Dari mulutku terjulur ular berbisa, tergantung apik di bibirku. Kini mulutku menjadi sarang ular. Penuh oleh badan ular, aku jadi ingin muntah menyemburkan semua yg ada dalam mulutku. Kata orang "mulutmu harimaumu" tapi bagi sy kini "mulutku sarang ular"
Sy tak tahu pastinya kapan ular ini masuk dan membuat sarang di mulutku. Tadi pagi waktu sy bangun semua baik2 saja, seperti biasa hanya lidah yg terkadang terjulur untuk mengejek tetanggaku. Aku menyadari keberadaan ular ini saat akan menikmati segelas kopi hitam pada jam istirahat siang. Kepala ular itu tiba-tiba saja keluar dr mulutku ikut mencicipi kopiku. Saat itu karena banyak orang aku hanya mendorongnya masuk kembali ke dlm mulutku dan setelah itu dia tak pernah keluar lagi. Pada saat berjalan pulang baru ular itu keluar kembali. Awalnya cuma kepalanya yg keluar. Setelah tiba di rumah sepertinya hampir setengah dr badannya keluar dr mulutku. Jika dia tdk mengangkat sedikit kepalanya pastilah kepala ular itu menyentuh lantai. Aku jadi tak bisa sikat gigi.
Aku ingin mengeluarkan ular itu dari mulutku tapi aku takut ular itu akan marah dan tentu saja jika dia marah dgn mudahnya aku bisa dia patuk, matilah aku. Jadi aku membiarkannya, berharap dia akan keluar saat aku tertidur dan kembali ke sarangnya.
Saat aku mencoba tidur tiba-tiba di kepalaku terlintas bayangan ribuan telur-telur ular yg menetas. Kepalaku jadi serasa penuh anak-anak ular, kepalaku jadi berat dan aku pun jatuh tertidur.
...
Pagi ini aku berangkat kerja tanpa menyisir rambut lagi karena rambut-rambut di kepalaku telah berganti menjadi ribuan ular yg tergantung menyerupai rambut-rambut gimbal.
Komentar