Langsung ke konten utama

Robohnya Bangunan Itu

Bangunan itu tiba-tiba roboh, tak ada yg tahu penyebabnya. Berbagai spekulasi bertebaran diseputar robohnya bangunan itu. Ada yg mencoba berkomentar secara ilmiah dlm koridor sains pertukangan. Ada pula yg mengeluarkan argumen dlm perspektif filosofis tentang substansi dan aksiden. Bahkan ada yg menganggap ada kekuatan supranatural yg hadir dlm robohnya bangunan itu, kalau yg ini jelas sebuah analisis berbasis hal-hal metafisik yg cenderung mendekatiki mistik yg kebenarannya susah diyakini namun susah pula dinafikan dlm tatanan kehidupan orang-orang asia.

Tak pernah ada kepastian terkait penyebab robohnya bangunan itu, orang-orang menemukan bangunan itu telah roboh saat matahari pagi mulai bersinar menyingkirkan kegelapan malam. Ketidak pastian ini menyebar begitu saja di berbagai jejaring sosial bahkan di perbincangan ringan warung kopi, muncul seperti wabah menjijikkan yg cenderung dihindari. Bagi anak-anak fenomena itu seperti cerita horor yg membuat anak kecil menangis ketakutan namun ada juga anak-anak yg menganggapnya sekedar dogeng kaum tua yg mencoba meneror bahkan merampas kebahagian mereka.

Oh iya, sebenarnya ada beberapa hal yg mungkin diketahui oleh orang banyak namun seperti tabu untuk diceritakan, beberapa hari sebelum roboh bangunan itu sempat mengeluarkan cahaya putih terang dan sedikit menyilaukan dari semua jendela-jendela serta semua celah yg memungkinkan cahaya merembes keluar. Dan sehari sebelum roboh bangunan itu bergetar kemudian  cahaya yg keluar perlahan-lahan hilang seperti dihisap oleh sesuatu. Entah kenapa cerita terkait hal-hal itu tidak ikut menyebar bersama cerita-cerita lainnya.

Apapun komentar, argumen, analisis atau penilaian orang terhadap fenomena robohnya bangunan itu, yg jelas bangunan itu telah roboh secara mendadak. Kini bangunan itu tinggal puing-puing namun ingatan akan bangunan itu tak akan hilang dari ingatan karena robohnya bangunan itu bukanlah permainan yg dimainkan hari ini dan dilupakan begitu saja keesokan harinya.

tak ada yg tahu apakah bangunan itu akan dibangun kembali oleh pemiliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

MUNAJAT MATI

terjebak di hutan mawar berduri. bergerak pasti tertusuk atau paling tdk kulit tergores hingga berdarah.  seperti biasa, banyak yang bilang aku salah jalan. namun mereka mengucapkannya sambil berguman, "betapa indahnya berada di tengah hutan mawar yang sedang mekar" . mereka mungkin lupa rasa sakit tergores duri hingga berdarah atau mungkin mereka harus diingatkan dengan sakitnya sayatan belati di dada, namun tak ada guna semua itu karena hanya akan melahirkan teriakan sakit palsu yang persis seperti rengekan anak kecil yang meminta permen lollipop pada ibunya. diriku tetap terjebak di hutan mawar berduri. mencoba keluar meski harus menyematkan luka menganga di setiap langkahku. di ujung sana sebelum rembulan menghilang aku mungkin akan mati kehabisan darah, tapi tak mengapa karena semua akan sama saja.