Langsung ke konten utama

... bEIng

Dari mulutku terjulur ular berbisa, tergantung apik di bibirku. Kini mulutku menjadi sarang ular. Penuh oleh badan ular, aku jadi ingin muntah menyemburkan semua yg ada dalam mulutku. Kata orang "mulutmu harimaumu" tapi bagi sy kini "mulutku sarang ular"
Sy tak tahu pastinya kapan ular ini masuk dan membuat sarang di mulutku. Tadi pagi waktu sy bangun semua baik2 saja, seperti biasa hanya lidah yg terkadang terjulur untuk mengejek tetanggaku. Aku menyadari keberadaan ular ini saat akan menikmati segelas kopi hitam pada jam istirahat siang. Kepala ular itu tiba-tiba saja keluar dr mulutku ikut mencicipi kopiku. Saat itu karena banyak orang aku hanya mendorongnya masuk kembali ke dlm mulutku dan setelah itu dia tak pernah keluar lagi. Pada saat berjalan pulang baru ular itu keluar kembali. Awalnya cuma kepalanya yg keluar. Setelah tiba di rumah sepertinya hampir setengah dr badannya keluar dr mulutku. Jika dia tdk mengangkat sedikit kepalanya pastilah kepala ular itu menyentuh lantai. Aku jadi tak bisa sikat gigi.
Aku ingin mengeluarkan ular itu dari mulutku tapi aku takut ular itu akan marah dan tentu saja jika dia marah dgn mudahnya aku bisa dia patuk, matilah aku. Jadi aku membiarkannya, berharap dia akan keluar saat aku tertidur dan kembali ke sarangnya.
Saat aku mencoba tidur tiba-tiba di kepalaku terlintas bayangan ribuan telur-telur ular yg menetas. Kepalaku jadi serasa penuh anak-anak ular, kepalaku jadi berat dan aku pun jatuh tertidur.

...

Pagi ini aku berangkat kerja tanpa menyisir rambut lagi karena rambut-rambut di kepalaku telah berganti menjadi ribuan ular yg tergantung menyerupai rambut-rambut gimbal.

Komentar

To Magguru mengatakan…
ihhhhhh seyeeeeeeeeeeeeeeem :p

Postingan populer dari blog ini

metamorfosis

beubah dari kepompong menjadi kupu-kupu namun tak ada kepakan sayap kupu-kupu yang ciptakan badai di afrika, kalau pun ada hanya segelintir yang bisa.mereka adalah orang-orang yg mampu seirama dan beresonansi dengan rotasi matahari, bumi dan bulan dalam harmoni aturan ruang dan waktu. sementara kita, hanyalah baut dalam megastruktur mesin produksi yang harus berproduksi hingga berdaya guna ciptakan kupu-kupu indah yang sinergis dengan alur cerita kehidupan. simpan amarahmu dalam sekam karena tentu tak elok membakar rumah sendiri, properti yang mengilusi diri bagai pahlawan di tengah rawa busuk candradimuka. siapa kamu? siapa aku? kita hanyalah ulat lemah yang bersembunyi di balik selimut sembari berharap esok kita terbangun sebagai kupu-kupu cantik yang memiliki andil besar bagi kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Surat Cinta Penantang Ombak

sebelum jam 12 siang, berdirilah di tepian pantai.  lihatlah deburan ombak yang tak pernah kau pikirkan.  jangan menunggu hingga langit beranjak berwarna merah bata,  karena saat itu pelaut telah di tengah lautan. lihatlah deburan ombak di siang hari,  saat itu hanya para pemberani yang menerjang ombak.  hanya kesenangan yang membuat mereka menantang matahari,  di saat orang2 berlari mencari tempat berlindung  sembari menikmati dinginnya air kelapa muda dan sejuknya angin laut di rindangnya pohon kelapa. saat lagi senja datang,  tak ada guna kau berlari ke tepian pantai tuk merangkai puisi kerinduan pada kekasihmu yg berada jauh di tengah laut. semua itu bohong, tak lebih dari harapan palsu pengantarmu pergi ke pembaringan tuk bercumbu dengan dewa mimpi dalam tidur yang nyenyak. sumber gambar: https://medium.com/@siddhantnayak/the-forlorn-sailor-ce0bb5a54ec5

BERSYUKUR

ketika tanganmu menyentuh tanganku aku bahagia dan ketakutan karena sebuah percikan api tercipta. harapan muncul dari gelapnya sebuah dunia yang tak lagi memiliki kemungkinan untuk berharap. samar namun cukup untuk membuat hati tenang meski tak ada kepastian apakah api akan berkobar dari sebuah percikan api. mungkin hanya sebuah varian yang tak pasti namun aku bukanlah polisi atau hakim yang memutuskan fakta kebenaran, dan bukankah masa depan memang belumlah dituliskan, kira2 begitulah makna dari lirik sebuah lagu. jadi tentu terlalu picik untuk menghakimi sesuatu yang masih jauh jaraknya dalam perspektif dimensi ruang dan waktu. merayakan setiap percikap api yang muncul dari momentum-momentum yang terlihat bukanlah bid'ah karena masa depan bukan lagi berbicara tentang aku jadi jangan melibatkan aku dalam hal ini. lihatlah jalinan kisah yang terlihat menjuntai tak beraturan namun pasti tetap memiliki akar meski tertimbun dalam busuknya pupuk organik, sampah busuk dari sebuah sistem...