yg ku tahu kau tak suka atau mungkin lebih tepatnya "yg menurutku tak kau suka" tapi peduli apa dirimu padaku yg tak lebih dari seseorang yg tak tahu diri. Aku memang orang yg tak tahu diri, harusnya di usiaku ini aku telah  menjadi orang tua yg bijak dlm sebuah institusi kekerabatan bukan malah menjadi seorang yg bertingkah reaksioner ugal-ugalan ala anak belasan tahun yg baru melihat dunia dan baru belajar menolaknya.

Kau pasti telah tertidur
Istirahatlah karena sy yakin hari-hari bersamaku tentulah sangat melelahkan bagimu dan semoga esok harimu lebih baik serta indah layaknya bunga yg bermekaran dlm sebuah taman bertabur cahaya mentari yg ditinggal pergi oleh musin dingin.

Selamat istirahat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...