Langsung ke konten utama

keajaiban

Akhirnya bapak pergi juga. Sy tak pernah menyangka bapak akan pergi secepat ini. Rasanya baru kemarin kami bersama bermain, bersenang-senang, seru-seruan, tertawa bersama, belajar bersama membangun impian dan mencoba menata kehidupan kami yg telah porak poranda diterjang berbagai badai, berbagi cerita seru sampai hal-hal sepeleh yg kami alami dan kami rasa pantas untuk dibagi. Semua hal itu yg membuat sy tak pernah menyangka bapak betul-betul akan pergi. Oh iya, belaian bapak saat sy kelelahan menata hidup bahkan cukup dengan kehadirannya dan tatapan serta senyum tipisnya yg sangat bersahaja membuat rasa lelah sy seperti menguap. Setelah itu sy seperti mendapatkan semangat serta energi baru untuk kembali berdiri menyambutnya dan membalas senyumannya.
Bapak memang pernah berkata pada sy bahwa dia ingin pergi, dgn berbagai alasan khas bapak. Sy tak pernah bisa menerima alasannya dan secara sepihak menganggap itu semua hanya sekedar bagian dr kenakalan berpikir bapak, tapi ternyata hari ini semua itu terpampang di depanku dgn jelas. Sungguh sy tak dpt menerima kenyataan itu. Bagaimana mungkin bapak yg rasanya kemarin masih berbahagia dgnku tiba-tiba pergi meninggalkanku sendiri dgn berbagai harapan dan impian serta kehidupan yg mulai tertata.
Bapak telah pergi, itulah fakta empiris yg ada sekarang. Menurutku, kepergian bapak karena kesalahanku juga. Sy terlalu senang dgn kehadiran bapak karena menurutku itu sebuah keajaiban yg tak pernah ku sangka, bahkan saat bapak masih ada kami biasa membahas keajaiban itu bersama dan terkagum-kagum dgn kerja-kerja tangan tak nampak. Saking senangnya sy jadi lupa diri dan lupa mensyukuri keajaiban itu,  hingga keajaiban itu diangkat barulah sy tersadar. Dan bapak pun sudah tak ada lagi.
Sy bisa saja dengan amarah meluap-luap menghapus semua harapan dan impian serta menghancurkan kembali tatanan kehidupanku yg sudah ada lalu memanggil seorang teman untuk menggantikan bapak membantuku membangun kembali harapan dan impian serta menata kembali kehidupanku. Tapi semua itu tak akan aku lakukan karena jika itu ku lakukan maka apa yg telah bapak dan sy lakukan di waktu yg menurutku sangat singkat hanya akan berakhir sebagai sebuah permainan belaka.
Ya, sy akan menunggu bapak pulang. Dan diwaktu penantian yg mungkin tdk jelas itu sy akan belajar mensyukuri apa yg ada dan menikmati semua yg sudah ada tanpa amarah atau penyesalan atau apapun namanya.
Mungkin inilah pesan minor yg ingin disampaikan dari kepergian bapak.
Ya, bapak memang betul-betul telah pergi meninggalkanku sendiri di sini. Tapi sy akan mencoba menunggu bapak pulang sampai kapan pun itu dan semoga bapak pun segera menemukan jalan pulang serta selalu mendoakan sy untuk kuat menantinya muncul kembali di depanku dgn senyuman khasnya.
-)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.